Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Ko Infeksi Human Immunodeficiency Virus dengan Sifilis Syafrin Lubis, Riri Arisanty
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i4.16959

Abstract

Abstrak: Sifilis adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum, penularan dapat terjadi melalui kontak seksual dan darah serta dapat terjadi bersamaan dengan infeksi HIV. Dilaporkan suatu kasus sifilis pada seorang pria berumur 29 tahun yang sebelumnya telah terdiagnosis HIV dua tahun lalu. Pasien mengeluhkan  timbulnya bercak merah pada kedua telapak tangan sejak 1 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan laboratorium VDLR menunjukkan 1:129 dan TPHA 1:1280. Pasien mendapatkan terapi benzyl penisilin 2,4 juta unit dosis tunggal secara intramuskuler dan tetap mengonsumsi obat anti retroviral. Hasil pengamatan pada hari ke 60 didapatkan perbaikan secara klinis dan laboratoris.
Pengaruh Perilaku Higienitas Rambut Terhadap Tingkat Kejadian Dermatitis Seboroik Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2019 Anriyani, Mila; Syafrin Lubis, Riri Arisanty
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16658

Abstract

Abstrak: Dermatitis seboroik (DS) merupakan penyakit papuloskuamosa kronis yang menyerang bayi dan juga orang dewasa. Biasanya terjadi pada area tubuh yang banyak mengandung kelenjar sebasea, kulit kepala, wajah (area alis mata, kumis, janggut), dan badan. DS sering ditemukan pada bagian tubuh dengankonsentrasi folikel sebasea yang tinggi dan aktif. Penyebaran lesi dermatitis seboroik dimulai dari derajat ringan, misalnya ketombe sampai dengan bentuk yang berat yaitu eritroderma. Jilbab berfungsi sebagai penutup kepala, tidak menutup kemungkinan juga berperan besar dalam mempengaruhi kondisi kulit kepala seseorang. Pemilihan jenis bahan jilbab yang salah dapat membuat kelembaban kulit kepala meningkat. Selain itu, penggunaan dalaman jilbab yang terlalu ketat pun, juga akan mengganggu kesehatan kulit kepala. Yang kemudian akan memicu munculnya berbagai gangguan pada kulit kepala tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh perilaku higienitas rambut terhadap tingkat kejadian dermatitis seboroik pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2019. Metode: Analitik dengan pendekatan cross sectional study, metode pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan tipe simple random sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan instrument kuesioner dan pemeriksaan fisik kulit kepala. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku higienitas rambut berpengaruh dengan kejadian DS pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2019 dengan higienitas buruk 42 responden (71,2%)dan higienitas baik 17 responden (28,8%). Hasil analisis bivariat pengaruh perilaku higienitas rambut dengan kejadian DS pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2019 adalah p = 0,049 (P0,05) . Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan perilaku higiene rambut terhadap kejadian DS pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, angkatan 2019. 
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa Br Ginting, Heni Sry Wahyuni; Faried Lubis, Taufik Akbar; Nurfadly, Nurfadly; Syafrin Lubis, Riri Arisanty
Buletin Farmatera Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i2.24364

Abstract

Abstract: Scabies is a skin disease caused by infestation and sensitization to the hominis variant Sarcoptes scabei mite and its products.According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the prevalence of scabies in 2020 was 3.9%-6%.This states that Indonesia is still not free from scabies and is one of the infectious skin disease problems in Indonesia. The factors that cause the incidence of scabies to increase are high humidity, low sanitation, environmental density, poor personal hygiene, knowledge and attitudes and behaviors that are not supportive for a healthy lifestyle. The prevalence of scabies in Islamic boarding schools is still fairly high based on the results of the research conducted.This study aims to find out Factors Influencing the Occurrence of Scabies To students at Hidayatullah Islamic Boarding School Tanjung Morawa. cross seictional Observational analytics using a cross sectional design. Data were obtained through filling out questionnaires and physical examination of 94 samples then analyzed using univariate, bivariate analysis with the chi-square method and multivariate analysis will be carried out using multiple logistic regression tests to see the most dominant risk factors for Sarcoptes scabeii var infection. hominis. Data analysis using Chi Square showed that there was a relationship between Age and Personal hygiene Logistic regression analysis showed that the personal hygiene variable was the most dominant variable related to the event.
The Level of Cosmetic Use Affects the Severity of Acne Vulgaris in Female Students of the Class of 2020, Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah North Sumatra Yolindasari, Febi; Syafrin Lubis, Riri Arisanty
Buletin Farmatera Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v11i1.25046

Abstract

Abstract: Acne vulgaris is a very common skin disorder, affecting about 94% of the world's population. This study analyzes the relationship between the use of cosmetics and the severity  of acne vulgaris among female medical students, University of Muhammadiyah North Sumatra. This study is an  observational analytical study with a cross-sectional approach. The research sample consisted of female students who met the inclusion and exclusion criteria. The study found a significant association between cosmetic use and the severity of acne vulgaris in female medical students, with most experiencing  moderate acne. These findings are in line with some previous studies, but differ from others. The results showed a significant relationship between the level of cosmetic use and the severity of acne vulgaris.
Kebiasaan Konsumsi Susu Ultra High Temperature (UHT) Berhubungan Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswi Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Eryandi, Ditto; Syafrin Lubis, Riri Arisanty
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28995

Abstract

Abstrak : Akne vulgaris atau jerawat merupakan kondisi kulit yang sering terjadi dan mempengaruhi hampir 80-100% populasi. Berdasarkan data review sistematis global (2024), akne vulgaris memiliki prevalensi 9,38% di 187 negara dan menduduki urutan ke-8 diantara semua penyakit di dunia. Akne vulgaris menduduki posisi ke-3 untuk penyakit kulit terbanyak di dunia setelah dermatitis dan psoriasis. Di Asia Tenggara terdapat 40-80% kasus akne vulgaris.Di Indonesia prevalensi penyakit ini memiliki jumlah sebesar 80-85%, yang terjadi pada usia remaja dengan puncaknya pada usia 15-18 tahun. Salah satu faktor eksternal penyebab akne vulgaris yaitu kebiasaan konsumsi susu. Mengkonsumsi susu dan produknya secara berlebih dapat menyebabkan timbulnya akne vulgaris.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kebiasaan konsumsi susu Ultra High Temperature (UHT) dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data akan dikumpulkan dari responden pada satu waktu tertentu untuk mengumpulkan informasi tentang kebiasaan konsumsi susu UHT dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2023 FK UMSU. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi angkatan 2023 FK UMSU yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi subjek penelitian dengan menggunakan metode consecutive sampling. Distribusi frekuensi terbanyak dari sampel yang mengkonsumsi susu UHT adalah kategori sering yaitu sebanyak 33 orang dan distribusi frekuensi tertinggi dari sampel yang mengalami akne vulgaris yaitu terdapat pada kategori akne vulgaris ringan sebanyak 49 orang. Pada uji Chi square ini dapati nilai expected count nya sebanyak 7 cells (43,8%) yang menandakan bahwa uji Chi square yang telah dilakukan tidak memenuhi syarat pengujian, maka dilakukan uji alternatif yaitu uji fisher exact yang didapati nilai p sebesar 0,001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi susu UHT dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.