Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESETARAAN HAK SERTA RESIKO KEKERASAN BERBASIS GENDER TERHADAP JURNALIS PEREMPUAN SUMATERA BARAT oktarina, soraya; Syafriani, Desy; Fathiniah, Khafifah
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 15 Nomor 01 Tahun 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/amj-kpi.v15i01.8618

Abstract

The openness of the reform era and advances in communication, technology and information provide space for the media industry to thrive, from  print, electronic to digital media. The press, an industry that opens up access for anyone, both men and women. Women take advantage of this to participate and choose the press as one of their employment options. As a result, the number of female journalists is increasing. However, regulations for the protection of female journalists have not been specifically created. Female journalists are often faced with obstacles and are even forced to struggle with the risk of gender-based violence. The research method used in this research is descriptive qualitative. The aim of the research is to look at the challenges faced by female journalists from West Sumatra in carrying out their profession, as well as the threat of gender-based violence they receive while working in the world of journalism. The research results show that there are a number of problems that female journalists in West Sumatra have to face. The matrilineal concept has two impacts, on the one hand, this culture is a reason for society to respect women, including the group of women journalists, on the other hand, it actually castrates women's freedom to mix in the masculine realm
Pengaruh Pelatihan dan Pendidikan terhadap Motivasi Berwirausaha Peserta di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Anshor Sawahlunto Fathiniah, Khafifah; Sonita, Era
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7769

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keterbatasan kesempatan kerja yang mendorong perlunya penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui aktivitas kewirausahaan. Dalam konteks tersebut, pendidikan nonformal dan pelatihan kewirausahaan memiliki peran strategis dalam membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, serta dorongan internal untuk menciptakan usaha secara mandiri. Kajian ini diarahkan untuk menelaah keterkaitan antara proses pembekalan keterampilan dan aktivitas edukatif dengan dorongan kewirausahaan warga belajar pada sebuah lembaga pembelajaran nonformal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Anshor Sawahlunto. Telaah dilakukan melalui pendekatan numerik dengan pemanfaatan model regresi linier majemuk sebagai alat analisis utama. Informasi empiris dihimpun menggunakan instrumen angket, kemudian diolah melalui tahapan pengujian awal, penelaahan asumsi statistik, serta verifikasi dugaan penelitian. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sumpling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha, ditunjukkan oleh peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan mental peserta dalam memulai usaha. Pendidikan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, karena mampu memperluas wawasan, membentuk pola pikir rasional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi peluang dan mengelola risiko usaha. Secara simultan, pelatihan dan pendidikan memberikan kontribusi yang kuat terhadap motivasi berwirausaha dengan nilai koefisien determinasi sebesar 81,4%. Temuan kajian memperlihatkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak konstruktif dan bermakna terhadap gairah berwirausaha, sejalan dengan peranan pendidikan yang juga menunjukkan pengaruh nyata. Secara kolektif, kedua variabel tersebut terbukti memiliki daya dorong yang substansial dalam menumbuhkan motivasi kewirausahaan peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi pendidikan dan pelatihan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan.