Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ajaran Weda dalam Pembentukan Hukum Adat dan Tata Kelola Sosial di Masyarakat Hindu Bali Komang Mayoni
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.2414

Abstract

Hukum adat di Bali merupakan salah satu wujud tata kelola sosial yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Weda. Masyarakat Hindu Bali menjadikan Weda sebagai landasan etika dan moral dalam mengatur kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembentukan hukum adat yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh ajaran Weda dalam pembentukan hukum adat dan tata kelola sosial di Bali. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji sejumlah referensi terkait, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai Weda tidak hanya berperan dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam struktur hukum adat yang mempengaruhi pengambilan keputusan di tingkat desa adat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Weda memberikan dasar moral yang kuat dalam pembentukan hukum adat, di mana prinsip-prinsip seperti dharma (kewajiban moral) dan rta (keteraturan kosmis) diadopsi ke dalam norma sosial dan hukum adat. Selain itu, tata kelola sosial di desa adat, yang mengutamakan partisipasi komunitas dan keputusan kolektif, menunjukkan bagaimana ajaran Weda mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ajaran Weda memegang peranan penting dalam pembentukan hukum adat Bali, menjadikannya instrumen penting dalam tata kelola sosial masyarakat Hindu Bali.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pembangunan Masyarakat Bali Komang Mayoni; Indah Hayu Widhiyaningsih; Luh Yesi Dharnendri; I Komang Semaranatha; Made Teguh Wiryasanjaya
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.865

Abstract

Tri Hita Karana adalah konsep kehidupan yang berasal dari ajaran Hindu Bali, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Konsep ini menjadi landasan etis bagi masyarakat Bali, membentuk identitas budaya, serta menjadi panduan dalam pembangunan berkelanjutan. Parahyangan mempengaruhi kehidupan spiritual masyarakat Bali melalui praktik ibadah rutin dan ritual keagamaan. Pawongan mendorong harmoni sosial melalui gotong royong dan kerja sama komunal. Palemahan menekankan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Meski menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi, Tri Hita Karana tetap relevan dalam menciptakan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Implementasi konsep ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara kemajuan material dan pelestarian nilai-nilai tradisional.