Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi peningkatan kapasitas usaha pada pelaku ekonomi melalui digital marketing Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Pratama, Gede Yudha Anugerah; Prasiani, Ni Komang
Journal of Management and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Management and Digital Business
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jmdb.v4i3.1213

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the country's key drivers in promoting economic growth. Digital technology development and changes in consumer behaviour require MSME entrepreneurs to enhance their business capacity, particularly in mastering digital marketing. The main objective of this research is to develop strategies for enhancing business capacity among economic players through digital marketing, specifically for MSMEs in the Province of Bali. The method used in this study is descriptive qualitative with a literature review approach. The results indicate that MSME actors in the Province of Bali need to implement strategic steps to face business competition, including gaining more accessible access to capital and financial literacy with the support of relevant stakeholders, producing potential products, determining product branding and pricing, fostering continuous innovation, and enhancing digital marketing skills through content creation, building engagement to foster loyalty, and applying human-centric principles.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali Pranajaya, I Kadek; Dion Eko Prihandono; Vita Wulansari; Ngurah Gede Dwi Mahadipta

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5991

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan nasional yang penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda guna membangun karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali) sebagai upaya mengenalkan budaya Bali dan membangun kesadaran multikultural mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara, yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana. Kegiatan kebinekaan memberikan wawasan tentang keragaman budaya, kegiatan inspirasi mendorong mahasiswa untuk belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, kegiatan refleksi membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai toleransi, dan kontribusi sosial memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga mengembangkan kesadaran nasionalisme dan solidaritas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Modul Nusantara adalah model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang relevan untuk diterapkan di institusi lain. Disarankan agar program ini dikembangkan lebih lanjut dengan inovasi seperti pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi dampak berkala untuk memastikan keberlanjutannya.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali Pranajaya, I Kadek; Dion Eko Prihandono; Vita Wulansari; Ngurah Gede Dwi Mahadipta
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5991

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan nasional yang penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda guna membangun karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali) sebagai upaya mengenalkan budaya Bali dan membangun kesadaran multikultural mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara, yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana. Kegiatan kebinekaan memberikan wawasan tentang keragaman budaya, kegiatan inspirasi mendorong mahasiswa untuk belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, kegiatan refleksi membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai toleransi, dan kontribusi sosial memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga mengembangkan kesadaran nasionalisme dan solidaritas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Modul Nusantara adalah model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang relevan untuk diterapkan di institusi lain. Disarankan agar program ini dikembangkan lebih lanjut dengan inovasi seperti pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi dampak berkala untuk memastikan keberlanjutannya.
Bridging Digital Service Gaps: Integrating Chatbots and Product Catalogs in BUMDes Baturiti Sudrajat, Kadek; Cahyono, Irfan; Pratama, Putu Yogi Agustia; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Wicaksana, GDA; Bohm, Fabian; Lovas, Tibor
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v9i2.7843

Abstract

Digital transformation has become an essential driver for improving public service quality in Village-Owned Enterprises (BUMDes). However, many BUMDes still rely on manual information services, resulting in slow responses, limited accessibility, and low visibility of local products. This study addresses these challenges by examining the integrated implementation of chatbot technology and a digital product catalog on the BUMDes Baturiti website. A qualitative single case study approach was employed, involving in-depth interviews, participatory observation, and conversation log analysis conducted from January to June 2025. The findings reveal that chatbot adoption significantly enhances service efficiency through real-time automated responses, while the digital product catalog increases product visibility and market reach. The integration of both technologies reduces service complaints from 10 to 3 cases per month and increases user satisfaction to 85 percent for chatbot features and 80 percent for the product catalog. Key success factors include technological readiness, human resource capacity, stakeholder collaboration, and adequate infrastructure. This study contributes a practical model for digital service innovation in rural economic institutions and demonstrates how integrated digital solutions can strengthen transparency, accountability, and public trust in BUMDes operations.
Empowering Wana Kriya MSMEs Through Utilizing Local Wood Into Decoration and Accessory Products LESTARI, Ni Putu Emilika Budi; PRANAJAYA, I Kadek; PUTRI, Putu Yudha Asteria; DEWI, Ni Made Emmi Nutrisia; PRASIANI, Ni Komang; MANDALA, I Gusti Ngurah Agung Kepakisan; MAHADIPTA, Ngurah Gede Dwi; PARAMITA, Ni Kadek Ayu Pradnya; WICAKSANA, Gede Dharma Arya; CAHYONO, Irfan; WIRATAMA, Dhanendra; WIBAWA, Ida Bagus Surya
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober – Januari 2026)
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ahjpm.v4i3.1635

