Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sunni Syiah: Titik Perbedaan dan Kemungkinan Harmonisasi antara Keduanya Andi Eki Dwi Wahyuni; Muhammad Amri; Andi Aderus
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas perbedaan dan potensi harmonisasi antara Muslim Sunni dan Syiah melalui tinjauan pustaka yang komprehensif. Studi ini meneliti akar sejarah perpecahan, menganalisis perbedaan teologis dan yurisprudensial utama, dan mengeksplorasi titik temu dan peluang kerja sama. Dengan menggunakan metode analisis komparatif dan kritis, studi ini mengidentifikasi beberapa kesalahpahaman dan prasangka yang menghambat harmonisasi dan menawarkan rekomendasi untuk membangun jembatan dialog dan kerja sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, terdapat pula potensi harmonisasi yang cukup besar melalui pendekatan inklusif, saling menghormati, dan fokus pada nilai-nilai bersama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara Sunni dan Syiah serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di dunia Islam.
KESADARAN EKOLOGIS; PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN Andi Eki Dwi Wahyuni; Mardan; Muhammad Yusuf
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i1.963

Abstract

The interaction of humans and the environment is inseparable. Human dependence on natural resources for their survival is threatened as a result of poor management and exploitation actions making environmental damage worse. The purpose of this interpretation research is so that readers better understand the nature of ecological awareness, verses about ecological awareness, and the urgency of ecological awareness. In this study, a qualitative approach is used with the Maudhu'i interpretation method. As for the results of the research conducted, that ecology is a science about the interaction of living things with their living environment. In Arabic the environment means al-bī'ah. Some verses that explain about ecological awareness are QS. Āli 'Imrān/3: 191; QS. al-Anbiyā'/21: 31; QS. al-A'rāf /7: 10; Qs. al-Qaṣaṣ/28:77; Qs. al-Baqarah/2: 60 Then in Qs. al-A'rāf /7: 56-58. The importance of increasing environmental awareness for humans, because we were created as caliphs (leaders on earth) managers who are responsible for the sustainability of life on earth, not only utilizing but also guarding nature as the mandate given by Allah.
Sunni Syiah: Titik Perbedaan dan Kemungkinan Harmonisasi antara Keduanya Andi Eki Dwi Wahyuni; Muhammad Amri; Andi Aderus
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas perbedaan dan potensi harmonisasi antara Muslim Sunni dan Syiah melalui tinjauan pustaka yang komprehensif. Studi ini meneliti akar sejarah perpecahan, menganalisis perbedaan teologis dan yurisprudensial utama, dan mengeksplorasi titik temu dan peluang kerja sama. Dengan menggunakan metode analisis komparatif dan kritis, studi ini mengidentifikasi beberapa kesalahpahaman dan prasangka yang menghambat harmonisasi dan menawarkan rekomendasi untuk membangun jembatan dialog dan kerja sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, terdapat pula potensi harmonisasi yang cukup besar melalui pendekatan inklusif, saling menghormati, dan fokus pada nilai-nilai bersama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara Sunni dan Syiah serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di dunia Islam.
Pesantren dan Peaceful Education: Analisis Konseptual Pendidikan Islam berbasis Perdamaian Husain, Saddam; Andi Eki Dwi Wahyuni
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9482

Abstract

Maraknya kekerasan dan radikalisme berbasis agama telah menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Padahal, secara historis dan normatif, pesantren justru memiliki tradisi kuat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implikasi peaceful education dalam sistem pendidikan pesantren sebagai upaya membangun pendidikan Islam berbasis perdamaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur berupa buku, artikel jurnal, dokumen kebijakan, serta sumber-sumber relevan yang membahas pesantren, pendidikan perdamaian, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa peaceful education di pesantren terinternalisasi melalui beberapa konsep utama, yaitu pesantren sebagai fondasi pendidikan perdamaian, kurikulum pesantren sebagai hidden curriculum perdamaian, relasi kiai dan santri sebagai model pendidikan berbasis keteladanan, serta pesantren sebagai agen resolusi konflik sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai model pendidikan Islam yang menanamkan nilai-nilai perdamaian secara integral dan kontekstual dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji implementasi peaceful education di pesantren secara empiris melalui studi lapangan guna memperkuat temuan konseptual yang telah dihasilkan.
Reconstruction of Islamic Education in Java: Historical-Pedagogical Study of the Role of Walisongo Andi Eki Dwi Wahyuni; Rama, Bahaking; Syamsuddin, Syamsuddin
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 3 (2024): Journal of Pedagogi - June
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/trhbn628

Abstract

The history of Islamic education in Java not only reflects changes in religious teaching approaches and methods, but also is a mirror of broader changes in Javanese society. Islam first entered Java in the 14th century, precisely in 1399 AD. Islam was introduced by Maulana Malik Ibrahim, an Arab who once lived in Gujarat, India with his nephew named Mahdum Ishaq. He and his nephew were in Gresik, East Java to start spreading Islamic education. Walisongo is reviewed from the personality classified as a lover of Allah when viewed in terms of the strategy of his duties and functions in the Demak kingdom he is the ruler of the government, that's why he obtained the title Walisongo was given the title of "Sunan" which has the meaning of "respected" because in spreading Islam the guardians always provide solutions to the problems that exist in people's lives through friendly practice and teaching. The Guardians have their respective karomah and uniqueness in the view of the community. Walisongo who has a very broad knowledge and understanding of religion so that the spread of religion in Java is very easy. In addition, the combination or synergy between ulama and Umara makes the spread of Islam in Java wider even outside Java, namely the eastern part of Indonesia and Kalimantan whose influence is wider until now.