Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Case Report: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) in Hypertension Nastaghfiruka, Prita Aulia; Badriyah, Hanik; Handoko, Kun Avriady; Prajnaparamita, Irfani
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2066

Abstract

A 58-year-old man who complained of dizziness spun around when the patient was in a sitting position, stood up and moved his head to look right and left that lasted for three days. To establish the diagnosis, we performed anamnesis with blood pressure results of 150/90mmHg, pulse 72x/ min, temperature 36.8 °C, breathing 22 x / minute. GCS 15 (E4 V5 M6). Physical examination of neurological otology yielded positive values on: Bidirectional nystagmus. The diagnoses we concluded were Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) and Stage I JNC VII Hypertension, according to the results of the history and further examination that had been carried out. Further diagnosis and appeal, as well as treatment of both medical and non-medicated have been provided. The results of the analysis concluded that there is a close relationship between hypertension and BPPV.
Pangan Darurat Berbasis Bahan Lokal Ipomoea Batatas Sebagai Ketahanan Pangan Saat Bencana Fakhirah Nailah Anrofi; Alya Raguan Al Habsyi; Fibran Aryan Nahya; Prita Aulia Nastaghfiruka; Fara Disa Durry
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap terjadinya bencana alam. Kasus bencana alam terbanyak adalah banjir yang mencapai 3870 kasus sepanjang Januari-Mei 2024. Ketika bencana terjadi makanan menjadi sulit didapatkan. Sementara pada kondisi tersebut, tubuh membutuhkan banyak energi. Penyediaan pangan darurat yang mudah dikonsumsi dan mengandung kalori tinggi menjadi hal yang penting saat bencana. Ipomoea batatas atau ubi jalar merupakan sebuah alternatif yang dapat digunakan untuk pangan darurat dengan keunggulannya yang mudah dikultivasi atau kemampuan yang bisa tumbuh dalam berbagai kondisi tanah dan iklim serta disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Tujuan: Kajian literatur ini akan mengeksplorasi potensi Ipomoea batatas sebagai pangan darurat saat banjir menurut kandungan gizi, daya simpan, dan kemudahan konsumsi. Penelitian ini selaras dengan sustainable development goals nomor dua yakni mengatasi kelaparan. Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian sumber literatur yang berfokus pada artikel terkait dengan ketahanan pangan saat bencana. Diperoleh hasil sebanyak 4 jurnal dengan 3 jurnal berbahasa Indonesia dan 1 jurnal berbahasa Inggris. Hasil: Berdasarkan 4 penelitian yang ditelaah diperoleh hasil bahwa pembuatan produk pangan darurat berbasis ubi jalar dengan bentuk produk berupa snack bar, cookies, dan bubur instan merupakan opsi yang tepat berdasarkan akses perolehan dan kandungan gizinya. Kesimpulan: Berdasarkan daya simpan, kemudahan distribusi dan konsumsi, snack bar merupakan solusi yang tepat bagi penyelesaian krisis pangan saat bencana banjir. Kebaruan dari penelitian ini adalah belum ada yang membahas mengenai Ipomoea batatas sebagai pangan darurat pada kondisi bencana.
Recent Developments of Leukemia in Children: A Literature Review zahra, nisrina; Nastaghfiruka, Prita Aulia
Journal of Diverse Medical Research: Medicosphere Vol. 2 No. 2 (2025): J Divers Med Res 2025
Publisher : Faculty of Medical - UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdiversemedres.v2i2.127

Abstract

Childhood leukemia is one of the most common types of blood cancer in children. Despite advancements in treatment, challenges such as drug resistance and long-term side effects persist. Access to care remains a global issue. Objective: This systematic review aims to identify trends in childhood leukemia treatment, including novel therapies, challenges, and associated risk factors. Findings:Targeted therapy and immunotherapy have offered new hope in treating childhood leukemia. However, drug resistance remains a major challenge. Additionally, long- term side effects of intensive treatment, such as organ damage and increased risk of secondary cancers, need to be considered. Conclusion: Progress in treating childhood leukemia has yielded encouraging results. However, further research is still needed to overcome existing challenges. Future research should focus on developing more personalized therapies and gaining a deeper understanding of the genetic and environmental risk factors that contribute to the development of leukemia.