Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dampak Pekerjaan Freelance Terhadap Penanaman Nilai-Nilai Islam Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Pada Pengguna Instagram) Hafizh, Muhammad Haidar; Galih Permana, Muhammad Yogi
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1077

Abstract

Pekerjaan freelance merupakan pekerjaan dengan fleksibilitas yang memungkinkan setiap individu dapat menggabungkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Lalu muncul pertanyaan bagaimana pekerjaan freelance ini berdampak terhadap penanaman nilai-nilai Islam dalam rumah tangga? Antara hak dan kewajiban, dampak ekonomi, psikologi, sosial, spiritual, serta kesehatan dan biologis dari pekerjaan freelance ini. Instagram merupakan salah satu platform terbesar bagi pekerja freelance. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Menganalisis dan menemukan pandangan islam mengenai pekerjaan freelance dan dampaknya terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga, (2) Menganalisis dan menemukan dampak positif dan negatif pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga, (3) Menganalisis dan menemukan solusi dari dampak pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Islam sangat perhatian terhadap pekerjaan seorang muslim dari penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga serta dampak yang terjadi bagi pekerja freelance. (2) Ada 5 dampak pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai Islam dalam rumah tangga dan ada 4 dampak negatif pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga pada pengguna instagram. (3) Ada 5 strategi pekerja freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga. Freelance work is a job with flexibility that allows individuals to combine work with their personal lives. Then the question arises how this freelance work affects the cultivation of Islamic values in the family? About rights and obligations, the economic, psychological, social, spiritual, and health and biological impacts of this freelance work. Instagram is one of the largest platforms for freelance workers. The objectives of this study are; (1) To analyze and find the Islamic view of freelance work and its impact on the cultivation of Islamic values in the household, (2) To analyze and find the positive and negative impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household, (3) To analyze and find solutions to the impact of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household. The results of this study are; (1) Islam is very concerned about the work of a Muslim from the cultivation of Islamic values in the household and the impact that occurs for freelance workers. (2) there are 5 impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household and there are 4 negative impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household on Instagram users. (3) There are 5 strategies of freelance workers towards the cultivation of Islamic values in the household.
Al hadzr min Al zawaji bi sabab Al harf al awwal al mumatsil min ism Al qoryah likulli min Al arusain (Dirosah hallah fi mantiqoh Sibu muqotoah Blora) Kurnianingtyas, Khafida; Galih Permana, Muhammad Yogi
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 14, No 2 (2023): YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v14i2.22654

Abstract

الزواج هو جمع رجل وامرأة معًا لبناء أسرة من خلال عقد يتم من خلال استيفاء شروط وأركان الزواج. الزواج الصحيح هو الزواج المستوفي لجميع أركان الزواج وشروطه. فالزواج باطل إذا اختل شرط من شروطه أو أركانه. لدى إندونيسيا مجموعة متنوعة من الثقافات العرقية، وفي كل منطقة هناك تقاليد زفاف مختلفة. على سبيل المثال، ما حدث في سيبو، جاوة الوسطى، هو أنه كان هناك حظر على الزواج بسبب التماثل في الحروف الأولى من أسماء العروس والعريس في القرية. سيبو هي منطقة فرعية في منطقة بلورا، مقاطعة جاوة الوسطى، إندونيسيا. يهدف هذا البحث إلى معرفة أصول واتجاهات المجتمع ومراجعة الأحكام الشرعية لتحريم الزواج بسبب تماثل الحروف الأولى من أسماء قريتي العروس والعريس. النهج في هذا البحث هو استخدام النهج النوعي مع نوع دراسة الحالة البحثية. تظهر نتائج هذا البحث ما يلي: (1) بدأ الأمر بالعديد من الحوادث غير السارة التي حدثت عندما تم الزواج بين شخصين كانت الأحرف الأولى من اسم قريتهما متطابقة. وبسبب العديد من الحوادث غير السارة، تم منع الزواج بسبب تماثل الحروف الأولى من أسماء قرى العروس والعريس. (٢) على هذا الحديث فيه ثلاث آراء من المجتمع. (3) لا يوجد في الإسلام أي تحريم للزواج بسبب تماثل الحروف الأولى من أسماء قرى العروس والعريس.
Kriteria Memilih Pasangan Hidup Alumni Pondok Pesantren Minhaj Shahabah Perspektif Hukum Islam Haekal, Rifky; Galih Permana, Muhammad Yogi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.3063

Abstract

Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk mencapai tujuan ini, penting bagi calon pasangan untuk mempertimbangkan kriteria pasangan agar kehidupan rumah tangga harmonis. Hukum Islam dalam bab munakahat membahas kriteria pasangan hidup sesuai syariat, seperti dalam hadis riwayat Bukhari No. 4700. Penelitian dilakukan kepada alumni Pondok Pesantren Minhaj Shahabah angkatan 2020 yang telah mempelajari fikih nikah, termasuk kriteria memilih pasangan hidup sesuai syariat. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus dengan metode wawancara. Hasil dari peneltian adalah bahwasanya kriteria pasangan ideal menurut Islam adalah: (1) Salihah dan baik agamanya, (2) Yang dapat menyenangkan pasanganya, (3) Yang sesuai fisiknya dengan preferensi pribadi dan (4) Memiliki kesuburan. Adapun kriteria yang tidak ideal adalah: (1) Suka ber-tabarruj, (2) Suka melupakan kebaikan pasangan dan (3) Suka bergaul dengan pria yang bukan mahramnya (salfa). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, peneliti menemukan beberapa faktor yang memengaruhi informan dalam menentukan kriteria pasangan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: (1) Faktor agama, (2) Faktor pendidikan, dan (3) Faktor pekerjaan. Adapun permasalahan yang didapati informan adalah (1) Penyelarasan dalam prinsip beragama dan (2) Perbedaan pandangan dengan keluarga.