Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA PERNIKAHAN USIA DINI Luju Hebbu; Melania Amelia Simpat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i1.2193

Abstract

Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif ini bertujuan untuk pendekatan diri mengungkapkan dan mendeskripsikan bentuk kritik sosial yang terdapat dalam Saya mengkritik Fenomena Perkawinan Usia Dini pernikahan dini merupakan pernikahan diusia muda, dimana dalam pernikahan Usia Dini mencakup hal-hal yang berpotensi negatif dan buruk. Pemerintah menetapkan usia ideal menikah 20 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk bisa melihat dan mengidentifikasi faktor penyebab pernikahan dini ini sekarang sudah semakin tinggi diera zaman sekarang, terlebih pada kalangan dibawah umur 20 tahun juga ada. Hasil penelitian ini menunjukan faktor penyebab pernikahan dini yaitu hampir seluruhnya berpendidikan rendah (81%). Hampir setengahnya memiliki status ekonomi bawah misalnya status ekonominya (48%). Simpulan penelitian faktor penyebab pernikan dini adalah sebagian besar disebabkan oleh adat istiadat yang bisa diprediski dalam Fenomena Perkawinan Usia Dini, maka diharapkan petugas kesehatan juga bisa melihat lebih lanjut tentang Fenomena Usia Dini dengan tokoh masyarakat untuk menghapus budaya pernikahan dan juga penjodohan bisa juga terjadi. Jenis penelitian ini yang dilakukan adalah penelitian kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskritif, yaitu dengan mendeskripsikan dan memaparkan tentang Fenomena Perkawinan Usia Dini ini, dalam manajemen konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pernikahan diusia dini. Penelitian ini menggunakan metode observasi wawancara dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik survey, hasil penelitian menunjukan bahawa ada pengaruh yang signifikan dan positif antara fenomen pernikahan usia dini, dengan ada penelitian ini kami harap telah jelas bahawa faktor-faktor, norma dan budaya. Dan data-data yang kami gunakan yaitu dengan cara pendekatan diri dan wawancara
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK GENERASI DENGAN RASA SOSIAL YANG TINGGI Revalina Annisa Gita Kusuma; Melania Amelia Simpat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10772

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi sosial yang mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai sarana utama untuk mentransfer nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan, pendidikan tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membangun karakter yang berlandaskan moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks sosial, pendidikan mendorong terciptanya kesadaran akan keberagaman, toleransi, dan solidaritas, yang merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Artikel ini mengulas bagaimana sistem pendidikan dapat dioptimalkan untuk mendukung pembentukan generasi yang tangguh secara sosial melalui pendekatan kurikulum yang inklusif, metode pembelajaran yang interaktif, dan penguatan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui pendidikan, individu belajar tentang berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dan matematika hingga seni dan humaniora, yang membentuk pemikiran kritis dan kemampuan analitis mereka. Selain itu, pendidikan sosial dan kewarganegaraan mengajarkan siswa tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya meningkatkan kapabilitas individu tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial yang lebih inklusif dan harmonis
IMBAS KEHIDUPAN RANTAU PADA KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO MALANG Melania Amelia Simpat; vinus Domu Kaborang
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13223

Abstract

Kehidupan rantau merupakan pengalaman yang umum dialami oleh mahasiswa dari luar daerah yang melanjutkan studi ditingkat perguruan tinggi. Sekalipun hidup merantau membuka peluang untuk mandiri dan juga pertumbuhan pribadi, hidup jauh dari keluarga pada dasarnya berpeluang juga untuk menimbulkan tekanan psikologis yang akan berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengenali tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa rantau di Universitas Insan Budi Utomo Malang serta dampaknya terhadap kondisi mental mereka. Metode penelitian yang digunakan sendiri adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada beberapa mahasiswa rantau. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa mahasiswa mengalami tekanan akademik, rasa kesepian, kesulitan adaptasi sosial-budaya, dan tidak adanya akses terhadap layanan psikologis kampus. Beberapa responden menyatakan bahwa mereka merasa terisolasi dan enggan mencari bantuan karena stigma yang ada tentang kesehatan mental, sehingga diperlukan campur tangan dari pihak profesional dibidang ini yang berasal dari institusi kampus berupa layanan konseling yang ramah serta dukungan sosial yang lebih terbuka untuk membantu mahasiswa rantau dalam menjaga keseimbangan mental selama menempuh studi.