Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Penyuluhan Dan Workshop Pemanfaatan Rumput Laut Di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Fauziah, Siva; Andriansyah, Lucky; Amalia, Siska; Devinda, Rinova; Muftiyah, Alvi Nur; Sholihah, Anna Zahratas; Hafiz, Muhamad
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.458

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang nilai gizi dan potensi dari rumput laut. Banyak Masyarakat pulau pramuka yang belum memanfaatkan rumput laut sebagai sumber pangan atau produk bernilai tambah, sehingga peluang untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi lokal belum tergali secara maksimal. Rumput laut telah dikenal sejak lama memiliki berbagai manfaat kesehatan dan telah digunakan dalam berbagai produk, termasuk makanan, minuman, dan produk perawatan kulit. Rumput laut dan ekstraknya mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan sebagai antioksidan, termasuk senyawa fenol, asam askorbat, glutathion, karotenoid serta beberapa senyawa polifenol lain. Tujuan dari Kegiatan ini disamping sebagai salah satu program kerja KKN Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Jakarta (ISTA) adalah untuk memberdayakan masyarakat Pulau Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan sumber daya alam mereka sendiri. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan adalah edukasi dan workshop sosialisasi kepada masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu untuk secara langsung menambah pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan rumput laut yang berpotensi untuk meningkatkan Nilai Kesehatan Masyarakat. Dengan memanfaatkan rumput laut secara bijaksana, masyarakat Pulau Pramuka dapat merasakan manfaat kesehatan yang berkelanjutan. Selain itu, edukasi dan pelatihan lebih lanjut tentang pemanfaatan rumput laut akan semakin memperkuat pemberdayaan masyarakat setempat.
Efektifitas Pemberian Air Rebusan Pandan Wangi Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II  di Sungai Pinang Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Amalia, Siska; Puteri, Ade Dita; Aprilla, Nia
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i1.5

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang mengganggu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Diabetes mellitus ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh diatas normal. Tanaman pandan wangi memiliki manfaat sebagai bahan aroma, pewarna makanan, kosmetik, tanaman hias, bahan kerajinan tangan, dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan daun pandan wangi terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di desa Sungai pinang wilayah kerja Puskesmas Tambang. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimental untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun pandan wangi terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 orang penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar gula darah sebelum diberikan air rebusan daun pandan wangi 5,00 dengan rata-rata penurunan kadar gula darah 2,43 Diharapkan agar pasien dapat menggunakan pandan wangi sebagai alternatif dalam menurunkan gula darah serta tenaga kesehatan dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat pandan wangi dalam penurunan gula darah.
Persepsi Guru PAUD Terhadap Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Untuk Anak Usia Dini Riana, Linda Wulan; Amalia, Siska; Annisa, Nasywa Nur
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i01.1498

Abstract

This study AIms to explore the perceptions of early childhood education (PAUD) teachers in Kutai Kartanegara regarding the use of artificial intelligence (AI)-based learning technology. Using a descriptive qualitative approach, the research gathered data through in-depth interviews and participatory observations. The findings show that PAUD teachers in Kutai Kartanegara have a positive view of the use of AI technology, especially in supporting more personalized, adaptive, and interactive learning. Several AI applications, such as adaptive learning platforms (e.g., Khan Academy Kids, ABC Mouse) and virtual assistants (e.g., Google Assistant, Alexa), have proven to offer significant benefits in enhancing children's engagement and learning experiences. However, key challenges include limited technological infrastructure, teachers' technical skills, and financial resources. Despite these challenges, most teachers express a positive attitude towards AI and are willing to adopt it if provided with adequate training and support. This study suggests the need for collaboration between the government, educational institutions, and the community to provide training and technological facilities to ensure the effective implementation of AI in early childhood education. Thus, AI is expected to enrich children's learning experiences without overlooking their social and emotional needs
Hand Hygiene Education and Manufacture of Hand Sanitizer in Miftahul Khoeriyah Madrasah, Bungursari District Amalia, Siska; Syfa, Syfa; Handayani, Hani
AbdimasMu UMTAS Vol. 3 No. 1 (2024): AbdimasMu UMTAS: Journal Of Community Service
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/pxsam234

