Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The results of Inventori Tugas Perkembangan (ITP) for guidance and counseling services at Islamic boarding schools Kusaini, Utami Niki
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Published Ahead-of-Print
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020190416210

Abstract

Guidance and counseling service is very useful for students in Islamic Boarding Schools but to determine service based on requirement of students is not easy. This research purposed to describe the results of Inventori Tugas Perkembangan (ITP) to help students find developmental tasks that have not been achieved. This research used survey method. The respondent of this research as many as six classes with the amount of 445 students in two Islamic Boarding School of Yogyakarta. The results showed that the achievement of development tasks students above the average growth rate of 3.75. The task of development is not yet achieved (<3.75). Based on these results, the researcher sees each class having differences in aspects of development tasks that have not been achieved and require different guidance and counseling services.
IDENTIFIKASI STRESSOR AKADEMIK PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS JAMBI ANGKATAN 2021 Kusaini, Utami Niki; Thohiroh, Nazila Syifa; Simar, Simar; Khasanah, Umi Laelatul; Amelia, Resni; Ayuningtias, Eka Wahyu; Permadi, Kimas; Maharani, Auffa
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.14522

Abstract

In general, academic stress can be said as stress that comes from academic activities, academic stress has a variety of negative impacts, such as decreased academic achievement, procrastination, health problems, sleep disorders (insomnia), smartphone addiction, suicide and others. According to the theory (Heiman & Kariv, 2005) Stress is caused by certain things, one of which is stress that occurs in students, namely stress that comes from within the individual, such as physical conditions, motivation, and the type of personality of the student himself, while those that come from outside the individual, such as family, work, facilities, environment, lecturers, and others. Researchers found problems related to the identification of academic stressors in third-year students, there are students who are burdened because of too many exams, students get an excessive load of lecture assignments, declining academic achievement, there are students who are unable to manage lecture time and organizations on campus. The purpose of this study was to identify academic stressors in third-year students of the Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University. The research method used in this research is descriptive qualitative research. Discussing the identification of academic stressors, this involved several students who became sources with the criteria of feeling stress about the world of lectures, which can be concluded that the cause of stress symptoms is felt because of the many demands of lecture assignments, fear of failure, overthinking with lectures, and ultimately can cause academic stress in students.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA KELAS XI DI SMAN 5 KOTA JAMBI Kusaini, Utami Niki; Putri, Azzahara Ramadhania; Nurleni, Nurleni; Aziz, Cinta Aulia; Tusa’ada, Rahma; Febyya.I, Bunga Ezila; Puryanti, Leny; Elvrando, Vigo
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4473

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah besar remaja pengguna aktif media sosial. Penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak yang kompleks terhadap kesehatan mental remaja. Mayoritas responden mengalami gangguan pola tidur karena keasyikan bermain media sosial hingga larut malam. Hampir separuh responden pernah merasa kesepian atau terisolasi setelah menggunakan media sosial. Setengah responden merasa ada tekanan untuk selalu terhubung dan aktif di media sosial. Di sisi lain, media sosial juga dapat menjadi sumber dukungan sosial, memperkuat hubungan sosial, dan menyediakan platform untuk ekspresi diri. Untuk mengembangkan intervensi yang efektif, penting untuk memahami lebih baik bagaimana penggunaan media sosial mempengaruhi kesehatan mental remaja. Hal ini mencakup pendekatan pendidikan yang memperkuat literasi media, pengembangan keterampilan digital yang baik, dan dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan komunitas. Remaja dapat menghabiskan waktu yang berlebihan di media sosial, baik untuk berinteraksi, mengakses konten, atau bahkan hanya untuk mengecek pemberitahuan. Hal ini dapat mengganggu pola tidur, konsentrasi belajar, dan aktivitas produktif lainnya. Paparan konten di media sosial yang menampilkan gambaran tubuh yang tidak realistis dapat menyebabkan remaja mengembangkan gambaran negatif tentang tubuh mereka sendiri, yang dapat memicu masalah seperti gangguan makan atau depresi. Media sosial dapat mendorong remaja untuk membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain, yang dapat menimbulkan perasaan tidak puas atau rendah diri. Meskipun terhubung secara virtual, remaja dapat mengalami isolasi sosial jika terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dan kurang berinteraksi secara langsung dengan orang lain
Psikoedukasi pencegahan pelecahan seksual serta sosialisasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Pondok Pesantren Sabilul Jannah, Jambi Amalianita, Berru; Syelvita, Rema; Kusaini, Utami Niki; erwin, Erwin; Prasna, Adeb Davega
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 24, No 2 (2024): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.05410

