Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI ORGANOLEPTIK FISH ROLL TUNA (YELLOWFIN) SEBAGAI DIVERSIFIKASI HASIL PERIKANAN Triyastuti, Meilya Suzan; Ondang, Hetty Magrittha Pauline; Wijaya, Novie; Putri, Ni Luh Sintya
Chanos Chanos Vol 22, No 1 (2024): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v22i1.14328

Abstract

Ikan merupakan sumber hewani yang banyak mengandung nutrisi diantaranya, vitamin, protein dan mineral. Ikan merupakan salah satu sumber pangan, yang mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau, memiliki rasa yang khas, harum dan lezat  namun ikan masih dipandang rendah oleh sebagian masyarakat  khususnya di Indonesia, padahal ikan mengandung segudang manfaat bagi kesehatan, manusia. Ragam jenis olahan ikan saat ini mulai berkembang seperti bakso ikan, nugget, abon ikan, siomay ikan, otak-otak ikan, sandwich ikan, fish roll dan masih banyak lagi olahan ikan lainnya. Berbagai olahan ikan harus dilakukan untuk memasyarakatkan konsumsi ikan, menghindari kebosanan konsumsi ikan, dan yang terpenting untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh manusia. Produk olahan fish roll merupakan salah satu menu olahan ikan, yang mudah dalam pembuatannya, serta bahan dan bumbu yang mudah ditemukan. Bahan baku pembuatan fish roll adalah ikan seperti lele, cakalang, tongkol, dan tuna kecuali ikan yang banyak durinya. Untuk membuat fish roll, bisa menggunakan ikan tuna. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi langsung dan kuesioner Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk Fish Roll Tuna dengan melakukan uji organoleptik. Dari hasil uji organoleptik di peroleh hasil untuk kenampakan fish roll tuna dengan nilai (8,27) dengan kategori sangat suka dengan warna orange keemasan, bentuk fish roll rapi, seragam dan tidak gosong, bau dengan nilai (7,67) yaitu kategori suka yang memiliki aroma spesifik ikan yang gurih, rasa dengan nilai (8,13), dengan kategori sangat suka karena memiliki rasa yang gurih dan nikmat, dan tekstur dengan nilai (8,13) dengan kategori sangat suka, karena produk fish roll tuna memiliki tekstur yang garing di luar dan empuk pada isian didalamnya.
PENGALENGAN IKAN LEMURU DI PT. XYZ MENGGUNAKAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN STANDARD SANITATION OPERATION PROCEDURE (SSOP) Triyastuti, Meilya Suzan; Putri, Ni Luh Sintya; Wijaya, Novie; Ticoalu, Fidel; Tumanduk, Nova M; Ondang, Hetty M. P.; Wewengkang, Itje D.
Chanos Chanos Vol 23, No 2 (2025): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v23i2.14360

Abstract

Pemanfaatan ikan lemuru perlu diproses pengolahan dengan cepat untuk menghindari kerusakan. Untuk menghindari hal ini, ikan lemuru diproses menjadi ikan kaleng. Pengalengan merupakan metode pengawetan pada produk pangan untuk memperpanjang umur simpan. Kelayakan dasar unit pengolahan merupakan persyaratan pada unit pengolahan dalam mengembangkan dan menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). GMP dan SSOP merupakan dua komponen utama persyaratan kelayakan dasar yang diperlukan untuk menerapkan HACCP. Tujuan penerapan HACCP yaitu untuk memastikan bahwa produsen memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan untuk menghasilkan produk makanan berkualitas tinggi yang sesuai dengan permintaan konsumen.Good Manufacturing Practice (GMP) adalah pedoman untuk proses produksi makanan yang dirancang untuk memastikan bahwa semuanya dilakukan dengan benar. Pedoman untuk persyaratan kebersihan pada fasilitas pemrosesan ikan adalah Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh industry perikanan yaitu sanitasi dan higienitas. Pengolahan ikan dalam kaleng di PT. XYZ terdiri dari 19 alur proses yaitu menerima bahan baku, menyimpan ikan sementara, memotong, mencuci di mesin rotary, pencucian ikan dan pengisian ikan ke dalam kaleng, pemasakan awal, penirisan, pemasakan media, pengisian media, penutupan kaleng, pencucian kaleng pada can washer, mencuci kaleng di holding tanks, sterilisasi dan pendinginan, pengelapan, pengkodean, inkubasi, pengemasan, penyimpanan dan pengiriman yang telah sesuai dengan SNI 8222:2022. PT. XYZ telah menerapkan 8 kunci prosedur SSOP dengan baik pada setiap tahap proses pengalengan ikan yaitu keamanan air dan es, sanitasi kondisi permukaan yang kontak langsung dengan produk, pencegahan kontaminasi silang, sanitasi tempat pencuci tangan, pencegahan dan pencemaran, penandaan bahan-bahan berbahaya, Kesehatan pekerja, pengendalian hama. Penerapan GMP dan SSOP yang telah ada sudah diterapkan dengan baik dan benar memenuhi standar pedoman persyaratan dan tata cara berproduksi yang baik pada alur proses pengalengan ikan lemuru (Sardinella longiceps).The utilization of lemuru fish requires rapid processing to avoid spoilage. To prevent this, the lemuru fish is processed into canned fish. Canning is a method of preserving food products to extend their shelf life. Basic processing unit feasibility is a requirement for processing units in developing and implementing the Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) system. GMP and SSOP are two main components of basic feasibility requirements needed to implement HACCP. The purpose of implementing HACCP is to ensure that producers produce high-quality food products that meet consumer demand. Good Manufacturing Practice (GMP) is a guideline for food production processes designed to ensure that all processes are carried out correctly. The hygiene guideline for fish processing facilities is the Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). One of the requirements the fishing industry must meet is sanitation and hygiene. Fish processing in cans at PT. XYZ consists of 19 process flows, namely receiving raw materials, temporarily storing fish, cutting, washing in a rotary machine, washing fish and filling fish into cans, initial cooking, draining, cooking the medium, filling the medium, sealing the cans, washing the cans in a can washer, washing the cans in holding tanks, sterilization and cooling, wiping, coding, and incubation.