Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menciptakan Budaya Belajar Yang Inklusif Bagi Siswa Di MTs NW Senyiur M. Saipul Watoni; Romi Oriza; Muhamad Yusril
Al-Gafari : Manajemen dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pendidikan Al-Gafari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66886/algafari-mp.v1i2.44

Abstract

The principal of the madrasah as a leader of institution education must be responsible for answers to all madrasa activities. He has authority and responsibility answer full for organizing all activity education in the madrasa environment he leads. Goals the study is to know the role and strategy of the madrasa head in creating culture-inclusive learning for students at MTs NW Senyiur. The research methods used are qualitative descriptive. Data collection techniques use technique interviews, observations, and documentation. Data is analyzed using data reduction, data presentation, and withdrawal conclusion. Research results show that the head of the madrasa runs his role in creating culture-inclusive learning for students that is as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and motivator through application values. Conclusions of study These are 1) students' attitude reception themselves and be accepted into the madrasa, 2) students have a sense of trust in themselves at the madrasa, 3) students grow to become characters who are caring, empathetic, and mutual help, 4) students own ability for express opinion in a way constructive 5) students trained and have ability cooperate and respect.
Pelatihan Menyusun Artikel Ilmiah Dari Hasil Kegiatan KKM Sebagai Upaya Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Mulyawan, Galuh; Rizky Pahrul Aziz; Hendis Rizqias Domoros; Fabio Alfin Rizki; Muhamad Yusril
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i1.528

