Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Terapi Bermain Terhadap Kecemasan Pada Anak dengan DF akibat hospitalisasi di ruang Teratai atas RSUD R T Notopuro Sidoarjo Nur Hafifah, Vivin; Jannatul, Maulidiyah; Novitasari, Desi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2269

Abstract

Anak terkadang lebih rentan sakit, sehingga tidak jarang harus dirawat dirumah sakit. Hospitalisasi merupakan suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Hospitalisasi terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit sehingga kondisi tersebut menjadi stressor baik terhadap anak maupun keluarga. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Penerapan intervensi terapi bermain Terhadap Kecemasan pada anak dengan df akibat Hospitalisasi diruang Teratai Atas RSUD R T Notopuro Sidoarjo. Metode : Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian, pelaksanaan pemberian terapi Bermain untuk mengontrol Kecemasan pada Anak Akibat Hospitalisasi.halusinasi pendengaran. Hasil : Analisa data menunjukkan diagnosis keperawatan yaitu Ansietas. Pemberian terapi Bermain adalah salah satu intervensi yang bisa di terapkan untuk mengontrol Kecemasan Pada Anak. Kesimpulan : Berdasarkan Hasil evaluasi yang di dapat dan dari asuhan keperawatan bahwasanya terapi Bermain Puzzel efektif memurunkan tingkat kecemasan pada anak akibat hospitalisasi
PENGEMBANGAN MODEL DOKUMENTASI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH BERBASIS WEB TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS NURUL JADID Nugroho, Setiyo Adi; Nur Hafifah, Vivin; Suryadi, Moh.
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2293

Abstract

Mahasiswa profesi ners saat ini mengealami penurunan motivasi belajar, karena banyaknya tuntutan tugas yang mereka alami, sehingga nantinya akan menyebabkan stress, depresi dan bahkan sampai ada yang bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengembangan model dokumentasi keperawatan berbasis web terhadap motivasi belajar mahasiswa kesehatan universitas nurul jadid. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperemental Design dengan design Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu dengan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling, besar sampel pada penelitian ini sebanyak 34 responden yang nantinya di bagi 2 kelompok, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Dokumentasi keperawatan berbasis web terhadap motivasi belajar mahasiswa profesi ners universitas nurul jadid. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada pengaruh aplikasi dokumentasi keperawatan berbasiss web terhadap motivasi belajar mahasiswa profesi ners Universitas Nurul Jadid, di terima. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis data yang diperoleh yaitu P value 0,005 kurang dari 0,05. Dan juga hasil analisis didapatkan nilai OR (Peluang) =50,000 artinya kelompok eksperimen mempunyai peluang 50,000 kali untuk meningkatkan motivasi belajar dibanding kelompok kontrol. Kata Kunci :Motivasi Belajar mahasiswa, Dokumentasi keperawatan berbasis web
PENGARUH EDUKASI SADARI MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS QUICK RESPON CODE TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA DI MAN 01 PROBOLINGGO PUTRI: : Pemeriksaan Payudara Sendiri, Pengetahuan, Sikap. Antrispi, Dian sindi; andalan, Sri astutik; Nur Hafifah, Vivin
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v8i1.377

Abstract

Latar belakang: Kanker Payudara menjadi salah satu ancaman yang manakutkan bagi Wanita. Etiologi yang tidak diketahui serta manifestasi klinis yang tidak dapat diprediksi sehingga menjadi masalah bagi Wanita. Tujuan: penelitian ini untuk membuktikan Pengaruh Edukasi SADARI Media Audio Visual berbasis Quick Respon Kode terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri pada Remaja di MAN 01 Probolinggo Putri. Metode: Desain penelitian menggunakan eksperimental semu (Quasi-Experimental) dengan metode Pretest-posttest Nonequivalent Control Group yang dilakukan pada dua kelompok berbeda dengan jumlah Sampel 132 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Probability Sampling. Analisis Pengetahuan menggunakan Uji Wincoxon dan Uji Chi-Square didapatkan P-Value 0,025 (<0,05) sedangkan Sikap dengan nilai P-Value 0,012 (<0,05). Hasil Penelitian: uji statistik Pengetahuan sebelum dilakukan Intervensi kelompok intervensi dan kontrol P- Value 0,310 (>0,05) sesudah dilakukan intervensi 0,000 (<0,05) sedangkan pada kategori sikap sebelum intervensi P-Value 0,135 (>0,05) dan sesudah intervensi 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan SADARI Media Audio Visual Berbasis Qucik Repon Code Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol.
TEKANSIA: PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN PENYULUHAN UNTUK KESEHATAN LANSIA YANG OPTIMAL DI DESA ALASSUMUR KECAMATAN BESUK KABUPATEN PROBOLINGGO: TEKANSIA: A COMMUNITY PROGRAM FOR BLOOD PRESSURE SCREENING AND HEALTH EDUCATION TO PROMOTE OPTIMAL ELDERLY HEALTH IN ALASSUMUR VILLAGE, BESUK DISTRICT, PROBOLINGGO REGENCY nur hafifah, vivin; Kamila , Fi'isyatil; Humaida, Humaida; Agustin, Ilmi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.416