Abstract

This community service program aims to empower the Wana Kriya MSME in Pering Village, Gianyar, Bali through the sustainable use of local wood to create economically valuable decorative and accessory products. The activities are carried out through several stages, including socialization, training in creativity and product design innovation, branding training, photography, product identity, and visual content. In addition, training is provided on digital marketing and social media utilization, MSME management, production, and entrepreneurship. The counseling and community empowerment program is carried out with the theme "Building MSMEs Based on Local Resources: Developing a Creative Economy and Sustainability Towards Creative and Competitive Villages." Appropriate technology support is realized through the provision of tools for cutting and finishing funded by a grant from the Directorate of Research, Technology, and Community Service, Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology for Fiscal Year 2025. The application of digital information technology is carried out through the creation of promotional media on Facebook, Instagram, and marketplace integration. The results of the activities show an increase in the ability of partners to produce local wooden decorative and accessory products that are more creative, high-quality, and have a stronger visual identity and digital marketing strategy. This program encourages the development of the creative economy, sustainability, and competitiveness of Pering Village towards a creative village based on local resources.
Penerapan Desain Rumah Joglo Pada Fasilitas Publik di Bali Morgana, Zulfa Azka; Rahayu, Ni Nyoman Sri; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15804

Abstract

Arsitektur tradisional Indonesia memiliki kekayaan bentuk dan makna yang masih relevan untuk diterapkan di masa kini. Salah satunya adalah rumah Joglo dari Jawa Tengah, yang dikenal dengan struktur simbolik dan filosofisnya. Seiring perkembangan zaman, bentuk Joglo mulai digunakan dalam berbagai fungsi baru, termasuk sebagai ruang publik seperti restoran. Adaptasi rumah Joglo sebagai restoran di Bali menunjukkan perpaduan antara budaya Jawa dan arsitektur Bali. Salah satu contohnya adalah restoran Yakiniku Joglo di Sanur, yang menggabungkan bentuk tradisional Joglo dengan aturan arsitektur lokal Bali, seperti yang tercantum dalam PERDA Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005 dan Peraturan Walikota Denpasar No. 25 Tahun 2010. Bentuk atap limasan, ornamen Bali seperti murda dan ikuh celedu, serta prinsip Tri Angga diterapkan agar bangunan tetap selaras dengan lingkungan sekitar. Meski desain asli Joglo tetap dipertahankan pada bagian penting seperti Sakaguru dan pendhapa, penyesuaian dilakukan agar bangunan memenuhi fungsi restoran dan mematuhi aturan daerah. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa pengunjung merasa nyaman dan menyukai suasana tradisional yang tercipta. Joglo yang diadaptasi dengan nilai lokal Bali tidak hanya memperkaya identitas budaya bangunan, tetapi juga membuktikan bahwa elemen arsitektur tradisional bisa tetap relevan dan fungsional dalam konteks modern.   Kata Kunci: adaptasi arsitektur, adaptasi budaya, arsitektur bali, Joglo, Tri Angga    
ECO-INTERIOR RUANG PERMAKULTUR : MENGHUBUNGKAN RUANG & ALAM DI KAWASAN HUTAN DESA ABANG Ambarawati, Ida Ayu Oka; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Utami, Ni Kadek Yuni
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15813

Abstract

Perancangan Eco-Interior Ruang permakultur bertujuan untuk menciptakan ruang yang harmonis antara manusia dan alam di kawasan Hutan Abang, Desa Abang Baturiti, Bali. Lokasi ini merupakan bagian dari skema kehutanan sosial yang dikelola oleh HKm Abang Lestari, dengan tantangan utama berupa keterbatasan fasilitas dan kebutuhan akan ruang yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interior ruang publik berbasis prinsip permakultur yang adaptif terhadap konteks lingkungan dan sosial kawasan. Konsep ruang permakultur diterapkan dalam desain untuk memastikan bahwa ruang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem. Prinsip utama permakultur—perhatian terhadap bumi, perhatian terhadap manusia, dan pembagian hasil yang adil—diimplementasikan melalui pemanfaatan material alami dan daur ulang, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara, serta integrasi elemen vegetasi dalam ruang. Ruang yang dirancang meliputi area registrasi, pusat komunitas, pasar petani, workshop edukasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Metode perancangan dilakukan dengan pendekatan berbasis observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta analisis kebutuhan pengguna. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi model desain yang tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsep permakultur serta mendukung kesejahteraan ekonomi lokal. Kata Kunci: Eco-Interior, Ruang permakultur, Interior Berkelanjutan, Desa Abang    
INOVASI ECO-CRAFT BERBASIS LIMBAH KULIT KERANG LAUT UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM AYU & BAGUS COLLECTION DI DESA SERANGAN Nutrisia Dewi, Ni Made Emmi; Wika Artawan, I Kadek; Agung Kepakisan Mandala, I Gusti Ngurah; Pradnya Paramita, Ni Kadek Ayu; Asteria Putri, Putu Yudha; Emilika Budi Lestari, Ni Putu; Pranajaya, I Kadek; Prasiani, Ni Komang; Yogantari, Made Vairagya; Dwi Mahadipta, Ngurah Gede; Sintia Dewi, Ni Kadek Tarisa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6915

Abstract

Serangan Village, as a coastal area, generates a large amount of shell waste that has the potential to be processed into products with economic value. This community service program aims to enhance the capacity of Ayu & Bagus Collection MSMEs in Serangan Village through eco-craft innovations based on marine shell waste. The implementation methods include needs assessment, training, mentoring, and the provision of supporting facilities. The training covers product design based on local wisdom, business management, digital marketing strategies, and the use of technology in production and promotion. In addition, the community service team provided various supporting tools, such as production and finishing equipment, funded by a grant from the Directorate of Research, Technology, and Community Service, Directorate General of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology, in the 2025 Fiscal Year. The results indicate an increase in product quantity, improved skills of partners in producing more creative eco-craft designs, more structured business management, and better utilization of digital media for marketing. The provision of equipment also supports business sustainability by accelerating production and improving product quality. This program contributes directly to the empowerment of MSMEs and environmental preservation through the utilization of shell waste. Thus, the collaboration of training and facility provision demonstrates a potential model of community empowerment through eco-craft that is competitive, sustainable, and rooted in local potential.
Penguatan Museum Sumpah Pemuda sebagai destinasi wisata sejarah melalui motion graphic Princess Slyny Audrey; Ngurah Gede Dwi Mahadipta; I Nyoman Larry Julianto
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang media informasi berupa Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk mempromosikan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya pelajar, mengenai Cagar Budaya "Museum Sumpah Pemuda". Perancangan ini didasari oleh minimnya informasi dan kesadaran publik akan pentingnya museum sebagai situs bersejarah. Konsep perancangan karya menggunakan gaya kartun dengan teknik vector cell shading yang disajikan dalam bentuk video penggabungan teknik motion graphic, animasi 2D, dan videografi. Visual yang menarik ini diperkaya dengan audio fun dan narasi voice over untuk menciptakan alur cerita informatif yang lebih menarik. Metode desain yang digunakan adalah metode Luther yang mencakup enam tahapan: Konsep, Perancangan, Pengumpulan Bahan, Pembuatan, Pengujian, dan Pendistribusian.Data dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, kuesioner terhadap 137 responden, dan wawancara langsung dengan pihak Museum Sumpah Pemuda. Hasil uji evaluasi karya terhadap 220 responden menunjukkan bahwa perancangan ILM dengan teknik motion graphic, storytelling, dan elemen visual yang efektif mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari dan mendalami situs-situs sejarah, termasuk cagar budaya lainnya.
Implementing Peer-Review to Support Business English Writing among EFL Learners Wicaksana, GDA; Sudrajat, Kadek; Suprihatin, Yeni; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Baur, Kim; Karisyati, Ni Putu; Pratama, Putu Yogi Agustia; Prasetya, Guntur Nanda; Junior, Jacinto Oliveira
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.794

Abstract

This study examines the implementation of peer-review in developing Business English writing skills among undergraduate business students at Institut Desain dan Bisnis Bali. A mixed-method research design was employed involving 39 students enrolled in an English for Business course over one semester, with the course lecturer included as an informant. Data were collected through classroom observations, documentation of students’ writing drafts and peer-review activities, and a perception survey using a five-point Likert scale. Qualitative data were analyzed descriptively to explore the peer-review process, instructional scaffolding, and student engagement, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics and interpreted based on Koyan’s (2012) perception criteria. The findings reveal that structured peer-review supports students’ writing development by enhancing grammatical awareness, word choice, and active classroom participation. Quantitative results indicate very high student perceptions of teacher performance, with a mean score of 4.48, reflecting strong pedagogical, cognitive, and affective competencies. Addressing a research gap, this study situates peer-review within Business English instruction in a heterogeneous EFL classroom, an area that remains underexplored. The study contributes theoretically to peer-review pedagogy and practically by proposing a structured peer-review model that facilitates active learning and writing development in Business English contexts.