Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Tradisi Upacara Yadnya dalam Pelestarian Nilai-nilai Kearifan Lokal Hindu di Bali Luh Yesi Dharnendri
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i2.2418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tradisi upacara Yadnya dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Hindu di Bali. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Yadnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial, spiritual, dan ekologis masyarakat Bali. Setiap jenis Yadnya, seperti Pitra Yadnya dan Bhuta Yadnya, berfungsi sebagai media pelestarian nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan harmoni dengan alam, sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. Meskipun modernisasi telah membawa perubahan, tradisi Yadnya tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensinya. Dengan demikian, tradisi ini berperan signifikan dalam mempertahankan identitas budaya Bali dan menjaga kearifan lokal di tengah arus globalisasi.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pembangunan Masyarakat Bali Komang Mayoni; Indah Hayu Widhiyaningsih; Luh Yesi Dharnendri; I Komang Semaranatha; Made Teguh Wiryasanjaya
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 5 (2023): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i5.865

Abstract

Tri Hita Karana adalah konsep kehidupan yang berasal dari ajaran Hindu Bali, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Konsep ini menjadi landasan etis bagi masyarakat Bali, membentuk identitas budaya, serta menjadi panduan dalam pembangunan berkelanjutan. Parahyangan mempengaruhi kehidupan spiritual masyarakat Bali melalui praktik ibadah rutin dan ritual keagamaan. Pawongan mendorong harmoni sosial melalui gotong royong dan kerja sama komunal. Palemahan menekankan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Meski menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi, Tri Hita Karana tetap relevan dalam menciptakan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Implementasi konsep ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara kemajuan material dan pelestarian nilai-nilai tradisional.