Abstract

Pelecehan seksual merupakan ancaman serius bagi lingkungan pendidikan di sekolah, mempengaruhi kesejahteraan siswa dan integritas lingkungan belajar  sehingga diperlukannya upaya untuk mencegah dan menanggulangi pelecehan seksual. Tujuan kegiatan  pengabdian masyarakat ini adalah memberikan psikoedukasi pencegahan kekerasan seksual serta  sosialisasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Sabilul Jannah, Provinsi Jambi. Sasaran kegiatan adalah para santri dengan berjumlah 36 orang. Kegiatan Psikoedukasi memberikan landasan yang kuat dalam mengenali, mencegah, dan menanggapi pelecehan seksual dengan memberikan informasi, keterampilan, dan pemahaman yang dibutuhkan kepada siswa, pendidik, dan staf sekolah. Sosialisasi TPKS, di sisi lain, memberikan pemahaman tentang hak-hak korban dan prosedur hukum yang terkait dengan pelecehan seksual. Dengan memadukan kedua pendekatan ini, diharapkan dapat diciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, mendukung, dan bebas dari pelecehan seksual.
Analysis of Coping Mechanisms on Student Resilience in Managing Academic Stress Amalianita, Berru; Kusaini, Utami Niki; Yulianti, Yulianti; Zubaidah, Zubaidah; Putri, Yola Eka
International Journal of Education, Culture, and Society Vol 3 No 1 (2025): International Journal of Education, Culture, and Society
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijecs.v3i1.4375

Abstract

This research is motivated by the fact that many students experience academic stress or are at risk of experiencing academic stress. The purpose of this study is to examine the effect of coping mechanisms on students' resilience in dealing with academic stress. The methodology used is a literature review, where the reviewed literature consists of previous studies relevant to this research. Based on the findings, it can be concluded that coping mechanisms influence students' resilience in facing academic stress. Students with effective coping mechanisms tend to have higher resilience in managing various academic demands.
Identifikasi Permasalahan Santri Melalui Instrumen Alat Ungkap Masalah Di Pondok Pesantren Yogyakarta Utami Niki Kusaini
Coution : journal of counseling and education Vol 2 No 2 (2021): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v2i2.354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bidang masalah yang paling mengganggu pada santri di Pondok Pesantren Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 445 santri kelas VII di dua Pondok Pesantren di Kota Yogyakarta. Alat ungkap masalah umum digunakan untuk mengidentifikasi bidang masalah pada santri di Pondok Pesantren. Instrumen ini terdiri dari 225 item pernyataan dan 10 bidang masalah, meliputi: (1) Jasmani dan Kesehatan (JDK); (2) Diri Pribadi (DPI); (3) Hubungan Sosial (HSO); (4) Ekonomi dan Keuangan (EKD); (5) Karier dan Pekerjaan (KDP); (6) Pendidikan dan Pelajaran (PDP); (7) Agama, Nilai dan Moral (ANM); (8) Hubungan Muda Mudi (HMM); (9) Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK); dan (10) Waktu Senggang (WSG). Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi paling banyak item yang mengganggu disetiap bidang masalah. Hasilnya menunjukkan bahwa bidang masalah yang paling mengganggu santri di Pondok Pesantren adalah bidang hubungan sosial (HSO) 34.08% rata-rata santri yang memilih sebanyak 10 orang, bidang diri pribadi (DPI) 35.8% rata-rata santri yang memilih sebanyak 8 orang dan bidang jasmani dan kesehatan (JDK) sebesar 30.77% rata-rata santri yang memilih sebanyak 8 orang.
The contribution meaning of life toward subjective well-being of adolescents in Minangkabau Etnic Amalianita, Berru; Kusaini, Utami Niki
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 10 No 2 (2023): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v10i2.19680

