Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Concentration and Soaking Duration Organic Growth Regulators for Stimulated Jati Unggul Nusantara (JUN) Shoots Cuttings Seran, Wilhelmina; Mau, Astin Elise; Pellondo’u, Mamie Elsyana
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.274-284

Abstract

Jati Unggul Nusantara (JUN) is a new teak seedling product that is a teak variety obtained from the selection of superior teak clones from all over Indonesia using DNA selection. Vegetative effort propagation performed of JUN with shoot cuttings. Concentration and soaking duration  growth regulators are important aspects in vegetative plant propagation especially by shoot cutting. The research was conducted at Maulafa – Kota Kupang  from Mei to August 2020, The experiment was arranged in Complete Randomize Design 2 factorial applications with 3 replication. Factors studied are growth regulator concentration of cow urine 50% (A1), cow urine 100% (A2), green bean  extract 50% (A3), green bean extract 100% (A4), shallot extract 50% (A5) and shallot extract 100% (A6) while soaking duration consists of 4 factors, 2 hours (B1), 4 hours (B2), 6 hours (B3) and 8 hours (B4). The measured observation parameters are the percentage of life, the period of appearance of shoots, the number of leaves, shoot lenght,, shoot roots and the number of roots. The experiment result showed  that variation of concentration organic growth regulator significant effect of JUN shoot cuttings. The treatment of Shallot extract 50% (A5) which affects the percentage of life parameters, the period of appearance of shoots, the number of leaves and shoot lenght.  The treatment of shallot extract 100% (A6) which affects the observation parameters of root length and the number of roots. Interaction among the treatment combination of organic growth regulators A6B2 (ZPT 100%) shallot extract and 4 hours soaking duration significant effect  on the number of roots.
PELATIHAN PEMBUATAN EFEKTIF MIKROORGANISME LOKAL (EMOL) BAGI MASYARAKAT TANI HUTAN DI DESA KOTABES, KABUPATEN KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie Elsyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26076

Abstract

Masalah produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan yang diterapkan oleh masyarakat. Pola tanam yang tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air tentunya memberi dampak negatif berkelanjutan bagi produktifitas lahan.  Masyarakat desa Kotabes yang merupakan salah satu wilayah di dalam kawasan hutan Sisimini Sanam melakukan praktek tani hutan yang mengakibatkan banyaknya tanaman sisa panen yang dibiarkan busuk dan menjadi sampah organik khususnya pada saat musim panen. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah bagi keberlanjutan lingkungan dan dapat memberi kontribusi terhadap pemanasan global (Global warming). Salah satu cara yang tepat untuk masalah yang berkaitan dengan sampah organic adalah dengan mengolahnya  menjadi bentuk yang lain untuk dapat dimanfaatkan, misalnya dengan mengolah sampah organik menjadi Efektif Mikroorganisme Lokal (EMOL). Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah bertujuan untuk  memberikan pelatihan bagi masyarakat kelompok tani agar dapat mengolah sampah organik menjadi EMOL. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi pelatihan dan praktek pembuatan EMOL secara langsung. Masyarakat sebagai peserta pelatihan terlihat sangat antusias yang ditandai dengan keaktifan mereka didalam menyediakan bahan baku pembuatan EMOL yang bersumber dari sampah organik  setempat serta keaktifan mereka didalam berdiskusi dengan pemateri dan tim pelaksana kegiatan PKM. Kesadaran akan pentingnya mengolah sampah organik perlu ditanamkan kepada masyarakat petani untuk keberlanjutan lahan dan lingkungan.