Abstract: Most breast cancer cases in Indonesia are diagnosed in advanced stages, and even metastasis, underscoring the urgency of timely intervention. This study aimed to examine the effects of knowledge, attitudes and behaviors, fear, social support, and the Covid-19 pandemic on diagnostic delay and treatment delay, as well as to evaluate the impact of diagnostic delay on subsequent treatment delay at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital. This was a quantitative analyticalal study with a cross-sectional design, using purposive non-probability sampling. A total of 112 patients with advanced-stage breast cancer were recruited between October and November 2024 and assessed using a structured questionnaire. Data were analyzed using SPSS with multiple linear regression.The results showed that knowledge, attitudes and behaviors, fear, social support, and the Covid-19 pandemic significantly influenced diagnostic delay (R²=0.605), with knowledge (β=0.537) and the Covid-19 pandemic (β=0.320) being the strongest predictors. These factors also significantly contributed to treatment delay (R²=0.948), with attitudes and behaviors (β=0.935) and social support (β=0.876) demonstrating the greatest effects. Furthermore, diagnostic delay exerted a positive and significant influence on treatment delay (R²=0.304, β=0.200). In conclusion, a multidimensional approach encompassing improved public health education, psychosocial support, and streamlined healthcare pathways is essential to mitigate delays in diagnosis and treatment, ultimately enhancing clinical outcomes for breast cancer patients. Keywords: breast cancer; diagnostic delay; treatment delay Abstrak: Sebagian besar kasus kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut, bahkan telah bermetastasis, yang menyoroti pentingnya intervensi tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan, sikap dan perilaku, ketakutan, dukungan sosial, dan pandemi Covid-19 terhadap keterlambatan diagnosis dan keterlambatan pengobatan, serta dampak keterlambatan diagnosis terhadap keterlambatan pengobatan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang, menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 112 pasien kanker payudara stadium lanjut selama bulan Oktober hingga November 2024 dan data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku, ketakutan, dukungan sosial, dan pandemi Covid-19 secara bermakna mempengaruhi keterlambatan diagnosis (R²=0,605). Pengetahuan (β=0,537) dan pandemi Covid 19 (β=0,320) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan diagnosis. Faktor-faktor ini juga secara bermakna memengaruhi keterlambatan pengobatan (R²=0,948), dengan sikap dan perilaku (β=0,935) dan dukungan sosial (β=0,876) menunjukkan pengaruh terbesar. Keterlambatan diagnostik secara positif dan bermakna memengaruhi keterlambatan pengobatan (R²=0,304, β=0,200). Simpulan penelitian ini ialah pendekatan multidimensi, termasuk peningkatan edukasi publik, dukungan psikososial, dan peningkatan alur layanan, sangat penting untuk mengurangi keterlambatan ini dan pada akhirnya meningkatkan hasil pengobatan pasien. Kata kunci: kanker payudara; keterlambatan diagnosis; keterlambatan tatalaksana