Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Ajaran Karma dalam Pemikiran Etis Umat Hindu di Era Globalisasi I Komang Semaranatha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.2416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan ajaran karma dalam pemikiran etis umat Hindu di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Pembahasan menunjukkan bahwa ajaran karma berperan penting sebagai landasan moral dalam menghadapi dilema etis modern yang dipicu oleh globalisasi. Umat Hindu menerapkan prinsip karma dalam tindakan sehari-hari dengan menjaga etika dan tanggung jawab sosial, serta berusaha mencapai keseimbangan antara kepentingan individu dan kebaikan kolektif. Ajaran ini tetap relevan meski dihadapkan pada tantangan nilai-nilai modern seperti materialisme dan individualisme. Kesimpulannya, ajaran karma memberikan panduan moral yang kuat, baik pada level individu maupun komunitas, dalam menghadapi tantangan etis globalisasi, namun diperlukan reinterpretasi agar tetap kontekstual dengan perubahan zaman.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pembangunan Masyarakat Bali Komang Mayoni; Indah Hayu Widhiyaningsih; Luh Yesi Dharnendri; I Komang Semaranatha; Made Teguh Wiryasanjaya
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.865

Abstract

Tri Hita Karana adalah konsep kehidupan yang berasal dari ajaran Hindu Bali, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Konsep ini menjadi landasan etis bagi masyarakat Bali, membentuk identitas budaya, serta menjadi panduan dalam pembangunan berkelanjutan. Parahyangan mempengaruhi kehidupan spiritual masyarakat Bali melalui praktik ibadah rutin dan ritual keagamaan. Pawongan mendorong harmoni sosial melalui gotong royong dan kerja sama komunal. Palemahan menekankan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Meski menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi, Tri Hita Karana tetap relevan dalam menciptakan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Implementasi konsep ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara kemajuan material dan pelestarian nilai-nilai tradisional.