Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUSNAD AHMAD BIN HANBAL – DISUSUN OLEH AHMAD BIN HANBAL (164-241 H), BERISI HADITS-HADITS YANG DIRIWAYATKAN BERDASARKAN PERAWI Hasibuan, Ramsil Huda; Muhammad Miftahul Habib; Ihza Mahendra; Idris Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v9i3.9198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi penyusunan hadis dalam Musnad Ahmad bin Hanbal dengan fokus pada validitas sanad, konsistensi matan, serta relevansinya dalam konteks hukum Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini melibatkan analisis dokumen, kajian komparatif, serta kritik sanad dan matan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Imam Ahmad bin Hanbal menekankan keakuratan rantai periwayatan dan kesesuaian teks hadis dengan prinsip dasar ajaran Islam. Selain itu, hadis-hadis dalam Musnad Ahmad memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kontemporer, seperti ekonomi syariah, etika sosial, dan hukum keluarga. Kontribusi Musnad Ahmad tidak hanya terbatas pada studi hadis, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan pemikiran Islam dan penerapan hukum syariah di era modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian berkelanjutan terhadap Musnad Ahmad bin Hanbal untuk memastikan bahwa ajaran hadis dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan solusi praktis bagi umat Islam.
Lingkungan Hidup Menurut Perspektif Hadis Muhammad Miftahul Habib; Muhammad Zammy Azly; Siti Ardianti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.229

Abstract

segala sesuatu yang mengelilingi makhluk hidup, menampung kehidupan, mempengaruhi pertumbuhannya, dan saling berinteraksi. Upaya konservasi berarti menjaga kesehatan lingkungan dengan melakukan tindakan pelestarian. Sikap sewenang-wenang terhadap lingkungan hidup dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan. Kondisi alam yang tidak menentu dapat menimbulkan musibah dan malapetaka yang dapat menimpa seluruh makhluk hidup akibat ulah manusia. Tujuan pendidikan lingkungan hidup adalah untuk mencapai keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Harmoni dalam Islam mencakup empat aspek: Harmoni dengan Tuhan, Harmoni dengan masyarakat, Harmoni dengan lingkungan,' dan Harmoni dengan diri sendiri. Pada saat yang sama, Nabi SAW sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan.