Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya Sulastri, Wayan; Handoko, Handoko; Griya Danika, I Wayan Sindia
Dharma Duta Vol 21 No 2 (2023): Dharma Duta : Jurnal Penerangan Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v21i2.1070

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil penelitian menjelaskan pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DI SMAN 2 KAHAYAN TENGAH KABUPATEN PULANG PISAU I Made Pustikayasa; I Wayan Sindia Griya Danika; I Nyoman Alit Arsana; Ni Wayan Purnawati
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jutik.v10i3.3444

Abstract

Proses pembelajaran memerlukan sebuah keterampilan belajar dan berinovasi. Keterampilantersebut berfokus pada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, berkomunikasi, dan kolaborasidalam pemecahan masalah, serta kreatif dan berinovasi. Penggunaan atau penerapan TIK menjadipenting untuk diadopsi guna mencapai hal tersebut. Terlebih lagi siswa sekolah saat ini terlahirsebagai generasi Z yang hidup di dunia serba digital. Peran TIK (Microsoft PowerPoint) dalammeningkatkan kreativitas belajar siswa. Penelitian ini akan berfokus pada kreativitas siswa dalammenjadikan TIK sebagai sumber belajar salah satunya adalah sumber belajar agama Hindu.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi eksperimen. Teknik analisis datamengunakan Uji N-Gain atau Normalized gain. Menghitung dengan N-Gain yaitu selisih antaranilai Pre Test dan Post Test, agar diketahui efetivitas penerapan suatu metode pebelajaran agamaHindu berbasi TIK. Hasil penelitian penerapan TIK (Microsoft PowerPoint) dapat meningkatkankreativitas belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu. Peningkatan kreativitas siswa dapatdilihat pada nilai rata-rata N-Gain tes kreativitas. Perolehan N-Gain Score pada kelas kontrol yaitu0,34 dimana termasuk dalam kategori sedang dengan tingkat presentase tidak efektif yaitu 34%.Selanjutnya, perolehan N-Gain Score pada kelas eksperimen adalah 0,56 (0.3 ≤ G < 0.7) dantermasuk dalam kriteria sedang. Sedangkan presentase N-Gain Score ada pada rentang presentase56 – 75 yakni masuk dalam kriteria cukup efektif.
AI dan Konsep Dharma: Etika Kecerdasan Buatan dalam Bingkai Filsafat Hindu Griya Danika, I Wayan Sindia; Wiranata, Anak Agung Gede
Widya Katambung Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Widya Katambung: Filsafat Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/wk.v16i1.1499

Abstract

This study aims to examine the relevance of the Hindu philosophical principle of Dharma as an alternative ethical framework in the development and application of artificial intelligence (AI). The research addresses the growing ethical crisis in modern AI systems, particularly concerning algorithmic bias, system autonomy, and the absence of moral accountability. Employing a qualitative philosophical-hermeneutic approach, this study analyzes classical Hindu texts such as the Bhagavad Gita, Upanishads, and Manusmṛti, alongside contemporary academic literature. Data collection techniques include textual analysis and semi-structured interviews with Hindu clerics, philosophy scholars, and AI ethics experts in Bali and Yogyakarta. The analysis reveals that Dharma offers a holistic ethical framework—encompassing moral, spiritual, and cosmological dimensions—that bridges the gap between technological efficiency and moral responsibility. Three central themes emerged from the findings: (1) moral responsibility based on svadharma (individual duty), (2) ahimsa (non-violence) ethics in algorithmic design, and (3) the spiritualization of technology as a means to preserve cosmic harmony. These insights contribute theoretically to the development of a more pluralistic, culturally rooted AI ethics discourse and offer practical implications for designing context-aware and human-centered AI policy frameworks. The study concludes that integrating Eastern philosophical values into technology ethics curricula and global AI governance is essential. Future research is encouraged to explore ethical principles from other religious traditions and examine the application of Dharma-based ethics in participatory, community-driven technology design.
Bentuk, Fungsi, dan Makna Upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Griya Danika, I Wayan Sindia; Yoga, Yoga; Nurlensi, Nurlensi
Widya Katambung Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Widya Katambung: Filsafat Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/wk.v16i2.1779

Abstract

This study aims to describe the form, function, and meaning of the Manenung ceremony in the Hindu Kaharingan community of Tumbang Baringei Village, Rungan District, Gunung Mas Regency. The research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants consisted of three Basir/Pisor (spiritual leaders) and two Hindu Kaharingan religious figures. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model involving reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Manenung ceremony is performed through preparatory stages, chanting of sacred mantras, and the invocation of the holy spirit Putir Santang. The ceremony functions religiously as a means of spiritual communication, socially as a medium of community solidarity, and educationally as a vehicle for transmitting cultural values. The symbolic meanings embedded in ritual instruments such as amak purun, baliung, tengang, and behas tawur reflect cosmic harmony between humans, nature, and the divine. This tradition remains relevant in preserving the cultural identity and spirituality of the Dayak Kaharingan community amid modernization, serving as a vital source of moral guidance and local wisdom.
Sentiment Analysis of the Hindu Community Toward Religious Issues on Social Media: A Case Study of Kapuas Regency Using a Text Mining Approach Griya Danika, I Wayan Sindia
Smart Techno (Smart Technology, Informatics and Technopreneurship) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Primakara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59356/smart-techno.v8i1.181