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berpotensi menjadi sumber data dan pengalaman lapangan yang kaya untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan penulisan artikel ilmiah yang diikuti oleh 15 peserta KKM Universitas Bina Bangsa di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah berdasarkan program kerja dan pengalaman lapangan selama pelaksanaan KKM. Pelatihan dilaksanakan secara terstruktur, meliputi pemilihan tema, penyusunan latar belakang, metode, hasil dan pembahasan, serta proses submit artikel melalui simulasi platform OJS. Peserta juga dikenalkan pada penggunaan perangkat pendukung seperti Mendeley untuk sitasi otomatis dan Turnitin untuk cek tingkat kemiripan naskah. Pada tahap akhir, mahasiswa menyusun artikel ilmiah yang sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing, mencakup bidang sosial, pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan pelayanan desa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur artikel ilmiah dan keterampilan teknis dalam proses publikasi. Pelatihan ini tidak hanya mendorong pengembangan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini dapat menjadi model pendampingan akademik yang relevan dalam kegiatan KKM berbasis ilmiah.
Internalisasi Nilai Qur’ani dalam Konsep Parenting Studi Kasus Pada Keluarga TKI di Kecamatan Raba Kota Bima News Roman Ukuran 12 Muhamad Yusril
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the internalization of Qur'anic values in parenting concepts among Indonesian Migrant Worker (TKI) families in Raba District, Bima City, West Nusa Tenggara. The background of this research is based on concerns about the sustainability of children's religious education in families where parents work abroad. This condition raises differing views among Islamic scholars and education experts. Some argue that ideal parenting should be carried out directly by parents as it greatly influences the formation of children's morals, while another view emphasizes the importance of being adaptive to socio-economic realities as long as basic Islamic values are maintained. Based on these differing views, this research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation of TKI parents, substitute caregivers, TKI children, religious leaders, community leaders, and village officials. The informant selection technique used snowball sampling. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that TKI families have a fairly good religious understanding of the importance of internalizing Qur'anic values in parenting. Internalization is understood as an effort to instill religious values so that they become habits and behaviors of children in daily life. Forms of internalization of Qur'anic values include the values of monotheism, trust and responsibility, affection, and exemplary and habituation. The internalization process is carried out adaptively through long-distance parenting and is collaborative between parents, substitute caregivers, and the social environment. The main challenges faced include the physical absence of parents, differences in parenting styles, environmental and digital media influences, and children's psychological conditions. This research offers the concept of adaptive, collaborative, and value-based long-distance Qur'anic parenting as an alternative for TKI family parenting. The implications of this research indicate that parenting in TKI families requires an adaptive and collaborative Qur'anic parenting approach, involving extended family, religious leaders, and village government. Theoretically, this research enriches the concept of Prophetic Parenting in the context of migrant families. Practically, the results of this research can be a reference in formulating sustainable religious guidance and mentoring programs for TKI children. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai Qur’ani dalam konsep parenting pada keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Raba Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap keberlangsungan pendidikan agama anak dalam keluarga yang orang tuanya bekerja di luar negeri. Kondisi ini memunculkan perbedaan pandangan di kalangan ulama dan pakar pendidikan Islam. Sebagian menilai bahwa pengasuhan ideal harus dilakukan secara langsung oleh orang tua karena berpengaruh besar terhadap pembentukan akhlak anak, sementara pandangan lain menekankan pentingnya sikap adaptif terhadap realitas sosial-ekonomi selama nilai-nilai dasar Islam tetap terjaga. Berdasarkan perbedaan pandangan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua TKI, pengasuh pengganti, anak TKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Teknik pemilihan informan menggunakan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga TKI memiliki pemahaman religius yang cukup baik tentang pentingnya internalisasi nilai Qur’ani dalam pengasuhan anak. Internalisasi dipahami sebagai upaya menanamkan nilai agama agar menjadi kebiasaan dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk internalisasi nilai Qur’ani meliputi nilai tauhid, amanah dan tanggung jawab, kasih sayang, serta keteladanan dan pembiasaan. Proses internalisasi dilakukan secara adaptif melalui pengasuhan jarak jauh dan bersifat kolaboratif antara orang tua, pengasuh pengganti, dan lingkungan sosial. Adapun tantangan yang paling utama dihadapi meliputi ketidakhadiran fisik orang tua, perbedaan pola asuh, pengaruh lingkungan dan media digital, serta kondisi psikologis anak. Penelitian ini menawarkan konsep parenting Qur’ani jarak jauh yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai sebagai alternatif pengasuhan keluarga TKI. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak dalam keluarga TKI memerlukan pendekatan parenting Qurani yang adaptif dan kolaboratif, dengan melibatkan keluarga besar, tokoh agama, dan pemerintah desa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya konsep Prophetic Parenting dalam konteks keluarga migran. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan program pembinaan keagamaan dan pendampingan anak TKI yang berkelanjutan.
Internalisasi Nilai Qur’ani dalam Konsep Parenting Studi Kasus Pada Keluarga TKI di Kecamatan Raba Kota Bima News Roman Ukuran 12 Muhamad Yusril
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the internalization of Qur'anic values in parenting concepts among Indonesian Migrant Worker (TKI) families in Raba District, Bima City, West Nusa Tenggara. The background of this research is based on concerns about the sustainability of children's religious education in families where parents work abroad. This condition raises differing views among Islamic scholars and education experts. Some argue that ideal parenting should be carried out directly by parents as it greatly influences the formation of children's morals, while another view emphasizes the importance of being adaptive to socio-economic realities as long as basic Islamic values are maintained. Based on these differing views, this research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation of TKI parents, substitute caregivers, TKI children, religious leaders, community leaders, and village officials. The informant selection technique used snowball sampling. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that TKI families have a fairly good religious understanding of the importance of internalizing Qur'anic values in parenting. Internalization is understood as an effort to instill religious values so that they become habits and behaviors of children in daily life. Forms of internalization of Qur'anic values include the values of monotheism, trust and responsibility, affection, and exemplary and habituation. The internalization process is carried out adaptively through long-distance parenting and is collaborative between parents, substitute caregivers, and the social environment. The main challenges faced include the physical absence of parents, differences in parenting styles, environmental and digital media influences, and children's psychological conditions. This research offers the concept of adaptive, collaborative, and value-based long-distance Qur'anic parenting as an alternative for TKI family parenting. The implications of this research indicate that parenting in TKI families requires an adaptive and collaborative Qur'anic parenting approach, involving extended family, religious leaders, and village government. Theoretically, this research enriches the concept of Prophetic Parenting in the context of migrant families. Practically, the results of this research can be a reference in formulating sustainable religious guidance and mentoring programs for TKI children. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai Qur’ani dalam konsep parenting pada keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Raba Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap keberlangsungan pendidikan agama anak dalam keluarga yang orang tuanya bekerja di luar negeri. Kondisi ini memunculkan perbedaan pandangan di kalangan ulama dan pakar pendidikan Islam. Sebagian menilai bahwa pengasuhan ideal harus dilakukan secara langsung oleh orang tua karena berpengaruh besar terhadap pembentukan akhlak anak, sementara pandangan lain menekankan pentingnya sikap adaptif terhadap realitas sosial-ekonomi selama nilai-nilai dasar Islam tetap terjaga. Berdasarkan perbedaan pandangan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua TKI, pengasuh pengganti, anak TKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Teknik pemilihan informan menggunakan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga TKI memiliki pemahaman religius yang cukup baik tentang pentingnya internalisasi nilai Qur’ani dalam pengasuhan anak. Internalisasi dipahami sebagai upaya menanamkan nilai agama agar menjadi kebiasaan dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk internalisasi nilai Qur’ani meliputi nilai tauhid, amanah dan tanggung jawab, kasih sayang, serta keteladanan dan pembiasaan. Proses internalisasi dilakukan secara adaptif melalui pengasuhan jarak jauh dan bersifat kolaboratif antara orang tua, pengasuh pengganti, dan lingkungan sosial. Adapun tantangan yang paling utama dihadapi meliputi ketidakhadiran fisik orang tua, perbedaan pola asuh, pengaruh lingkungan dan media digital, serta kondisi psikologis anak. Penelitian ini menawarkan konsep parenting Qur’ani jarak jauh yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai sebagai alternatif pengasuhan keluarga TKI. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak dalam keluarga TKI memerlukan pendekatan parenting Qurani yang adaptif dan kolaboratif, dengan melibatkan keluarga besar, tokoh agama, dan pemerintah desa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya konsep Prophetic Parenting dalam konteks keluarga migran. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan program pembinaan keagamaan dan pendampingan anak TKI yang berkelanjutan.