Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DENASIONALISASI EKSIL 1965 DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI: PERSPEKTIF GIORGIO AGAMBEN Nabilah, Nisrina Rona
Pujangga : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v9i2.2841

Abstract

Eksil 1965 merupakan fenomena migrasi paksa karena mereka dicegah untuk kembali atas dasar aspirasi politik mereka. Sikap politik yang mereka pegang membuat mereka harus. kehilangan kewarganegaraan, mencari suaka, dan perlindungan di Eropa. Identitas mereka tidak lagi jelas setelah mereka diasingkan dari negara dan dipaksa untuk hidup stateless atau tanpa kewarganegaraan. Hal ini terungkap dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Melalui tokoh Dimas Suryo dan teman-temannya, novel tersebut menarasikan kehidupan para eksil yang dicabut hak-hak kewarganegaraannya hingga menjadi sosok stateless di luar negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori filsafat politik Giorgio Agamben dalam lokus denasionalisasi dan pelanggaran HAM terhadap warga negara dalam konteks negara berdaulat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya anasir-anasir penelantaran dan pelanggaran HAM dalam novel Pulang. Bentuk penelantaran dan pelanggaran yang terjadi berupa pencabutan paspor, pelarangan kedatangan ke Indonesia, dan pembatasan gerak politis, serta pembatasan komunikasi antara eksil yang berada di luar negeri dengan kerabat yang berada di Indonesia. Akibat dari hal-hal tersebut, lahirlah figur eksil sebagai homo sacer yang dilucuti hak-hak kewarganegaraannya.
EPISODE, MITEME, DAN OPOSISI BINER DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN Dwi Yulianti Rahayu; Nabilah, Nisrina Rona; Pauji , Dicky Rachmat
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 1 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i1.33158

Abstract

This study aims to examine the narrative structure of Lelaki Harimau by Eka Kurniawan, focusing on the division of episodes, mythemes, and binary oppositions among characters. The main focus of this research is the application of Claude Lévi-Strauss’s structuralism to analyze the supernatural mythological element of the white tiger inhabiting the human body and its relationship to the social and cultural realities depicted in the novel. The study employs a descriptive qualitative approach using library research techniques, including close reading, data documentation, and interpretation based on episodes, mythemes, and binary oppositions. The findings indicate that the novel is structured into several episodes that portray Margio’s journey from the emergence of the white tiger to his process of redemption. Each episode contains interconnected mythemes and patterns of binary opposition, forming a structure of resistance against injustice and the social pressures experienced by the protagonist. The white tiger symbol functions as a mythological figure representing resistance, inner strength, and an inherited moral burden.
Interferensi Bahasa Inggris dan Jawa pada Novel Cerita Kapal Kertas Karya Helobagas Melati, Dias Syahdilla; Sukarto, Kasno Atmo; Nabilah, Nisrina Rona
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 2 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i2.141

Abstract

Penelitian ini mengkaji interferensi bahasa Inggris dan Jawa dalam novel Cerita Kapal Kertas karya Helobagas melalui pendekatan sosiolinguistik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena penggunaan dua bahasa atau lebih dalam karya sastra yang mencerminkan perkembangan bahasa di Indonesia, khususnya di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Teori yang digunakan adalah teori S.P.E.A.K.I.N.G dari Hymes untuk menganalisis interferensi bentuk kata dan makna leksikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbasis pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi serta makna leksikal dari kata-kata dalam bahasa Inggris dan Jawa yang terdapat dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya 119 data interferensi yang terbagi dalam empat kategori bentuk kata, dengan interferensi bahasa Inggris sebanyak 110 data dan bahasa Jawa sebanyak 9 data. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam kajian interferensi bahasa pada karya sastra Indonesia