Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Coral and Reef Fish Biodiversity in the Waters of Bangka Island, North Sulawesi Mantiri, Rose O. S. E.; Septianto, Andarum; Ridwan, Moh.; Suputri, Putu Ayu; Podung, Thania Theresia; Kalmareuro, Vennda Uno; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.66620

Abstract

This study documents and identifies the diversity of coral reefs and reef fish species in the waters of Bangka Island, North Sulawesi, a coastal area rich in marine biodiversity and ecologically and economically important to the local community. The Underwater Visual Census (UVC) method was used through snorkeling and diving at depths of less than 18 meters at three locations (Coral Eye house reef, Tanjung Husi, and Linggua) from March 14 to April 4, 2025. Visual data were collected and identified in the Coral Eye Library. The results indicate that the coral reef ecosystem around Coral Eye is dominated by branching corals (Acropora) and stony corals (massive), which are important habitats for reef fish. The reef fish community is dominated by the families Pomacentridae and Chaetodontidae at depths of less than 20 meters. Fish were grouped into indicator fish (family Chaetodontidae with 6 species), target fish (5 families with 10 species, including Serranidae, Mullidae, Siganidae, Labridae, and Scaridae), and major groups (14 families with 34 species). This study provides strategic recommendations for maintaining and preserving coral reef ecosystems and reef fish diversity on Bangka Island. Keywords: Coral reefs; Reef fish; Bangka Island Abstrak.  Penelitian ini mendokumentasikan dan mengidentifikasi keanekaragaman terumbu karang dan spesies ikan karang di perairan Pulau Bangka, Sulawesi Utara, sebuah kawasan pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan penting secara ekologis serta ekonomis bagi masyarakat setempat. Menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) melalui snorkeling dan penyelaman pada kedalaman kurang dari 18 meter di tiga lokasi (Coral Eye house reef, Tanjung Husi, dan Linggua) dari 14 Maret hingga 4 April 2025. Data visual dikumpulkan dan diidentifikasi di Perpustakaan Coral Eye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di sekitar Coral Eye didominasi oleh terumbu karang bercabang (Acropora) dan terumbu karang batu (massive), yang merupakan habitat penting bagi ikan karang. Komunitas ikan karang didominasi oleh famili Pomacentridae dan Chaetodontidae pada kedalaman kurang dari 20 meter. Ikan dikelompokkan menjadi ikan indikator (famili Chaetodontidae dengan 6 spesies), ikan target (5 famili dengan 10 spesies seperti Serranidae, Mullidae, Siganidae, Labridae, dan Scaridae), dan kelompok major group (14 famili dengan 34 spesies). Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk menjaga dan melestarikan ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman ikan karang di Pulau Bangka. Kata kunci: Terumbu karang; Ikan karang; Pulau Bangka
Pengaruh Fungsi Manajemen terhadap Kompetensi Peserta Didik Dimediasi Sistem Informasi Terintegrasi pada Diklat Kemaritiman Arika Palapa; Iksan Saifudin; Aris Jamaan; Vennda U. Kalmareuro
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 8 No 2 (2024): SAINTARA (September 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v8i2.321

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengawasan dan komunikasi dengan sistem informasi terintegrasi mempengaruhi kompetensi peserta didik pada diklat kemaritiman. Metode penelitian yang digunakan adalah moderasi desktriptif yaitu variabel moderator mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teknik Analisa yang digunakan adalah Analisis Model Struktural Equation (SEM) dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian diketahui Pengawasan (Controlling) terhadap peserta didik yang melaksanakan praktek laut berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi (Competency) peserta didik, dibuktikan pada nilai t statistik yaitu 2.083 > 1.645 sedangkan hasil nilai p value 0.037 < 0.050. Komunikasi (Communication) memiliki pengaruh signifikan terhadap Kompetensi (Competency) peserta didik yang melakasanakan praktek laut dibuktikan dengan nilai t statistik yaitu 4.015 > 1.645 dan nilai p value 0.000. Pengawasan (Controlling) memiliki pengaruh signifikan pada Sistem Informasi, Dimana nilai t statistik 6.711 > 1.645 dan nilai p value 0.000. Sistem Informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kompetensi (Competency) dengan dibuktikan nilai t statistik 3.077 > 1.645 dan nilai p value 0.002. Sistem Informasi dapat memediasi hubungan antara Communication dan Controlling terhadap Competency dibuktikan dengan nilai t statistik 2.276 > 1.645, hal ini menunjukkan ada hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel, yang berarti sistem informasi terintegrasi yang digunakan berfungsi sebagai kontrol parsial. Selain itu, variabel Controlling (Pengawasan) terhadap Competency (Kemampuan) yang dimediasi oleh Sistem Informasi tetap signifikan, dengan nilai t statistik 2.748 lebih besar dari 1.645, menunjukkan bahwa Sistem Informasi berperan sebagai pengendalian parsial dalam hubungan antara Pengendalian Kemampuan yang dicapai siswa selama praktek laut.
SUSTAINABLE MARITIME POLYTECHNICS: IOT ENVIRONMENTAL MONITORING FOR GREEN CAMPUS ADVANCEMENT Palapa, Arika; Saifudin, Iksan; Sutopo, Fajar; Kalmareuro, Vennda Uno
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 13, No 1 (2026): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Faculty of Administrative Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigated IoT-based environmental monitoring as green campus infrastructure in maritime education, addressing sustainability imperatives and resource optimization objectives. A comprehensive water quality monitoring system integrating temperature, pH, TDS, and turbidity sensors with cloud analytics was deployed at Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara's training pool. Six-month comparative assessment demonstrated substantial environmental improvements including 32% chemical consumption reduction, 22.6% water conservation, and 83% decrease in water quality excursions beyond acceptable parameters. Economic analysis revealed rapid return on investment (3.7 months) with projected five-year cumulative savings of USD 13,333, establishing cost-effectiveness even in resource-constrained contexts. Qualitative assessment through interviews with sustainability experts (n=8), administrators (n=10), and faculty-students (n=12) revealed multidimensional contributions encompassing pollution prevention, institutional credibility enhancement, regulatory compliance documentation, and pedagogical integration potential. Thematic analysis identified resource efficiency and environmental quality as primary benefits, with secondary advantages including sustainability culture development and demonstration effects. The research establishes empirical foundation for scaling automated environmental monitoring across maritime institutions as economically viable green campus infrastructure supporting comprehensive sustainability frameworks and maritime industry environmental transformation alignment.