Abstract

This study aims to analyze the sentiment of the Hindu community toward religious issues on social media, with a specific focus on Kapuas Regency, Central Kalimantan. The development of social media as a digital public sphere has positioned platforms such as Instagram and Twitter as primary spaces for the spontaneous and open expression of opinions, perceptions, and religious attitudes. This study is important because religious issues in digital spaces often influence social harmony and shape religious discourse within society. The research employs a quantitative approach using text mining and sentiment analysis based on Natural Language Processing (NLP). Primary data were collected through web scraping techniques, utilizing Apify for Instagram and asynchronous Python scripts for Twitter, with relevant keywords, hashtags, and geographic indicators. The analysis process includes text preprocessing (cleaning, tokenization, stopword removal, and stemming), followed by sentiment classification using a lexicon-based approach with the InSet dictionary into three categories: positive, negative, and neutral. The analysis results were evaluated using a confusion matrix, along with precision, recall, and F1-score metrics to assess model reliability. The findings indicate that positive sentiment predominates on both Instagram and Twitter, followed by neutral sentiment, while negative sentiment appears in only a small proportion. Positive sentiment is generally associated with expressions of prayer, gratitude, tolerance, and calls for togetherness, whereas negative sentiment tends to emerge in discussions related to ritual differences or responses to socio-religious controversies. The sentiment analysis model achieved an accuracy of 100% on Instagram data (self-evaluation) and 74.4% on Twitter data (manual evaluation), with relatively high precision and recall values, indicating that the results are statistically reliable.
PARA WIDYA VS APARA WIDYA DALAM VEDA I Wayan Sindia Griya Danika
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.538

Abstract

Science is the science that helps live a good life in helping everyday life and helps in spiritual life which will lead us to surrender to God. Science that helps in everyday life is the science that guides in carrying out life in the fields of mathematics, biology, chemistry and so on. Meanwhile, spiritual knowledge leads to return to one God. Science must be studied together, both general knowledge and spiritual knowledge, each of which is obtained collectively. It aids in living life and helps us see both in truth and in evil or darkness. In this study, using the literature study method by looking at the verses from the Vedic scriptures and trying to see the knowledge of the Widya and also Apara Widya in the Vedas used in everyday life. Then compare the virtues of giving priority to living life. The results of this study are to see how the roles of Widya and Apara Widya in life. And how Apara Widya and Para Widya provide a balance of knowledge for ourselves.
Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pembelajaran: Analisis Penggunaan Dan Pengaruhnya Pada Interaksi Guru-Siswa Di Smpn 5 Katingan Hilir, Kabupaten Katingan) I Wayan Sindia Griya Danika
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 1 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i1.1293

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran memiliki potensi besar untuk memberdayakan siswa, yaitu dapat mendorong tumbuhnya keterampilan belajar yang efektif, keterampilan penalaran tingkat tinggi, kemampuan komunikasi lisan dan tulisan yang baik, serta kemampuan dalam menemukan berbagai sumber belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran dan dampaknya pada interaksi guru-siswa di SMPN 5 Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mendokumentasikan pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Melalui wawancara mendalam dan observasi kelas, penelitian ini menjelajahi berbagai aspek penggunaan TIK, termasuk jenis aplikasi yang digunakan, strategi pembelajaran yang diimplementasikan, dan respons siswa terhadap pembelajaran yang melibatkan teknologi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola umum dalam interaksi guru-siswa dan memahami dampak positif TIK terhadap partisipasi siswa dan motivasi belajar. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana TIK telah mempengaruhi dinamika kelas, memperkaya pengajaran guru, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini juga menggali faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi TIK di lingkungan pembelajaran, seperti pelatihan guru, akses internet, dan dukungan teknis. Implikasi hasil penelitian ini dapat memberikan panduan berharga bagi sekolah dan pendidik dalam memperbaiki penggunaan TIK dalam proses pembelajaran
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dalam Penyebaran Isu-Isu Kontemporer Agama Di Desa Dadahup Kabubaten Kapuas Griya Danika, I Wayan Sindia; Merliana, Ni Putu Eka; Gantiano, Hadianto Ego
Dharma Duta Vol 20 No 1 (2022): Dharma Duta : Jurnal Penerangan agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v20i1.790

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah merevolusi penyampaian informasi yang ada di masyarakat secara umum, dan ini juga berdampak kepada masyarakat yang ada di Desa Dadahup Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas. Masyarakat pada Desa tersebut masih meyakini adanya tradisi dan adat-istiadat dan karena kemajuan teknologi tersebut mengalami tranformasi sehingga memberikan dampak dalam hal perilakunya terutama dalam hal penyebaran isu-isu kontemporer agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dalam pemanfaatan teknologi komunikasi terhadap penyebaran isu-isu kontemporer agama serta dampak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan serta mendeskripsikan pemanfaatan teknologi komunikasi dalam penyebaran isu-isu kontemporer agama yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi di Desa Dadahup Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pemanfaatan teknologi komunikasi sudah sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Dadahup. Dampak yang diperoleh dari pemanfaatan teknologi terhadap penyebaran isu-isu kontemporer agama adalah dampak positif memberikan informasi yang up to date tentang ajaran agama Hindu, sedangkan dampak negatifnya mudah terpengaruhnya umat dalam menerima informasi yang tidak benar serta hasutan tentang agama dan kepercayaan. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah usia, agama dan budaya yang akan memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat atau umat Hindu dalam melakukan interaksi sosial.