Laela, Neng Linda Badratul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Model Smart Fire Detection System : Konvensional VS Berbasis IoT Multi-Sensor dengan IFTTT dalam Peningkatan Kewaspadaan Dini Alawiyah, Pileria; Nasyah, Maharani; Sunardi, Rudy; Laela, Neng Linda Badratul
Dinamik Vol 30 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v30i2.10158

Abstract

Kebakaran masih menjadi masalah serius dengan dampak besar, baik secara materi maupun korban jiwa. Deteksi yang lambat dan alarm konvensional yang tidak responsif menjadi penyebab utama tingginya tingkat kerusakan. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi kebakaran berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan multi-sensor dengan platform IFTTT (If This, Then That). Sistem ini menggabungkan sensor asap (MQ5, MQ9), suhu (DHT22), dan api, dengan NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali, serta mengirim notifikasi real-time melalui WhatsApp. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi deteksi dan mengurangi alarm palsu. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sistem konvensional dan sistem IoT pada berbagai skenario kebakaran. Hasil menunjukkan bahwa sistem IoT memiliki keunggulan dalam kecepatan notifikasi (kurang dari 10 detik) dan kemampuan menyampaikan lokasi secara akurat. Meskipun memerlukan biaya awal lebih tinggi, efektivitas sistem ini dalam meningkatkan respons darurat menjadikannya solusi yang layak. Sistem ini cocok diterapkan di rumah, kantor, maupun fasilitas industri, serta memiliki potensi besar dalam pengembangan sistem keselamatan kebakaran yang lebih adaptif dan efisien di masa depan
Literasi Digital sebagai Determinan Etika Komunikasi Siswa SMA dalam Menghadapi Cyberbullying di Media Sosial Fitri, Shafirah; Laela, Neng Linda Badratul
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25364

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital sebagai determinan etika komunikasi siswa sekolah menengah atas (SMA) dalam menghadapi fenomena cyberbullying di media sosial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja yang belum diimbangi dengan pemahaman literasi digital secara komprehensif, khususnya pada dimensi etika komunikasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan inferensial.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa cenderung didominasi oleh aspek teknis, sementara aspek evaluatif, etika komunikasi, dan tanggung jawab digital berada pada kategori sedang hingga rendah. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya internalisasi etika komunikasi, yang ditunjukkan oleh masih tingginya perilaku komunikasi tidak etis, seperti pemberian komentar negatif, penyebaran konten tanpa izin, serta rendahnya penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Kebaruan: Cyberbullying ditemukan dominan dalam bentuk verbal dan simbolik, serta cenderung dinormalisasi dalam interaksi digital sehari-hari. Selain itu, cyberbullying memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi siswa, antara lain penurunan kepercayaan diri, kecemasan, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. Kontribusi: Temuan penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai determinan utama dalam pembentukan etika komunikasi siswa di ruang digital. Rekomendasi Riset selanjutnya: Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital berbasis etika melalui integrasi dalam kurikulum, optimalisasi peran pendidik dan orang tua, serta pengembangan budaya komunikasi digital yang sehat sebagai upaya preventif terhadap cyberbullying.