Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Asuhan Persalinan Normal terhadap Kelengkapan Pencatatan Rekam Medis Persalinan: Penelitian Kuasi Eksperimen Wibowo, Syifa Sofia; Kusumawati, Nugraheni
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.836

Abstract

Terdapat lima benang merah yang diajarkan dalam pelatihan APN dengan poin ke-4 yang merupakan pencatatan (rekam medis) asuhan persalinan yaitu lembar partograf. Salah satu keterampilan yang diajarkan selama pelatihan APN adalah pengisian lembar partograf sebagai dokumen rekam medis persalinan dengan baik dan lengkap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah pelatihan APN efektif terhadap kelengkapan pencatatan rekam medis persalinan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan melakukan pretest dan posttest. Jumlah populasi penelitian adalah 17 orang yang mengikuti pelatihan APN disalah satu lembaga pelatihan APN di Kota Semarang dan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar partograf yang kemudian dinilai dengan daftar tilik penilaian partograf. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini menghasilkan angka Sig. 0,008 yang menunjukkan adanya efektivitas pelatihan APN terhadap kelengkapan pencatatan rekam medis persalinan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji persepsi tenaga kesehatan terhadap pelatihan APN.
Usia, Pendidikan, dan Penggunaan Aplikasi Kesehatan Berhubungan dengan Penerimaan Penggunaan Aplikasi Deteksi Penyakit Kronis Widianawati, Evina; Kusumawati, Nugraheni; Wulan, Widya Ratna; Pantiawati, Ika
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1181

Abstract

The results of the examination of patients who take part in the Prolanis program are only recorded at health care facilities, while the patients themselves do not know the results of the examination. To bridge this, chronic disease detection applications are designed. There are several factors that can affect a user's willingness to use the application, one of which is the user's characteristics. This study aims to examine the relationship between respondent characteristics and acceptance of chronic disease detection applications. The type of research used is quantitative research with the location of the study, namely in health service facilities in Semarang Regency, namely Lerep Health Center, Ungaran Health Center and Niki Helti Clinic. Data were obtained through questionnaires with a linkert scale filled out by patients in health care facilities as system users as many as 131 respondents. The study will be conducted in June-August 2023. Data analysis techniques using Chi square test and Spearman Rank test. The results showed that there was a relationship between age (p value 0.001), education (p value 0.000), length of use of mobile phones (p value 0.001) and use of health applications (p value 0.012) on the acceptance of chronic disease detection applications. Gender (p value 0.051), occupation (p value 0.626) and length of work (p value 0.293) were not associated with acceptance of chronic disease detection applications. In further research, it is recommended to conduct a mix method study, apply a qualitative approach, and add variables such as digital literacy.
Pendampingan Pelaksanaan Posyandu Lansia Lily Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Wibowo, Syifa Sofia; Kusumawati, Nugraheni; Belladiena, Alfiena Nisa
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1037

Abstract

Posyandu Lansia Lily merupakan satu-satunya posyandu lansia di lingkungan Kelurahan Pandean Lamper, Semarang. Posyandu Lansia Lily terkahir dilaksanakan di bulan Februari 2024. Posyandu seharusnya dilakukan sebulan sekali sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan RI. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu agar pelaksanaan Posyandu Lansia Lily dapat berjalan kembali sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lansia serta sebagai langkah preventif untuk deteksi dini penyakit tidak menular dikawasan Kelurahan Pandean Lamper, Semarang. Metode pengabdian ini dimulai dari perijinan pelaksanaan kegiatan, persiapan tempat dan alat hingga pelaksanaan kegiatan posyandu. Pelaksanaan Posyandu Lansia Lily diikuti oleh semua lansia yang terdaftar yaitu seebanyak 30 lansia dan dibantu oleh 10 orang kader dan satu orang petugas kesehatan dari Puskesmas Gayamsari. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa dari 30 orang lansia, 20 lansia menderita hipetensi, 4 orang memiliki kadar kolesterol tinggi, 12 orang menderita asam urat dan 6 orang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Kegiatan Posyandu Lansia Lily telah berjalan dengan baik dan lancar.
TINJAUAN FAKTOR ERGONOMI SERTA GANGGUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI UNIT PENDAFTARAN RAWAT JALAN RSD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG Kusumawati, Nugraheni; Septiani, Cintia Adinda; Wibowo, Syifa Sofia
Jurnal Infokes Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/kf2ey043

