Hakikat manusia menjadi fondasi utama dalam filsafat pendidikan Islam karena seluruh orientasi, tujuan, dan sistem pendidikan bertumpu pada pemahaman tentang manusia itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia dalam perspektif Islam melalui kajian terhadap istilah al-Insan, al-Basyar, dan Bani Adam, proses penciptaannya, serta tujuan dan fungsi keberadaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap buku-buku filsafat pendidikan Islam yang otoritatif dan jurnal nasional Indonesia yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manusia dalam perspektif Islam dipahami sebagai makhluk multidimensional yang mencakup dimensi jasmani, rohani, akal, dan qalb, serta memiliki tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah di muka bumi. Konsep ini menegaskan bahwa manusia tidak hanya berorientasi pada aspek biologis, tetapi juga memiliki potensi spiritual dan moral yang harus dikembangkan secara seimbang. Implikasi terhadap pendidikan Islam adalah perlunya pengembangan sistem pendidikan yang bersifat holistik, yaitu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak. Selain itu, kurikulum pendidikan Islam harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan kepribadian yang utuh menuju terwujudnya insan kamil yang berlandaskan fitrah dan nilai-nilai ilahiah.