Asfihani, Mohammad Zunaidi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DENGAN PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, MATHEMATICS (STEM) TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK KELAS XI SMK NEGERI 1 KEDIRI Asfihani, Mohammad Zunaidi; Joko, Joko; Rijanto, Tri; Achmad, Fendi
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (April 2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpte.v14n01.p13-18

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah berbasis saintifik saat ini di SMKN 1 Kediri belum berhasil mendorong peserta didik untuk menyusun strategi pembelajarannya sendiri. Tujuan penelitian ini ada tiga: pertama, untuk mengetahui seberapa besar kemandirian belajar peserta didik apabila digunakan model Project Based Learning dengan fokus STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics); kedua, untuk mengetahui seberapa mandiri belajar peserta didik bila model digunakan dengan fokus saintifik. Terakhir, membandingkan kemandirian pembelajaran peserta didik yang diajarkan model dengan fokus STEM dengan mereka yang diajarkan dengan fokus ilmiah akan mengungkapkan seberapa besar perbedaan kedua pendekatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Salah satu manfaat memasukkan pendekatan STEM ke dalam paradigma Pembelajaran Berbasis Proyek adalah peningkatan yang cukup besar dalam kapasitas peserta didik untuk belajar mandiri (skor tes gain yang dinormalisasi = 0,7040, dinilai tinggi). Temuan kedua adalah kemandirian belajar peserta didik meningkat ketika metode saintifik digunakan dengan model Project Based Learning (median hasil uji gain ternormalisasi = 0,5591). Poin ketiga adalah bahwa kedua gaya pengajaran tersebut menghasilkan tingkat otonomi peserta didik yang sangat berbeda di kelas. Skor rata-rata kelompok kontrol adalah 76,29, sedangkan kelompok eksperimen memiliki skor yang jauh lebih tinggi yaitu 86.