Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ENVIRONMENT-BASED ENGLISH LEARNING FOR VERY YOUNG LEARNERS (VYLs) : PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS LINGKUNGAN DI KAWASAN TELUK TOMINI Laya, Rachmi; Mahmud, Muzdalifah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Program Environment-based English for Young Learners dikembangkan untuk memperkenalkan kosakata bahasa Inggris dasar melalui bermain, lagu, gerakan, dan cerita yang berorientasi tema lingkungan (eco-literacy). Kegiatan dilaksanakan pada siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) I, salah satu lembaga PAUD di kawasan Teluk Tomini, dengan melibatkan mahasiswa dan didamping oleh dosen dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo sebagai fasilitator pengajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengenali dan menggunakan kosakata dasar bertema lingkungan melalui aktivitas multisensori yang menyenangkan. Selain itu, integrasi nilai kecintaan lingkungan dalam pembelajaran mendorong terbentuknya perilaku peduli pada diri anak, seperti memilah sampah dan merawat tanaman sekolah. Program ini juga memberikan manfaat pedagogis bagi mahasiswa melalui praktik langsung pengajaran sebagai bagian dari project akhir mata kuliah Teaching English to Young Learners (TEYL) yang berbasis bermain dan konteks lokal. Secara keseluruhan, implementasi Eco-English terbukti efektif dalam meningkatkan pemerolehan bahasa yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Non-Formal Education: English Interaction Strategy in Equivalency School Haris Danial; Nonny Basalama; Rachmi Laya; Sri Agriyanti Mestari
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): April : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v3i1.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proporsi saat berbicara yang dilakukan antara guru dan siswa saat interaksi di dalam kelas di PKBM Nurain Kabupaten Bone Bolango. Juga untuk mengetahui karakteristik pembicaraan guru dalam interaksi kelas di PKBM Nurain Kabupaten Bone Bolango, dan untuk menelusuri jenis-jenis interaksi guru di dalam kelas bahasa Inggris di PKBM Nurain. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian, peneliti menggunakan observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data. Instrumen yang digunakan peneliti untuk memperoleh data adalah lembar observasi langsung. Metode penelitian ini ditujukan kepada Sinclair dan Coutlard sebagai instrumen observasi untuk menganalisis interaksi kelas yang telah dipecah menjadi pembicaraan guru, pembicaraan siswa, dan keheningan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis tampilan elisitasi mendominasi interaksi kelas, diikuti oleh referensial dalam pembelajaran bahasa Inggris di PKBM Nurain. Secara garis besar alasannya adalah guru lebih banyak mengajukan pertanyaan yang jawabannya sudah disiapkan sebelumnya oleh guru. Guru telah menguasai materi dan topik pembelajaran, kemudian guru mengadakan sesi tanya jawab dengan siswa menggunakan sumber materi pelajaran.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pakan Ikan Dan Pakan Ternak Di Desa Tontayuo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo Citron S Payu; sri rumiyatiningsih luwiti; Jolanda Hulda Debora Pilongo; Rachmi Laya
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v12i3.17554

Abstract

Tujuan Program Kegiatan KKN Tematik ini adalah mengolah sampah organik menjadi produk yang dapat bernilai jual. Program KKN-Tematik ini menggunakan metode pelatihan kepada peserta untuk menghasilkan produk unggulan desa yang bernilai ekonomis dari sampah organik. Setiap aktivitas manusia menghasilkan sampah. Karena permasalahan sampah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, maka masalah sampah dapat dipandang sebagai masalah budaya. Sebagian orang yang mengamati sampah berpendapat bahwa Indonesia belum mempunyai data sampah yang cukup akurat dan terpercaya, baik dari segi volume ataupun komposisinya. Untuk mencapai kebersihan lingkungan, masyarakat sebagai pelaku utama dalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian lebih. Cara pandang dan sikap yang kemudian, pada titik itu, membentuk kesadaran akan kerapian ekologis merupakan unsur utama dalam mewujudkan iklim yang bersih. Masyarakat dapat mensosialisasikan budaya bersih dengan berbagaicara, salah satunya dengan melakukan pengolahansampah organik