Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN HASIL PEWARNAAN DIFF QUICK PADA SEDIAAN EFUSI PLEURA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR Hermawan, Rizal; Sabban, Indra; Imasari, Triffit; Wahyuni, Ismiy; Rokim, Moch. Abdul
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.1078

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis berupa akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi, keganasan, dan penyakit sistemik. Di negara-negara maju, prevalensi efusi pleura tercatat sekitar 320 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, data nasional mengenai prevalensi efusi pleura belum dipublikasikan secara resmi. Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, terdapat 109 pasien efusi pleura sepanjang tahun 2024. Diagnosis sitologi cairan efusi pleura sangat bergantung pada teknik pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pewarnaan Diff Quick dan Papanicolau pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diperoleh dari pasien efusi pleura yang menjalani pemeriksaan sitologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada bulan Maret 2025. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan kualitas pewarnaan diff Quick baik dalam memberikan warna pada sediaan efusi pleura.
Analisis Komparatif Kualitas Pewarnaan Histopatologi dengan Hematoxylin Mayer dan Harris di RSD Nganjuk Fitriana, Vina; Sabban, Indra; Mardya Filosa, Devi; Hermawan, Rizal; Erawati; Septika W, Ida; Endah Rahayu M, Mike; Kusdinar, Gilang; Wahyuni, Ismiy; Rizqa Nuraini, Ida; Widyawati, Nurul
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.290

Abstract

Latar belakang: Pewarnaan yaitu pemberian warna pada sel yang akan dipotong hingga membentuk sel pada jaringan, sehingga dapat diamati pada mikroskop. Pewarnaan Hematoxillin-Eosin (HE) memiliki prinsip dimana inti yang bersifat asam akan menarik zat atau larutan Hematoxillin yang bersifat basa dan akan bewarna biru sampai ungu. Sedangkan sitoplasma yang bersifat basa akan menarik zat atau larutan Eosin yang bersifat asam sehingga memberikan warna merah muda. Hematoxillin yang sering digunakan adalah Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris. Tujuan: Untuk mengetahui analisa perbandingan hasil pewarnaan HE sediaan histopatologi menggunkan Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial. Populasi yang dilakukan dalam penelitian ini blok parafin jaringan tubuh manusia yang tersimpan di laboratorium Patologi Anatomi RSD Nganjuk. Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah Quota Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 16 responden. Hasil: hasil Hematoxillin Mayer dengan jumlah 16 responden didapatkan keterangan Kurang baik sebanyak 3 sampel dan baik sebanyak 13 sampel sedangakan pada Hematoxillin Harris didapatkan keterangan tidak baik sebanyak 4 sampel, kurang baik sebanyak 8 sampel dan baik sebanyak 4 sampel. Berdasarkan uji statistik Independent Sampel T-Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara pewarnaan Hematoxillin Mayer dengan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk dibuktikan dengan nilai sig. = 0.184 atau nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Simpulan dan saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan pada hasil pewarnaan sediaan histopatologi dan pewarnaan Hematoxillin mayer lebih baik dibandingkan dengan Hematoxillin harris di RSD Nganjuk.