Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Daya Keluaran Pada Prototipe AeroSolar Sistem Hybrid Tenaga Surya dan Tenaga Bayu Samsurizal, Samsurizal; Aula Rohman, M. Mucklis; Putri Aradea, Nadira; Humaida, Humaida; Jesika Anastasia Siahaan, Putri; Prasetya, Adi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n1.2756

Abstract

AeroSolar merupakan pembangkit listrik tenaga angin yang terintegrasi dengan panel surya handal dalam menghasilkan energi listrik efektif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalis daya listrik yang dihasilkan dari prototipe AeroSolar untuk penerangan di gang-gang kecil. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap gang-gang kecil di perkotaan telah mengakibatkan munculnya berbagai masalah yang signifikan. Keterbatasan penerangan meningkatkan resiko keamanan di gang-gang kecil, serta minimnya infrastruktur energi membatasi aktivitas sosial. Salah satu aspek yang membutuhkan inovasi yaitu penyediaan energi, terutama pada daerah perkotaan yang padat dari struktur perkotaan pada gang-gang kecil, namun sering kali mengalami keterbatasan dalam infrastruktur energi yang memadai. Dari beberapa faktor yang dikaji bahwa daya maksimum tenaga surya pada pukul 11.00 siang mencapai nilai 69,84 watt. Sedangkan, pada tenaga bayu menghasilkan daya maksimum pada pukul 11.00 WIB dengan nilai 0,35 watt. Dari hasil perhitungan dan analisis menggunakan sistem hybrid AeroSolar, yang menggunakan teknologi aerofoil dan panel surya terintegrasi dengan rata-rata pemakaian daya sebesar 34,32 watt selama beban bekerja. Dengan waktu yang sama, tegangan yang terukur adalah 13,2 volt dan arus yang terukur pada beban adalah 2,6 ampere menjadi solusi efektif untuk menghasilkan energi listrik secara efisien dan berkelanjutan di gang-gang kecil
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-3 SMPN 3 PASIR PENYU Humaida, Humaida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.129

Abstract

Guru, siswa, dan bahan ajar merupakan unsur yang paling dominan dalam proses belajar yang nantinya akan sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. setelah diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2015 sampai November 2015 yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. yang berjumlah 39 siswa terdiri dari 18 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki, data dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa serta data pendukung berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa, jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, pada skor dasar siswa yang mencapai KKM 35,89 %, pada ulangan harian I siswa yang mencapai KKM menjadi 46,15 %, dan pada ulangan harian II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 71, 78 %. Dari analisis rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, dari analisis hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dalam 2 siklus mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMPN 3 Pasir Penyu
TEKANSIA: PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN PENYULUHAN UNTUK KESEHATAN LANSIA YANG OPTIMAL DI DESA ALASSUMUR KECAMATAN BESUK KABUPATEN PROBOLINGGO: TEKANSIA: A COMMUNITY PROGRAM FOR BLOOD PRESSURE SCREENING AND HEALTH EDUCATION TO PROMOTE OPTIMAL ELDERLY HEALTH IN ALASSUMUR VILLAGE, BESUK DISTRICT, PROBOLINGGO REGENCY nur hafifah, vivin; Kamila , Fi'isyatil; Humaida, Humaida; Agustin, Ilmi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.416

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap hipertensi, yang seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya minimal, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Survei pendahuluan di Desa Alassumur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami tekanan darah tinggi tanpa disadari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi, dengan target peningkatan pemahaman minimal 20% setelah edukasi. Metode yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design yang melibatkan 40 lansia. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan berbasis media audio visual, diskusi kelompok, dan asesmen pemahaman menggunakan kuesioner berisi 15 item sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi berlangsung selama 60 menit, dengan pendampingan dari dosen, mahasiswa, bidan desa, dan kader kesehatan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 50% lansia memiliki tekanan darah normal, sedangkan 50% lainnya tergolong prehipertensi atau hipertensi stadium 2. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 58,7 (pra-tes) menjadi 84,1 (pasca-tes), dengan 80% peserta mampu menjawab ≥75% pertanyaan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa deteksi dini yang buruk dan kurangnya pengetahuan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya insiden hipertensi. Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok pendukung lansia berbasis kader kesehatan untuk pemantauan tekanan darah bulanan dan edukasi keluarga rutin. Program "TEKANSIA" telah terbukti efektif dan berpotensi berkelanjutan, menghasilkan dampak promotif dan preventif jangka panjang. Abstract The elderly are a vulnerable age group to hypertension, which often goes undetected due to minimal symptoms, but carries a risk of serious complications such as stroke and heart disease. A preliminary survey in Alassumur Village, Besuk District, Probolinggo Regency, showed that a large proportion of elderly people experience high blood pressure without realizing it. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge regarding risk factors, prevention, and treatment of hypertension, with a target of a minimum 20% increase in understanding after the education. The method used was a one-group pretest-posttest design involving 40 elderly people. Activities included blood pressure checks, audio-visual media-based health education, group discussions, and an understanding assessment using a 15-item questionnaire before and after the intervention. The education lasted 60 minutes, with assistance from lecturers, students, village midwives, and health cadres. The examination results showed that 50% of the elderly had normal blood pressure, while the other 50% were classified as prehypertension or stage 2 hypertension. The average comprehension score increased from 58.7 (pre-test) to 84.1 (post-test), with 80% of participants able to answer ≥75% of the questions correctly. Analysis indicated that poor early detection and lack of knowledge were the main factors contributing to the high incidence of hypertension. As a follow-up, a health cadre-based elderly support group was established for monthly blood pressure monitoring and routine family education. The "TEKANSIA" program has proven effective and has the potential to be sustainable, resulting in long-term promotive and preventative impacts.