Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kinerja Unit Apron Movement Control Terhadap Tingkat Keselamatan Dan Keamanan Di Daerah Sisi Udara Nabila Inayah; Putri Calista Nursyaf; Kardi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.603

Abstract

Apron Movement Control (AMC) adalah staf Bandar Udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab kegiatan operasi penerbangan, pengawasan, pergerakan pesawat, lalu lintas kendaraan, pergerakan penumpang, dan pemantauan kebersihan di area sisi udara, serta pencatatan data penerbangan di apron. Pengawasan yang dilakukan oleh Apron Movement Control (AMC) bertujuan antara lain untuk memastikan keamanan dan keselamatan dalam kegiatan penerbangan serta menumbuhkan kedisiplinan di antara pengguna jasa, yang dapat mempengaruhi aktivitas di sisi udara. Aspek pengawasan sangat penting karena keselamatan dan keamanan di sisi udara melibatkan banyak hal di sekitarnya, seperti penumpang, personel penerbangan, serta pesawat yang sedang beroperasi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Unit AMC terhadap tingkat keselamatan dan keamanan di daerah sisi udara. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja Unit AMC sangat berpengaruh dalam menjamin keselamatan dan keamanan di daerah sisi udara. Unit AMC melakukan fungsi pengawasan terhadap semua pergerakan lalu lintas di sisi udara serta berkoordinasi dengan pihak terkait dengan penanganan pesawat udara, dimana hal tersebut dapat memengaruhi operasional di sisi udara. Seperti yang diketahui, keamanan daerah di sisi udara sangatlah penting untuk mencapai keselamatan seluruh pengguna sisi udara dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
An POTENSI PEMANFAATAN AREA KOSONG PADA BANGUNAN RAILINK GUNA MENDUKUNG PENDAPATAN NON AERONAUTICAL DI BANDARA INTERNASIONAL KUALANAMU Nabila Inayah; Agoes Soebagio; Rini Sadiatmi
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v11i1.316

Abstract

Kualanamu International Airport still relies on aeronautical revenue of 80%, while non-aeronautical contributions are only 20%. This condition requires diversification of revenue sources, especially after the COVID-19 pandemic. This research aims to analyze strategies for utilizing vacant areas in Railink buildings to increase non-aeronautical revenue. The method used is a descriptive qualitative approach through observation, interviews with commercial unit managers and documentation. Data analysis was conducted using the value proposition canvas business model. The results showed that the vacant area is feasible to develop as a Commercial Lifestyle Hub that includes a children’s playground and event spaces. The potential contribution from this development is estimated to increase non-aeronautical revenue by 35-40% in five years. Key strategies include digital promotion, local collaboration and direct marketing. This optimization of non-productive assets not only strengthens the airport's financial stability, but also supports local economic growth and long-term competitiveness.