Abstract

 Covid-19 is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). For the first time this virus was discovered in Wuhan, China at the end of December 2019. Because this virus spreads very quickly through droplets released by infected humans, WHO (World Health Organizer) then announced that this disease had become an emergency, requiring infected countries to impose a lock down system to slow the spread of the virus. The Covid-19 virus was first identified in Indonesia in March 2020 and the government imposed activity restrictions and made recommendations for a Health Protocol that must be adhered to to date to prevent its spread. One of the health protocols that must be obeyed is washing hands properly in 6 steps. Hand washing can be done with soap and clean running water, or by using a hand sanitizer. Using a hand sanitizer is easy and practical because you can take it anywhere and it doesn't take a long time, but its availability is limited and the price is quite expensive. Therefore, we want to teach the children and teaching staff at Miftahul Khoeriyah how to make hand sanitizers independently with the basic ingredients of aloe vera, alcohol and essential oil. This activity was carried out on September 5 2021 located at the Miftahul Khoeriyah Madrasah, Bungursari District
ANALYSIS OF MATURITY LEVELS OF ICT UTILIZATION ON EAST JAVA’S MICRO, SMALL, MEDIUM ENTERPRISES (MSMEs) IN THE NEW HABITS ADAPTATION ERA Amalia, Siska; Affandi, Achmad; Sumpeno, Surya
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jaree.v6i1.267

Abstract

The use of information and communication technology has increased along with the Covid-19 pandemic in early 2020 which made the whole world turn into digitalization. This study focuses on analyzing the maturity level of ICT utilization on East Java’s MSMEs using the Business Model Canvas (BMC) approach and the Capability Maturity Model ISAC FOUNDATION (2007) and evaluating gaps. The results of the analysis shows the maturity average of ICT utilization in East Java’s MSMEs is 0.86, which is at Level 1 (Initial), the gap average is 2,13 and the gap maturity value in ICT utilization in East Java’s MSMEs is Large, that is 1,5.Keywords—ICT, Maturity Level, MSMEs
Implementasi Metode Tilawah dan Tahfizh dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa SD IT Bunayya Pekanbaru Fithri, Radhiyatul; Saputri, Cici; Harianto, Aisyah; Zhafirah, Atiqah; Amalia, Siska
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2391

Abstract

Al-Qur'an merupakan salah satu Pembelajaran yang krusial dalam pendidikan Islam, khususnya dalam mengembangkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an dengan cara Implementasi pelaksanaan metode tilawah dan tahfizh. Dengan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terlaksananya pembelajaran Al-Quran di SD IT Bunayya Pekanbaru, mengetahui bagaimana kedua metode ini dapat diterapkan secara efektif, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menerapkan metode Kualitatif tipe penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang fakta sebenarnya yang terjadi di lokasi. Penggunaan metode tilawah dan tahfizh yang digunakan SD IT Bunayya dalam prosesnya berjalan dengan efektif. Dengan pelaksanaanya yaitu penggunaan metode tilawah untuk kelas 1 dan 2, kemudian penggunaan metode tahfizh dari kelas 3-6. Pembelajaran dilakukan stiap hari Senin-Rabu dengan durasi waktu pembelajaran selama 2 jam setiap harinya. Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan kedua metode ini adalah: pengaruh teman sebaya yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa, pergantian guru yang dapat menghambat pembelajaran siswa, jarang mengulang hafalan atau murojaah, kedisiplinan siswa saat belajar, dan waktu yang terbatas untuk menghafal dan murojaah.
MEMBANGUN PERAN MASJID RAYA AN-NUR SEBAGAI PUSAT PERADABAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM DI KOTA PEKANBARU Khasanah , Isti Safitri; Jasmine, Azizah Abi; Amalia, Siska; Khairinisa, Regina; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24833

Abstract

Masjid ialah tempat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Masjid merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam, karena masjid memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dan kaitannya sangat erat dengan umat Islam. kebudayaan adalah istilah yang menunjukkan segala hasil karya manusia yang berkaitan dengan pengungkapan bentuk. Kebudayaan merupakan wadah, tempat, di mana hakikat manusia memperkembangkan diri. Artikel ilmiah ini ditulis dengan tujuan untuk mendeskripsikan pembangunan dan mengelola peran masjid Raya An-Nur sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam di kota Pekanbaru yang meliputi : mengoptimalkan masjid sebagai pemberdayaan umat Islam, peran masjid dalam membangun umat yang religius-spiritualistis, sehat rohani dan jasmani, pengertian kebudayaan dan peradaban Islam, proses dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam, kontribusi Islam dalam pengembangan peradaban dunia yang damai di bersahabat. Penelitian sejarah dan budaya adalah tujuan dari tulisan ini. Dalam penggalian sejarah terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Untuk menggali data yang valid berkaitan dengan sejarah, diperlukan metode penggalian sejarah (historiografi) yang akurat. Di artikel ini menggunakan Metode Dokumenter, Metode Deskriptif dan juga dari segi analisis nya, terdapat para ahli yang menganalisis sejarah dari segi filsafat atau pesan ajaran yang terkandung didalamnya, ada pula yang menganalisis nya dengan pendekatan perbandingan dan lain sebagainya.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi Obat Apotek di Kabupaten Sleman dan Yogyakarta Marlian, Ririn Irma; Shalahuddin Al Madury; Sual, Kezia Charania Vinly Marcya; Joangga, Ilham; Alvita, Stefani Nuri; Rahmawati, Nisa; Azizah, Mifza; Amalia, Siska
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 4 No. 3 (2025): JURINSE: Desember 2025
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jurinse.v4i3.273

Abstract

Background: Self-medication is the use of drugs by individuals to treat perceived or self-diagnosed health conditions without consulting healthcare professionals. While self-medication can offer benefits such as faster relief of symptoms without the need to visit healthcare facilities, improper practices in obtaining, using, storing, and disposing of medications remain common in the community. Objective: This study aims to describe the public’s level of knowledge regarding self-medication.  The findings help to strengthen health behavior theories that emphasize the role of knowledge as a key determinant in responsible self-medication practices. Methods: A descriptive research design was employed using an observational method through a questionnaire consisting of 20 statements. A total of 90 respondents participated in the study with randomized sampling. Results: The majority of respondents were aged 18–25 years (28.88%), female (64.44%), worked as housewives (25.55%), and had completed senior high school (63.33%). The level of knowledge about self-medication was mostly in the "low" category (43.33%). The highest average correct response was in the category of knowledge related to how to obtain self-medication drugs, with a score of 74.07%. Conclusion: The public's knowledge level about self-medication is generally moderate. There is a need for enhanced education and outreach programs to promote proper self-medication practices and reduce the risk of drug misuse.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TIPE STATION ROTATIO Amalia, Siska; Carlian, Yayan; Sofyan, Muhammad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44947

Abstract

This study aims to determine the difference in the improvement of conceptual understanding abilities in the subject of Natural Sciences between classes that apply the Station Rotation type Blended Learning model and classes that apply the Direct Instruction model. This study is motivated by the low conceptual understanding of fourth grade students in the subject of Natural Sciences at UPI Laboratory Elementary School Cibiru, among others, students often experience difficulties in interpreting the concept of Natural Sciences, the application of models and methods that are less varied so that students have less endurance of learning focus, and less attention to differences in student characteristics. This study uses a quantitative approach with the Quasi-Experimental method of the Non-Equivalent Control Group Design type. The population of this study is the fourth grade of UPI Laboratory Elementary School Cibiru, while the sample of this study is the students of class IV E as many as 22 students as the control class and class IV F as many as 23 students as the experimental class. The data collection techniques are documentation, tests, and observations. Data analysis techniques with descriptive analysis consisting of analysis of test and non-test results and analysis of prerequisite tests namely normality tests and homogeneity tests, inferential analysis namely hypothesis tests, and N-Gain tests. Data analysis was carried out with the help of IBM SPSS Statistics 26 software. The results of the independent t-test N-Gain showed a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. The average N-Gain value of the control class was 0.39 with the "moderate" category and the experimental class was 0.65 with the "moderate" category. Thus, H1 was accepted and H0 was rejected, which stated that there was a difference in increasing conceptual understanding in the science subject between classes applying the Station Rotation type Blended Learning model and the Direct Instruction model.