Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Ruang Dalam Rumah Tradisional Pesisir di Kampung Cungkeng, Kota Bandar Lampung Widya, Amelia Tri; Nurzukhrufa, Antusias; Basica, Embun Aura Annisa
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10395

Abstract

Sebagai kampung transmigran Bugis-Makassar yang mendiami pesisir Kota Bandar Lampung, penduduk Kampung Cungkeng telah menghuni dan bertahan selama kurang lebih tujuh dekade lamanya. Transformasi fisik pada hunian merupakan proses dinamis selama berhuni, tidak terkecuali transformasi pada ruang dalam pada rumah tradisional Bugis-Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi ruang dalam pada rumah tinggal dan faktor penyebab transformasi di Kampung Cungkeng. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei, observasi, dan wawancara mendalam kepada pemilik rumah tinggal. Transformasi ruang dalam hunian diamati baik secara vertikal maupun horizontal. Hasil penelitian menemukan pengalihan fungsi ruangan khususnya kolong hunian menjadi ruang servis, kamar tidur, dan ruang bersama. Selain itu, transformasi berupa penambahan ruang baru; pertumbuhan dan pembagian ruang dengan menambah/merobohkan dinding hunian; perluasan ruangan; dan perubahan zona ruangan. Adapun transformasi ruang dalam dipengaruhi oleh ketidakefisienan dan kebutuhan ruang karena penambahan anggota keluarga dan keterbatasan ruang gerak; kemampuan finansial; insentif perbaikan rumah; peluang ekonomi; dan ketersediaan lahan.
Pemetaan Partisipatif Kampung Marjinal di Kota Bandar Lampung, Indonesia (Studi Kasus: Kampung Pesisir Sinar Laut) Lestari, A Dwi Eva; Widya, Amelia Tri; Nurzukhrufa, Antusias; Basica, Embun Aura Annisa; Asriana, Nova; Fajarwati, Galuh
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.745

Abstract

Terletak di pesisir kota Bandar Lampung menjadikan Kampung Sinar Laut sebagai kampung marjinal yang pembangunannya secara khusus kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota karena merupakan permukiman informal dimana rumah warganya berdiri ditepi laut bahkan sebagian besar diatas permukaan air laut. Keberadaan dan pertumbuhan permukiman informal di Kampung Sinar Laut disertai dengan munculnya berbagai permasalahan lingkungan dan sosial yang belum teridentifikasi termasuk potensi wilayah yang mungkin belum tergali, menjadi latar belakang kegiatan pemetaan partisipatif ini dilakukan. Dengan adanya identifikasi dan pemetaan permasalahan atau potensi wilayah dalam bentuk peta kampung partisipatif, dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan sosial kampung marjinal, termasuk dijadikan acuan dalam penataan kampung, perencanaan dan perancangan pembangunan kampung kota. Menggunakan metode partisipatif melibatkan warga masyarakat setempat dalam pembuatan peta, penggambaran dan informasi kampung menjadi data riil yang valid. Dalam pelaksanaannya masyarakat Kampung Sinar Laut berhasil memetakan sendiri permasalahan dan potensi yang ada di lingkungannya secara aktif dan bersama-sama kemudian menghasilkan luaran berupa peta fisik Kampung Sinar Laut, mengenai titik lokasi elemen fisik lingkungan dan permasalahannya, data dan jumlah warga, bencana tahunan, keadaan sosial-ekonomi-budaya, serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan. Dengan harapan bahwa hasil pemetaan partsipatif dapat dimanfaatkan oleh warga, pemerintah desa dan kota, akademisi, mitra dan pihak lainnya. Located on the coast of the city of Bandar Lampung, Kampung Sinar Laut is a marginal village whose development has received little attention from the City Government because it is an informal settlement where the residents' houses stand on the edge of the sea and most of them are above sea level. The existence and growth of informal settlements in Sinar Laut Village is accompanied by the emergence of various environmental and social problems that have not been identified, including potential areas that may not have been explored, which is the background for this participatory mapping activity. By identifying and mapping problems or potential areas in the form of participatory village maps, it can be used as a basis for resolving environmental and social problems in marginal villages, including being used as a reference in village upgrading, planning and designing urban village development. Using participatory methods involves local residents in making maps, depictions, and village information into valid real data. In its implementation, the people of Kampung Sinar Laut succeeded in mapping the problems and potential in their environment actively and together, then produced an output in the form of a physical map of Kampung Sinar Laut, regarding the location of the physical elements of the environment and their problems, data and number of residents, annual disasters, conditions. socio-economic-cultural, as well as regional potential that can be developed. With the hope that the results of participatory mapping can be utilized by residents, village and city governments, academics, partners, and other parties.
ANALISIS PENERAPAN GAYA ARSITEKTUR INDUSTRIAL UNFINISHED DESIGN PADA BANGUNAN NON-INDUSTRI, STUDI KASUS: EL’S COFFEE ROASTERY, NUJU COFFEE KEMILING, DAN KASKOS STAY & COFFEE Basica, Embun Aura Annisa; Putri, Aninsya Zulardi; Aprilianisa, Dian; Yuningsih, Yayu; Fadilasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i1.9115

Abstract

ABSTRAKArsitektur industrial merupakan gaya desain yang saat ini sedang menjadi tren pada banyak bangunan dengan berbagai fungsi. Pengaplikasiannya paling banyak dapat dilihat pada studi kasus bangunan komersial non-industri maupun hunian tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan gaya arsitektur industrial pada bangunan non-industi dengan fokus pembahasan pada konsep unfinished design. Dalam penelitian ini digunakan metode perbandingan deskriptif kualitatif yang selanjutnya menghasilkan beberapa perbandingan seperti struktur dan utilitas, material, warna, dan bentuk. Berdasarkan penyandingan dan analisis terhadap aspek gaya arsitektur industrial pada bangunan non-industri diantaranya El’s Coffee Roastery, Nuju Coffee Kemiling, dan Kaskos Stay & Coffee dapat disimpulkan bahwa benar bangunan non industrial yang menjadi objek pada penelitian ini telah menerapkan gaya arsitektur industrial pada perancangannya.Kata kunci: analisis gaya, arsitektur industrial, unfinished design ABSTRACT The application analysis of industrial unfinished design architectural style to non-industrial buildings (case studies: el's coffee roastery, nuju coffee kemiling, and kaskos stay & coffee). Industrial architecture is a design style that is currently becoming a trend in buildings with several functions. Its application can be seen in case studies of non-industrial commercial buildings and residential buildings. The purpose of this study is to determine the application of industrial architectural style to non-industrial buildings with a focus on the discussion on the concept of unfinished design. In this study used a qualitative descriptive comparison method which then produces several comparisons such as structure and utility, material, color, and shape. Based on the comparison and analysis of industrial architectural style aspect in non-industrial buildings including El's Coffee Roastery, Nuju Coffee Kemiling, and Kaskos Stay & Coffee, it can be concluded that ii is true that the non-industrial buildings objects of this study have applied industrial architectural styles. Keywords: style analysis, industrial architecture, unfinished design