Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN MAQASHID SYARIAH DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA STUDI KASUS: PADA BANK BSI (BANK SYARIAH INDONESIA) : Indonesia Cinta Rahmi; Ahmad Aulia Rohman; Azzahra Elvina Sari; Salsa Layyinun Nadhifah; Muhammad Rusydi Azmi
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v2i2.711

Abstract

Penerapan Maqashid Syariah dalam perbankan Syariah di Indonesia menjadi fokus utama bagi lembaga keuangan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI). Maqashid Syariah merujuk pada tujuan-tujuan utama dari syariah Islam, yang mencakup pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Bank BSI telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menerapkan prinsip-prinsip Maqashid Syariah, seperti keadilan, perlindungan nasabah, dan penghindaran dari transaksi haram. Penerapan Maqashid Syariah dalam operasional bank BSI tidak hanya memperoleh kepercayaan dari masyarakat, tetapi juga memastikan kontribusinya dalam memajukan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pengertian, urgensi, dan penerapan Maqashid Syariah dalam perbankan Syariah, dengan studi kasus pada Bank Syariah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang penerapan Maqashid Syariah dalam konteks perbankan Syariah di Indonesia, khususnya pada Bank Syariah Indonesia (BSI).
ANALISIS PENIRUAN TREND ASHOKA DALAM TIKTOK Adinda Dyah Kumala; Savna Robica Salsabillah; Ahmad Aulia Rohman; Muhammad Rusydi Azmi; Pia Khoirotun Nisa
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v2i2.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pesatnya perkembangan media sosial telah membawa konektivitas yang tak tertandingi, namun juga menghadirkan batas baru untuk pencurian identitas dan peniruan. Penulis akan menganalisis terkait Trend Make-Up Ashoka. Menyoroti fenomena yang menarik dalam perubahan budaya dan dinamika komunikasi yang terjadi di platform media sosial terkemuka saat ini, khususnya di media TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan cara studi pustaka. Objek penelitian ini membahas munculnya trend tentang makeup Ashoka Kareena Kapoor. Banyaknya influencer yang mengikuti trend Ashoka ini. Mengenai Film Ashoka yang dirilis tahun 2001 menandai era baru dalam perfilman Bollywood.
Peran Amil dalam Mendukung Pemberdayaan Mustahik pada Program Cahaya Zakat di BAZNAS Kota Tangerang Selatan Muhammad Ilham Fudholi; Ananda Rizki Amellia; Ni mah Fajriatul Nabila; Muhammad Rusydi Azmi; Echa Rysni Mahalani; Tantan Hermansah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7894

Abstract

Zakat in contemporary social development is no longer viewed merely as a personal religious obligation, but as a social instrument with significant potential to reduce poverty and enhance community welfare. This study aims to analyze the role of amil in supporting mustahik empowerment through the Cahaya Zakat Program implemented by BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and document analysis involving amil and internal stakeholders. The findings reveal that amil play a multidimensional role, encompassing not only administrative and technical functions but also social, educational, and facilitative roles. Amil are actively involved in zakat collection, public education, beneficiary verification, and connecting mustahik with sustainable empowerment programs. The study also identifies challenges related to limited human resources during the Ramadan period. Overall, the Cahaya Zakat Program functions not only as a fundraising initiative but also as a medium for strengthening zakat literacy and initiating mustahik empowerment. Strengthening amil capacity and institutional support is essential to enhance the sustainability of zakat-based empowerment