Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN PERCA KAIN SEBAGAI PENDUKUNG GERAKAN SUSTAINABLE FASHION KE DALAM BUSANA ANAK Ari, Wiweka; Vita Wulansari; I Gst. Agung Ayu Widyandari Kameswari; Ni Putu Anggita Okta Pramesti
PRASI Vol. 18 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v18i02.66390

Abstract

The fashion industry is one of the biggest pollutant contributors to environmental pollution in the world today; therefore, fashion industry activists are doing various things to reduce the high number of environmental pollutions, one of which is the sustainable fashion movement. With this in mind, the utilization of patchwork waste in children's clothing is one of the solutions to reducing patchwork waste to a small form. This study aims to explain the process of creating fashion products, the types of fashion products produced, and the meaning contained in the products. By making observations, documentation, and literature studies as data collection methods to obtain inspiration and the creation method as stated by Alma Hawkins, namely exploration, improvisation, and formation, After conducting a study, it was found that the determination of the concept according to the character of the children was then followed by collecting patchwork according to the predetermined color board until it was included in the production process. The products produced are clothing for boys and girls using patchwork textile manipulation and quilting sewing techniques. This fashion product depicts children who are cheerful, active, and creative, supported by detailed textile manipulation combined with quilting sewing techniques. The conclusion is that by utilizing the remaining fabrics that are different, the resulting clothes still look contemporary for children. Besides that, using leftover fabrics also requires accuracy in determining the feasibility of the patchwork to be used. The suitability of raw materials affects the quality of products that will be used by children who are known to have more sensitive skin. Keywords: fashion waste, sustainable, patchwork, children's clothing.   Abstrak  Industri fashion merupakan salah satu penyumbang polutan terbesar atas terjadinya pencemaran lingkungan di dunia saat ini, oleh sebab itu para penggiat industri fashion melakukan berbagai macam cara untuk menekan angka pencemaran lingkungan yang cukup tinggi salah satunya adalah dengan gerakan sustainable fashion. Dengan adanya hal tersebut pemanfaatan limbah perca kain ke dalam busana anak ini menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah perca hingga dalam bentuk yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penciptaan produk fashion, jenis produk fashion yang dihasilkan dan makna yang terkandung di dalam produk. Dengan melakukan observasi, studi dokumentasi dan kepustakaan sebagai metode pengumpulan data maka diperoleh inspirasi dan metode penciptaan yang diutarakan oleh Alma Hawkins yaitu eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Setelah melakukan sebuah penelitian didapatkan hasil bahwa penentuan konsep yang sesuai dengan karakter anak-anak kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan perca kain yang sesuai dengan papan warna yang telah ditentukan hingga masuk dalam proses produksi. Produk yang dihasilkan berupa busana anak laki-laki dan perempuan dengan menggunakan manipulasi tekstil patchwork dan teknik jahit quilting. Produk fashion ini menggambarkan anak-anak yang ceria, aktif dan kreatif didukung dengan detail manipulasi tekstil yang dipadukan dengan teknik jahit quilting. Kesimpulannya adalah dengan memanfaatkan sisa kain yang biasanya berakhir menjadi limbah dapat menghasilkan busana dengan desain yang unik serta aman digunakan anak-anak. Menggunakan bahan sisa kain juga memerlukan ketelitian dalam menentukan kelayakan perca yang akan digunakan. Kelayakan bahan baku berpengaruh pada kulitas produk yang nantinya digunakan oleh anak-anak yang diketahui memiliki kulit lebih sensitif.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali Pranajaya, I Kadek; Dion Eko Prihandono; Vita Wulansari; Ngurah Gede Dwi Mahadipta

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5991

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan nasional yang penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda guna membangun karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali) sebagai upaya mengenalkan budaya Bali dan membangun kesadaran multikultural mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara, yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana. Kegiatan kebinekaan memberikan wawasan tentang keragaman budaya, kegiatan inspirasi mendorong mahasiswa untuk belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, kegiatan refleksi membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai toleransi, dan kontribusi sosial memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga mengembangkan kesadaran nasionalisme dan solidaritas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Modul Nusantara adalah model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang relevan untuk diterapkan di institusi lain. Disarankan agar program ini dikembangkan lebih lanjut dengan inovasi seperti pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi dampak berkala untuk memastikan keberlanjutannya.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali Pranajaya, I Kadek; Dion Eko Prihandono; Vita Wulansari; Ngurah Gede Dwi Mahadipta
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5991

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan nasional yang penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda guna membangun karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali) sebagai upaya mengenalkan budaya Bali dan membangun kesadaran multikultural mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara, yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana. Kegiatan kebinekaan memberikan wawasan tentang keragaman budaya, kegiatan inspirasi mendorong mahasiswa untuk belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, kegiatan refleksi membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai toleransi, dan kontribusi sosial memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga mengembangkan kesadaran nasionalisme dan solidaritas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Modul Nusantara adalah model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang relevan untuk diterapkan di institusi lain. Disarankan agar program ini dikembangkan lebih lanjut dengan inovasi seperti pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi dampak berkala untuk memastikan keberlanjutannya.