Abstract

Beberapa permasalahan ergonomis yang ditemukan di Unit Pendaftaran Rawat Jalan di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang adalah ruangan pendaftaran sempit, ukuran sarana kerja belum sesuai dengan ukuran tubuh petugas, dan petugas mengalami mata lelah, pegal-pegal, dan sakit punggung. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan faktor ergonomic serta gangguan kesehatan dan keselamatan kerja di unit pendaftaran rawat jalan RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada empat petugas pendaftaran rawat jalan di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Sumber data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan desain sarana meja dan kursi tidak ergonomis. Luas tempat kerja belum sesuai dengan standar yang ada. Jam kerja sudah sesuai yaitu 35 jam per minggu. Dimensi tubuh petugas rawat jalan sebagian sudah sesuai dengan ukuran sarana meja dan kursi. Keluhan fisik yang dialami petugas adalah pegal-pegal karena kursi terlalu tinggi, badan sakit-sakit karena kurang panjangnya ruang antar meja petugas, mata lelah karena terlalu lama melihat komputer, petugas merasa selalu ingin berbaring, mudah lelah, mudah sakit, merasa tidak nyaman dalam bekerja, dan tidak berkonsentrasi saat bekerja. Kesimpulannya permasalahan ergonomi di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang mengakibatkan adanya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas pendaftaran rawat jalan dan peneliti memberikan saran mengingat keterbatasan jumlah responden dalam penelitian ini, maka disarankan agar penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan cakupan sampel yan lebih luas serta pendekatan metodologi yang disesuaikan, sehingga diperoleh hasil yang lebih representatif dan valid.
Analysis Of Understanding Of Sexual Violence In University Campus Wibowo, Syifa Sofia; Rimawati, Eti; Kusumawati, Nugraheni; Ashari, Ayu
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i1.12863

Abstract

According to a survey conducted by Kemendikbudristek, the majority of sexual violence took place in universities, 65 incidences of sexual violence occurred in universities in July 2023. The research sample was students of one of the campuses in the city of Semarang and 468 people completed it. This study aims to determine the understanding of lecturers, teaching staff and students at campus regarding sexual violence. This study is an analytical observational study using a cross-sectional research approach and a descriptive research design using primary data. The respondents were mostly students (97%) from the Faculty of Health (24.3%) and female (61.5%). The majority of respondents (97.9%) claimed to have heard of sexual violence and to be familiar with its concept. Non-physical sexual violence, including verbal abuse and sensual look, was selected as a form of sexual assault by 268 respondents (57.3%). The majority of respondents (97.9%) reported having heard, witnessed, or experienced sexual violence also the incident happened off campus. The reason respondents not report sexual harasseent because respondents believe that sexual violence cases are private issues that should not be disclosed to others. 88.5% respondents of the sample answered its crucial to avoid sexual violence on theuniversity campus. Among the preventative measures that university campus may implement to stop sexual violence, respondents recommended a safe and private reporting system (45.3%). In order to report or handle sexual violence cases, respondents recommended a hotline that is available at all times (22.4%).
Overview Of The Readiness For The Implementation Of Electronic Medical Records For Outpatient Registration At Bumiayu Hospital Using The DOQ-IT Method Fitriyani, Salsabila; Kusumawati, Nugraheni; Wibowo, Syifa Sofia; Belladiena, Alfiena Nisa
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v3i2.84

