Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJELASKAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DAN PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SUKA RAYA Maharani, Dessy
Linggau Journal Science Education Vol. 3 No. 1 (2023): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v3i1.518

Abstract

Pembelajaran metematika mengarahkan pada keterampilan berfikir kritis. Pada pembelajaran menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VII SMP Negeri Suka Raya siswa dituntut memahami indikator pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan melalui model pembelajaran Student Team Achevement Division (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri Pedang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68.09 dengan ketuntasan klasikal 61,90%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 69,52 Dengan ketuntasan klasikal 71,42%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 76,42 dengan ketuntasan klasikal 90,47%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 1,43 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 9,52%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 7,4 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 19,05%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 8,02 Dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 28,57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Student Team Achevement Division (STAD) kemampuan menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VIII SMP Negeri Suka Raya dapat meningkat.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJELASKAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DAN PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SUKA RAYA Maharani, Dessy
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 3 No. 1 (2023): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v3i1.518

Abstract

Pembelajaran metematika mengarahkan pada keterampilan berfikir kritis. Pada pembelajaran menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VII SMP Negeri Suka Raya siswa dituntut memahami indikator pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan melalui model pembelajaran Student Team Achevement Division (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri Pedang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68.09 dengan ketuntasan klasikal 61,90%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 69,52 Dengan ketuntasan klasikal 71,42%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 76,42 dengan ketuntasan klasikal 90,47%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 1,43 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 9,52%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 7,4 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 19,05%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 8,02 Dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 28,57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Student Team Achevement Division (STAD) kemampuan menjelaskan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VIII SMP Negeri Suka Raya dapat meningkat.
Lingkup Teori Organisasi Pada Pelayanan Kesehatan Widjaja, Yani Restiani; Purwadhi, Purwadhi; Maharani, Dessy; Setiati Putri, Paramita Indah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32263

Abstract

Healthcare services are a vital component of social development, demanding effective, efficient, and adaptive organizational governance in response to changing environments. This study aims to analyze the contribution of organizational theories in enhancing the performance of healthcare service organizations, focusing on four key approaches: bureaucracy theory, open systems theory, contingency theory, and transformational leadership theory. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach, conducted in a systematic, transparent, and replicable manner. Ten scholarly articles published between 2019 and 2024 were analyzed thematically to explore the relationships among theories, patterns of implementation, and their impact on the effectiveness of hospitals and community health centers (puskesmas). The results indicate that bureaucratic theory remains foundational in the structural arrangement of public hospitals, but must be complemented by flexibility to avoid hindering innovation. Open systems theory emphasizes the importance of integration across organizational units and responsiveness to external influences. Meanwhile, contingency theory highlights the necessity of aligning organizational structures and strategies with local contexts and resource capacities. Transformational leadership plays a crucial role in driving positive change, increasing staff participation, and fostering service innovation. This study concludes that integrating all four organizational approaches is essential to shaping a healthcare management model that is adaptive, collaborative, and oriented toward quality and sustainability. The findings serve as both conceptual and practical references for healthcare facility managers, policymakers, and scholars in the field of health management.