Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengalaman Auditor Dan Kompleksitas Tugas Terhadap Audit Judgement (Studi pada Kantor Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat) La Ode Abdul Rakhman; Fariz Mustaqim
Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen Vol. 6 No. 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengalaman auditor dan kompleksitas tugas terhadap audit judgment Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat, dimana auditornya sebagai sampel dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukuan secara purposive sampling dengan sampel responden 35. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman auditor berpengaruh terhadap audit judgment dan kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap audit judgment.
SOSIALISASI MENABUNG SEJAK DINI DALAM UPAYA MEMBANGUN KEBIASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN YANG BAIK PADA ANAK SEKOLAH DASAR Anisa Rizkayati; Mitrakasih La Ode Onde; Kamarudin, Kamarudin; La Ode Abdul Rakhman; Fariz Mustaqim; Chintia Berliana Rizky; Tamara Althafunisa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9333

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, seringkali dihadapkan pada berbagai iklan dan promosi produk yang dapat mempengaruhi perilaku konsumtif.. Daya beli masyarakat yang tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Inflasi juga berpengaruh terhadap tabungan domestik. Menabung merupakan salah satu keterampilan keuangan yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Membangun kebiasaan menabung sejak dini adalah langkah awal yang sangat penting dalam pendidikan keuangan anak-anak. Dengan menanamkan nilai-nilai ini, kita tidak hanya mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan, tetapi juga membantu mereka menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan bijaksana dalam mengelola keuangan. Dengan mendidik anak tentang pentingnya menabung, kita membantu mereka untuk menghindari utang di masa depan, mengembangkan kemampuan untuk merencanakan dan menetapkan tujuan, serta memahami konsep pengeluaran yang bijak dan investasi. Pentingnya menabung juga ditekankan dalam berbagai program sosial dan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat menabung. Misalnya, kegiatan sosialisasi yang dilakukan di sekolah-sekolah dan komunitas untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya menabung dapat membantu mereka membangun kebiasaan baik ini sejak usia dini. Kegiatan sosialisasi menabung sejak dini dilakukan dengan tujuan mewujudkan program nasional dalam menciptakan generasi yang mampu melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Selain itu kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat menabung dan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik bagi anak-anak.
Pengaruh Struktur Pembiayaan terhadap Risiko Utang UMKM Perikanan di Kabupaten Buton Selatan Ahmad Daholu; Ismail Failu; Deki Pardana; Fariz Mustaqim
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/aq8m0040

Abstract

This study analyzes the effect of financing structure on debt risk among fishery MSMEs in South Buton Regency, Indonesia. Using a mixed-methods approach with a survey of 200 MSMEs, this research developed a Financial Structure Index (FSI) and applied Structural Equation Modeling (SEM). The results show that 66.5% of MSMEs rely on informal financing (pengambe) with an effective interest rate of 238.94% per year. The proportion of informal financing has a positive and significant effect on the probability of default (beta=0.0067; p<0.001) and financial distress index (beta=0.440; p<0.001). MSMEs with a hybrid structure exhibit significantly lower default risk (0.205 vs 0.392; p<0.001) and lower weighted cost of capital (153.39 vs 199.45; p<0.001) compared to informal-dominant MSMEs. These findings underscore the urgency of policy interventions through a blended financing framework that integrates formal credit access, financial literacy, and risk-sharing mechanisms.