Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literature Review : Pengaruh Latar Belakang Budaya terhadap Keberhasilan Konseling Wulandari, Novitri; Febyya.I, Bunga Ezila; Rabbani, Muhammad Naufal; Putri, Azzahara Ramadhania; Asrofi, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3947

Abstract

Manusia hidup di dunia ini sangat tergantung oleh budaya. Budaya sangat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia yang terjadi secara menyeluruh sesuai tuntutan dan kebutuhan. Aktivitas manusia mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi tidak lepas dari pengaruh budaya. Budaya memang bersifat long life karena setiap peristiwa yang dialami manusia erat kaitannya dengan budaya. Konseling diperlukan karena dengan adanya perubahan dan perkembangan zaman yang yang tengah terjadi di masyarakat, manusia dituntut untuk mampu memperkembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat dan untuk itu memang manusia telah dilengkapi dengan berbagai potensi, baik potensi yang berkenaan dengan keindahan dan ketinggian derajat kemanusiaannya, yang memungkinkannya untuk memenuhi tuntutan masyarakat tersebut. Kebudayaan memberi warna dan arah pada suatu subsistem konsep dasar konseling, meliputi landasan filosofis, tujuan konseling, prinsip dan prinsip konseling, dan kode etik konseling. Landasan filosofis nasehat pada dasarnya adalah nilai-nilai budaya. Tujuan konseling yang dicapai harus sejalan atau dibentuk oleh nilai-nilai budaya dan arah nilai. Masyarakat Jawa mungkin lebih mementingkan harmoni, masyarakat ilmiah mungkin lebih mementingkan pencerahan, dan sebagainya.
Ketidaksetaraan Gender dalam Sistem Patrilineal Rahmayanty, Dinny; Wulandari, Novitri; Reza Pratama, M.; Putri, Natalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem patrilineal berdampak signifikan terhadap kesenjangan gender di berbagai masyarakat, termasuk Batak dan Jawa di Indonesia. Sistem patrilineal memandang laki-laki sebagai pihak yang dominan dan mengabaikan peran perempuan dalam tatanan sosial sehingga menimbulkan diskriminasi gender. Hukum waris dalam masyarakat patrilineal seringkali lebih mengutamakan laki-laki dibandingkan perempuan sehingga menyebabkan perempuan terpinggirkan dan disubversi. Sistem dalihan na tolu pada masyarakat Batak di Indonesia merupakan salah satu contoh bagaimana sistem patrilineal dapat menimbulkan kesenjangan gender, dimana perempuan dipandang lemah dan memerlukan perlindungan. Meskipun terdapat upaya untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan gender, namun diskriminasi gender masih terjadi di masyarakat, dan pembaharuan hukum waris jarang dilakukan. Kondisi sosial dapat memberikan pengaruh terhadap berlakunya suatu hukum, termasuk hukum waris dalam Islam. Kendala yang dihadapi antara lain masih kuatnya kepatuhan masyarakat terhadap hukum adat yang menyebabkan perempuan tidak mempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk menjadi ahli waris.
Studi Analisis Perilaku Membolos pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2021 Univeritas Jambi Kusaini, Utami Niki; Ananda, Sevtia; Wulandari, Novitri; Andini, Riky Cahya; Pratama, M. Reza; Addinda, Dhea Putri; Putri, Natalia; Oktrianda, Atthaul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11538

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang sering terjadi di lingkungan sekitar, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021 Universitas Jambi. Dengan tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku membolos berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kuesioner dan dilanjutkan wawancara ke beberapa subjek. Berdasarkan analisis yang diperoleh dari survei serta wawancara, ditemukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan membolos meliputi ketidaknyamanan dengan dosen, pengaruh teman sebaya, beban tugas, masalah pribadi, dan lingkungan keluarga. Setiap subjek penelitian memiliki alasan yang berbeda untuk membolos, mencerminkan kompleksitas dan keragaman motivasi di balik perilaku tersebut. Faktor eksternal seperti ajakan teman dan karakter dosen serta faktor internal seperti rasa malas dan tekanan tugas memainkan peran penting.
Word Formation Processes and Meanings in English-Based K-Pop Group Names Nurhidayah, Dinda Tri; Wulandari, Novitri; Tyas, Dinda Ayuning; Aziz, Dzaki Naufal
ENGLISH JOURNAL OF INDRAGIRI Vol. 10 No. 1 (2026): EJI (English Journal of Indragiri): Studies in Education, Literature, and Ling
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/eji.v10i1.3347

Abstract

This paper analyzes the formation and meaning of English-based K-pop group names through morphological and semantic approaches. As K-pop has become a global phenomenon, it is undeniable that English plays a significant role in shaping its international identity and image. Therefore, this study attempts to identify the types of word formation processes used in English K-pop group names and describe their meanings. This study applies Yule's (2020) theory of word formation, which consists of compounding, blending, clipping, acronyms, and other processes, as well as Leech's (1981) theory of meaning. Thirty K-pop group names were collected from official and valid online sources and analyzed qualitatively. The results show that the most dominant process is compounding, followed by acronyms and blending. These processes are commonly used because they make group names shorter, more creative, and more memorable. Semantically, the most frequently found meaning is connotative meaning. This reflects how K-pop names contain emotions, identity, and creativity beyond their literal or direct meanings. In general, this study shows that K-pop group names do not happen by chance; instead, they have been carefully designed to reflect symbolism and branding. Therefore, this study highlights that linguistic creativity through morphology and semantics is an important factor in shaping how language can create meaning, bind cultures, and play a vital role in global entertainment.