Abstract

The notion of “meaning of life” carries substantial importance when considering the holistic state of being throughout different phases of one’s existence. Adolescents with the cognitive ability to comprehend and determine the significance of existence frequently exhibit a feeling of contentment and overall welfare in their encounters. This research endeavour aimed to investigate the impact of life goal interpretation on the subjective well-being of adolescents of Minangkabau ethnicity. This investigation is quantitative and employs correlational methodology. Adolescents belonging to the Minangkabau ethnic group were assembled as subjects for this study. This research utilized a sample of 182 adolescents from the Minangkabau tribe. The research employs a subjective well-being instrument derived from Dineer, comprising 56 items, to assess cognitive and affective dimensions. Subsequently, elements of creative, experience, and attitude value are evaluated using a meaning of life instrument developed from Victor Frank’s theory, comprising 47 items. Methods for analyzing data consist of descriptive, correlation, and straightforward regression tests. Numerous studies indicate that adolescents consider life objectives of the utmost importance. On the other hand, adolescents of Minangkabau ethnicity should pay close attention to their subjective well-being. With a variance of 42.7%, the meaning of life is substantially impacts the subjective well-being of Minangkabau adolescents. These results suggest that the notion of life’s purpose significantly affects an individual’s subjective well-being. Investigating and comprehending the purpose of existence can cultivate positive emotions and generate sentiments of contentment and joy among adolescents.
Identifikasi Permasalahan Santri Melalui Instrumen Alat Ungkap Masalah Di Pondok Pesantren Yogyakarta: Identifikasi Permasalahan Santri Melalui Instrumen Alat Ungkap Masalah Di Pondok Pesantren Yogyakarta Kusaini, Utami Niki
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 2 No. 2 (2021): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v2i2.354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bidang masalah yang paling mengganggu pada santri di Pondok Pesantren Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 445 santri kelas VII di dua Pondok Pesantren di Kota Yogyakarta. Alat ungkap masalah umum digunakan untuk mengidentifikasi bidang masalah pada santri di Pondok Pesantren. Instrumen ini terdiri dari 225 item pernyataan dan 10 bidang masalah, meliputi: (1) Jasmani dan Kesehatan (JDK); (2) Diri Pribadi (DPI); (3) Hubungan Sosial (HSO); (4) Ekonomi dan Keuangan (EKD); (5) Karier dan Pekerjaan (KDP); (6) Pendidikan dan Pelajaran (PDP); (7) Agama, Nilai dan Moral (ANM); (8) Hubungan Muda Mudi (HMM); (9) Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK); dan (10) Waktu Senggang (WSG). Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi paling banyak item yang mengganggu disetiap bidang masalah. Hasilnya menunjukkan bahwa bidang masalah yang paling mengganggu santri di Pondok Pesantren adalah bidang hubungan sosial (HSO) 34.08% rata-rata santri yang memilih sebanyak 10 orang, bidang diri pribadi (DPI) 35.8% rata-rata santri yang memilih sebanyak 8 orang dan bidang jasmani dan kesehatan (JDK) sebesar 30.77% rata-rata santri yang memilih sebanyak 8 orang.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kesehatan Mental Anak: Pendekatan Psikologis dan Perspektif Hukum Kusaini, Utami Niki; Syelvita, Rema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26459

Abstract

Perceraian merupakan fenomena sosial yang memiliki dampak luas, tidak hanya bagi pasangan yang berpisah tetapi juga bagi anak-anak yang terlibat. Dari perspektif psikologi, perceraian dapat menyebabkan gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan ketidakstabilan perilaku pada anak. Sementara itu, dari perspektif hukum, perceraian mempengaruhi hak asuh, kewajiban nafkah, serta perlindungan hukum anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian terhadap kesehatan mental anak dengan pendekatan interdisipliner, menghubungkan aspek psikologis dan hukum. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa anak yang mengalami perceraian orang tua lebih rentan mengalami gangguan psikologis, terutama ketika hak asuh dan nafkah tidak dipenuhi sesuai dengan ketentuan hukum. Oleh karena itu, intervensi dini dalam bentuk dukungan psikososial serta penerapan kebijakan hukum yang lebih ketat menjadi faktor penting dalam memitigasi dampak negatif perceraian terhadap anak.
Peran Ibu Dalam Menjaga Keseimbangan Emosional Keluarga Kusaini, Utami Niki; Rimulawati, Vegestina; Saputra, Nurhadi; Sari, Dwi Kurnia; Sariyati, Siti
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JULI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5428

Abstract

Abstrak   Studi ini meneliti peran ibu dalam menjaga keseimbangan emosional keluarga, dengan fokus pada fungsi-fungsi utama ibu dan pengaruhnya terhadap regulasi emosi anggota keluarga. Metode studi melibatkan penggabungan artikel dari berbagai sumber, termasuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dari Google Scholar dan Google Book. Tujuan penelitian adalah memahami peran ibu dalam keluarga serta pengelolaan emosi oleh ibu. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu sangat berperan dalam membentuk keseimbangan emosional keluarga melalui pengasuhan, perhatian, penengah konflik, dukungan emosional, dan komunikasi terbuka. Tantangan yang dihadapi ibu meliputi tuntutan peran ganda, pemenuhan kebutuhan emosional anggota keluarga, dan stigma sosial. Solusi untuk mengatasi tantangan tersebut meliputi self-care, komunikasi terbuka, pembagian tugas, mendapatkan dukungan, dan menetapkan batas. Kesimpulannya, peran ibu dalam menjaga keseimbangan emosional keluarga sangat penting, dan strategi yang tepat diperlukan untuk mengatasi tantangan dalam menjalankan peran tersebut.Kata kunci: Peran ibu, Keseimbangan Emosional, Keluarga.