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (RME) at Bumiayu Hospital has not been evenly distributed. This is due to several factors, including the lack of special training for the registration sub-unit and the limited educational background of the officers who handle RME. In addition, the information technology infrastructure in hospitals is still not optimal, and governance and leadership support is considered inadequate. These conditions can affect the readiness of the system and reduce the accuracy in recording patient data. This study aims to describe the readiness of registration officers in the implementation of RME using the DOQ-IT method. The aspects studied include human resources, organizational culture, leadership governance, and IT infrastructure. The study uses a descriptive quantitative approach with a cross sectional approach. Data was collected using a questionnaire filled out by 4 registration officers. The results of the analysis on 4 variables show that hospitals are classified as very ready in the implementation of RME. The results of the study were dominated by women (75%) with Diploma education (75%) and a working period of >10 years (75%) The following are the readiness scores for the implementation of RME at Bumiayu Hospital: Human Resources (22.2), Organizational Work Culture (47.6), Leadership Governance (35.9), Information Technology Infrastructure (18.2). The Bumiayu Hospital Medical Record Installation should provide special training on the use of RME, especially for registration officers.
Penyuluhan Menstrual Hygiene Management (MHM) dan Perhitungan Masa Ovulasi untuk Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Wibowo, Syifa Sofia; Wulandari, Fitria; Kusumawati, Nugraheni; Pantiawati, Ika
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1304

Abstract

Angka kejadian Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) tertinggi di dunia terjadi pada usia remaja (35-42%). Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan yaitu dengan sosialisasi menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi bagi remaja perempuan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstrual hygiene dan perhitungan masa ovulasi yang menjadi dasar upaya pencegahan gangguan reproduksi serta peningkatan kualitas hidup remaja perempuan. Metode kegiatan yang dilakukan dimulai dari perijinan pelaksanaan kegiatan, persamaan persepsi dengan mitra, persiapan tempat sosialisasi hingga pelaksanaan sosialisasi kegiatan. Karang Taruna Jambusari sebagai mitra kegiatan ini berpartisipasi sebagai fasilitator dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi dilakukan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 oleh tim kegiatan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Karang taruna Jambusari dihadiri oleh 34 orang remaja perempuan dengan rentang usia 10-18 tahun. Dilakukan  pengisian kuesioner pre-post test untuk menilai pemahaman responden terkait materi yang disampaikan. Hasil pre-test menunjukkan nilai total  52,2 poin dan nilai post-test menunjukkan nilai 85,5 poin. Tujuan kegiatan sudah tercapai yang dibuktikan dengan terlaksananya kegiatan secara lancar. Hasil kuesioner pre-post test menunjukkan bahwa resonden telah memahami materi yang disampaikan oleh tim pengabdian dengan baik
TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENDAFTARAN ONLINE RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KABUPATEN SEMARANG Kusumawati, Nugraheni; Anjani, Sylvia; Faqih, Haiqal; Wulan, Widya Ratna
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i3.634

Abstract

Manual outpatient registration often leads to long queues, especially during the first 105 minutes after the service opens, causing patients to experience waiting times that exceed the standard (±8.8 minutes per patient compared to the 5–7-minute standard). Puskesmas Lerep has provided an online registration service through the Mobile JKN application since 2024. However, the utilization of this online service remains suboptimal, as most patients continue to register manually, and registration waiting times are still above the minimum service standard. This study aims to analyze the implementation of the online registration system for outpatient services using the 5M approach (Man, Material, Method, Machine, and Money). A descriptive qualitative method was employed. Data were collected through interviews and observations conducted at Puskesmas Lerep, Semarang Regency, in August 2025. The results indicate that the technical implementation of the online registration system is functioning well and there are no complaints regarding the system’s interface. However, elderly patients are unable to operate the Mobile JKN application, leading them to prefer registering directly at the puskesmas. The Man aspect worked adequately as staff could operate the system well and maintain smooth inter-unit communication. The Material aspect was considered sufficient, although small technical issues such as manual data updates remained. The Method aspect was consistently applied according to regulations. The Machine aspect functioned stably with minimal problems such as occasional internet connection disruptions. Meanwhile, the Money aspect still depended on funding submissions to the Health Office. Overall, the online registration system at Lerep Primary Healthcare improved service efficiency but required enhancements in outreach and equipment maintenance. Keywords: online registration; 5M approach; implementation review; outpatient; SIMPUS