Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Online Single Submission (OSS) TerhadapPertumbuhan Ekonomi serta Dampaknya bagi PercepatanInvestasi di Provinsi Bengkulu Ariel Siswantoro; fitiani Ariska
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 7 No. 1 (2024): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/4a6p6z10

Abstract

Penerapan Online Single Submission (OSS) di Indonesia diharapkan dapatmemberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan percepatan investasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan OSS terhadappertumbuhan ekonomi dan investasi di Provinsi Bengkulu.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan data panel dari tahun 2016hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSS berpengaruh positif dan signifikanterhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi di Provinsi Bengkulu.Temuan ini menunjukkan bahwa OSS telah memberikan kontribusi positif terhadapperekonomian Provinsi Bengkulu. Pemerintah perlu terus melakukan sosialisasi dan edukasitentang OSS kepada pelaku usaha, serta meningkatkan kualitas layanan OSS untukmemaksimalkan manfaatnya bagi perekonomian daerah.
Strategi Pengembangan Sektor Perikanan Air Alut di Kota Bengkulu untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Desintha Anggreni; As’ad As’ad; Ariel Siswantoro
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v4i3.5010

Abstract

This study aims to formulate a strategy for the development of the seawater fisheries sector in Bengkulu City using a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis approach. The city of Bengkulu has a huge marine potential with a wealth of fish resources with high economic value, such as tuna, snapper, grouper, and various other types of marine products. This potential should be optimally utilized to improve the welfare of coastal communities, open up export opportunities, and encourage regional economic growth. However, the utilization of this potential is still not optimal due to various obstacles, including limited port infrastructure, traditional fishing technology, inadequate cold chain facilities, and limited market access. This study uses a descriptive qualitative method by collecting primary data through in-depth interviews, group discussions, and direct observation in the Baai Island and PPI Pondok Besi areas. Secondary data were obtained from government reports, fisheries offices, and literature reviews related to marine sector management policies. The results of the study show that the main strength of this sector lies in the strategic geographical location of Bengkulu City, the potential for abundant natural resources, and the support of maritime culture of the local community. Existing opportunities include government policies that support the development of the fisheries sector, increasing export market demand, and the potential for the development of marine products-based downstream industries. The weaknesses found are the lack of training for fishermen, the limitations of modern equipment, and storage facilities for catches. The threats faced include climate change, extreme weather, and competition with other fish-producing areas. The development strategies formulated include SO, WO, ST, and WT strategies with the aim of optimizing strengths and opportunities, overcoming weaknesses, and minimizing threats.
PEMBERDAYAAN BANK SAMPAH DAN APOTEK HIDUP UNTUK CEGAH STUNTING DI DESA JAYAKARTA Winny Lian Seventeen; Okka Adittio Putra; Ariel Siswantoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5842

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki prevalensi 23,2% pada tahun 2024. Desa Jayakarta ditetapkan sebagai lokus audit kasus stunting dengan permasalahan utama berupa rendahnya kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga dan belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan keluarga. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan sehat melalui dua intervensi: (1) pembentukan bank sampah berbasis bambu dan (2) pemanfaatan lahan kosong sebagai apotek hidup. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan, pendampingan, dan partisipatif, disertai monitoring dan evaluasi dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua program tidak berkelanjutan. Bank sampah tidak dimanfaatkan oleh warga karena mayoritas masyarakat lebih berfokus pada pekerjaan di perkebunan, sedangkan apotek hidup beralih fungsi menjadi lahan penanaman sayuran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pangan harian. Temuan ilmiah yang diperoleh adalah bahwa keberhasilan pengabdian tidak ditentukan oleh penyediaan sarana fisik semata, melainkan oleh kesesuaian intervensi dengan konteks sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, meskipun tujuan awal pencegahan stunting melalui lingkungan sehat belum tercapai optimal, kegiatan ini memberikan wawasan penting mengenai perlunya desain program yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Program lanjutan disarankan untuk mengembangkan kebun gizi keluarga dan mengintegrasikan bank sampah dengan insentif ekonomi agar lebih berkelanjutan.