Fernandez, Richardo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DESKRIPTIF IMPLIKASI SOSIAL DAN AKADEMIS KEBIJAKAN ZONASI PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA JAYAPURA Risamasu, Putri Ellen Gracia; Sogalrey, Febi Adriana Mutiara; Fernandez, Richardo
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/.v4i2.3682

Abstract

Kebijakan zonasi pada sekolah menengah atas telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura. Kebijakan ini bertujuan untuk meratakan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengatur penyebaran siswa ke berbagai sekolah. Namun, seperti kebijakan lainnya, kebijakan zonasi juga memiliki implikasi sosial dan akademis yang perlu dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis deskriptif terhadap implikasi sosial dan akademis kebijakan zonasi pada sekolah menengah atas di Kota Jayapura. Implikasi sosial kebijakan zonasi melibatkan dampak terhadap pemerataan akses pendidikan, keadilan sosial, dan integrasi sosial antara beragam kelompok masyarakat. Melalui analisis deskriptif, dapat diidentifikasi apakah kebijakan zonasi berhasil dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan bagi semua warga masyarakat di Kota Jayapura. Sementara itu, implikasi akademis kebijakan zonasi melibatkan aspek kualitas pendidikan, pencapaian akademis siswa, dan upaya peningkatan mutu sekolah. Analisis ini akan membantu dalam memahami apakah kebijakan zonasi berdampak positif terhadap kualitas pendidikan dan pencapaian akademis siswa di sekolah menengah atas di Kota Jayapura. Dengan menggali lebih dalam implikasi sosial dan akademis kebijakan zonasi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas kebijakan tersebut dalam konteks lokal Kota Jayapura. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah tersebut serta dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang kebijakan pendidikan.
KEPEMIMPINAN BERKARAKTER BUDAYA PAPUA: STUDI PADA PRAKTIK DEMONSTRASI MAHASISWA Fernandez, Richardo; Pekey, Cerry Hanna Grace
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan mahasiswa berkarakter budaya Papua melalui praktik mereka dalam berdemonstrasi, serta mengeksplorasi potensi transformasi kebiasaan demonstrasi untuk menjadi wadah pengembangan kepemimpinan yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan mahasiswa Papua dalam konteks demonstrasi mencerminkan nilai-nilai budaya lokal. Keterampilan kepemimpinan mahasiswa yang dimaksud dilihat dari kemampuan interpersonal, administratif, dan konseptual. Sedangkan nilai-nilai budaya Papua yang ditunjukkan cenderung mengarah pada konsep kepemimpinan "Big Man" yang meliputi kemampuan individu, kemampuan berdiplomasi atau berpidato, keberanian, kekuatan fisik yang besar, dan sifat bermurah hati serta adanya pengaruh religiusitas. Keterampilan interpersonal yang berkarakter budaya Papua mengacu pada  sensitivitas sosial tinggi, integrasi elemen religius dalam menyuarakan aspirasi, sifat bermurah hati, tampilan fisik yang meyakinkan, serta keberanian dan keterampilan berpidato untuk menyuarakan aspirasi sehingga mampu untuk menggerakan masa. Sedangkan keterampilan administratif tercermin dalam kemampuan individu dalam koordinasi, pembagian tugas, dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Adapun keterampilan konseptual ditunjukkan melalui kemampuan individu dalam pemahaman struktur aksi, pengambilan keputusan, dan kecakapan menyelesaikan masalah. Demonstrasi berpotensi menjadi arena pengembangan kepemimpinan yang efektif, memungkinkan mahasiswa mengasah keterampilan kepemimpinan praktis yang selaras dengan nilai-nilai budaya mereka. Transformasi kebiasaan demonstrasi menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dapat melahirkan pemimpin Papua yang karismatik dan siap menghadapi tantangan masa depan, dengan catatan bahwa demonstrasi perlu dikelola dengan baik untuk menghindari dampak negatif.