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap hipertensi, yang seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya minimal, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Survei pendahuluan di Desa Alassumur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami tekanan darah tinggi tanpa disadari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi, dengan target peningkatan pemahaman minimal 20% setelah edukasi. Metode yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design yang melibatkan 40 lansia. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan berbasis media audio visual, diskusi kelompok, dan asesmen pemahaman menggunakan kuesioner berisi 15 item sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi berlangsung selama 60 menit, dengan pendampingan dari dosen, mahasiswa, bidan desa, dan kader kesehatan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 50% lansia memiliki tekanan darah normal, sedangkan 50% lainnya tergolong prehipertensi atau hipertensi stadium 2. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 58,7 (pra-tes) menjadi 84,1 (pasca-tes), dengan 80% peserta mampu menjawab ≥75% pertanyaan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa deteksi dini yang buruk dan kurangnya pengetahuan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya insiden hipertensi. Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok pendukung lansia berbasis kader kesehatan untuk pemantauan tekanan darah bulanan dan edukasi keluarga rutin. Program "TEKANSIA" telah terbukti efektif dan berpotensi berkelanjutan, menghasilkan dampak promotif dan preventif jangka panjang. Abstract The elderly are a vulnerable age group to hypertension, which often goes undetected due to minimal symptoms, but carries a risk of serious complications such as stroke and heart disease. A preliminary survey in Alassumur Village, Besuk District, Probolinggo Regency, showed that a large proportion of elderly people experience high blood pressure without realizing it. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge regarding risk factors, prevention, and treatment of hypertension, with a target of a minimum 20% increase in understanding after the education. The method used was a one-group pretest-posttest design involving 40 elderly people. Activities included blood pressure checks, audio-visual media-based health education, group discussions, and an understanding assessment using a 15-item questionnaire before and after the intervention. The education lasted 60 minutes, with assistance from lecturers, students, village midwives, and health cadres. The examination results showed that 50% of the elderly had normal blood pressure, while the other 50% were classified as prehypertension or stage 2 hypertension. The average comprehension score increased from 58.7 (pre-test) to 84.1 (post-test), with 80% of participants able to answer ≥75% of the questions correctly. Analysis indicated that poor early detection and lack of knowledge were the main factors contributing to the high incidence of hypertension. As a follow-up, a health cadre-based elderly support group was established for monthly blood pressure monitoring and routine family education. The "TEKANSIA" program has proven effective and has the potential to be sustainable, resulting in long-term promotive and preventative impacts.
TERAPI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI DESA ALASSUMUR BESUK : The Effect of Brain Stimulation Therapy through the Traditional Congklak Game on Cognitive Function in the Elderly: A Quasi-Experimental Study in Alassumur Village, Besuk nur hafifah, vivin; Amilia , Elok; Putri Wandasari , Eka Meyliana
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.401

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penurunan fungsi kognitif, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Peningkatan jumlah lansia di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo, menyebabkan kebutuhan akan intervensi untuk menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif lansia semakin mendesak. Salah satu intervensi yang menjanjikan adalah terapi stimulasi otak melalui permainan tradisional congklak, yang dapat merangsang fungsi kognitif melalui aktivitas yang melibatkan konsentrasi, perhitungan, dan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh terapi stimulasi otak menggunakan permainan congklak terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Desa Alassumur Kecamatan Besuk. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 30 lansia di Desa Besuk yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan selama empat minggu, dua kali per minggu. Fungsi kognitif diukur menggunakan MMSE dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Prosedur dalam penelitian ini adalah perlakuan permainan congklak  yang dilakukan 2 kali dalam seminggu, kegiatan lamanya terapi aalah 30 menit. Hasil uji statistik di dapatkan sign = 0.000 menunjukkan peningkatan fungsi kognitif yang signifikan setelah intervensi (p < 0,05). Terapi permainan congklak terbukti efektif meningkatkan fungsi kognitif dan dapat menjadi alternatif intervensi berbasis budaya lokal bagi lansia. Kesimpulan adalah ada pengaruh Terapi Permainan Tradisional Congklak terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Di Desa Alassumur Besuk Abstract Older adults are a vulnerable age group prone to cognitive decline, which can affect their quality of life. The increasing number of elderly people in Indonesia, including in Probolinggo Regency, has led to a growing need for interventions aimed at maintaining and improving cognitive function in this population. One promising intervention is brain stimulation therapy through the traditional game of congklak, which can stimulate cognitive function through activities involving concentration, calculation, and coordination.This study aims to examine the effect of brain stimulation therapy using the congklak game on improving cognitive function in older adults in Alassumur Village, Besuk District. The study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group, involving 30 elderly participants from Besuk Village selected using total sampling. The intervention was conducted over four weeks, twice a week. Cognitive function was measured using the Mini-Mental State Examination (MMSE) and analyzed using the Wilcoxon test. The intervention consisted of congklak game sessions conducted twice a week, with each session lasting 30 minutes.The statistical test result showed a significance value of 0.000, indicating a significant improvement in cognitive function after the intervention (p < 0.05). The congklak game therapy was proven effective in enhancing cognitive function and can serve as a culturally based alternative intervention for the elderly. The conclusion of this study indicates that there is a significant effect of traditional congklak game therapy on improving cognitive function in the elderly in Alassumur Village, Besuk. This therapy is effective in stimulating cognitive aspects such as memory, concentration, attention, and numeracy skills, making it a simple and enjoyable non-pharmacological intervention to help maintain and enhance cognitive function in the elderly