Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lingkup Teori Organisasi Pada Pelayanan Kesehatan Widjaja, Yani Restiani; Purwadhi, Purwadhi; Maharani, Dessy; Setiati Putri, Paramita Indah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32263

Abstract

Healthcare services are a vital component of social development, demanding effective, efficient, and adaptive organizational governance in response to changing environments. This study aims to analyze the contribution of organizational theories in enhancing the performance of healthcare service organizations, focusing on four key approaches: bureaucracy theory, open systems theory, contingency theory, and transformational leadership theory. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach, conducted in a systematic, transparent, and replicable manner. Ten scholarly articles published between 2019 and 2024 were analyzed thematically to explore the relationships among theories, patterns of implementation, and their impact on the effectiveness of hospitals and community health centers (puskesmas). The results indicate that bureaucratic theory remains foundational in the structural arrangement of public hospitals, but must be complemented by flexibility to avoid hindering innovation. Open systems theory emphasizes the importance of integration across organizational units and responsiveness to external influences. Meanwhile, contingency theory highlights the necessity of aligning organizational structures and strategies with local contexts and resource capacities. Transformational leadership plays a crucial role in driving positive change, increasing staff participation, and fostering service innovation. This study concludes that integrating all four organizational approaches is essential to shaping a healthcare management model that is adaptive, collaborative, and oriented toward quality and sustainability. The findings serve as both conceptual and practical references for healthcare facility managers, policymakers, and scholars in the field of health management.
Model Extended Service Profit Chain pada Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Tentang Kualitas Layanan Internal, Employee Retention, dan Kinerja Organisasi Setiati Putri, Paramita Indah; Sapri, Sri Wahyuni; Wira Nugraha Yasa, Sang Made Agus; Thalia, Thalia; Nurjanah, Shinta Novia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32785

Abstract

Kinerja rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan internal yang berdampak pada pengalaman kerja tenaga kesehatan. Faktor seperti retensi karyawan, produktivitas, burnout, dan kepemimpinan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas organisasi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan model konseptual yang mampu menjelaskan hubungan antar variabel tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas layanan internal, employee retention , employee productivity , dan kinerja rumah sakit melalui pengembangan model Extended Service Profit Chain . Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari database Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2019–2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kualitas layanan internal merupakan faktor fundamental yang memengaruhi pengalaman kerja tenaga kesehatan, yang selanjutnya berdampak pada retensi dan produktivitas karyawan. Retensi berperan dalam menjaga stabilitas tenaga kerja, sedangkan produktivitas mencerminkan efektivitas layanan. Burnout diidentifikasi sebagai faktor penghambat, sementara kepemimpinan berperan sebagai faktor penguat dalam meningkatkan kinerja rumah sakit. Penelitian ini menghasilkan model konseptual Extended Service Profit Chain yang menegaskan bahwa kualitas layanan internal, retensi, dan produktivitas merupakan mekanisme utama dalam meningkatkan kinerja rumah sakit. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi berbasis penguatan sistem internal