Abstract: The complexityoftheregulationandimplementationoftheauthorityoftheOrganizingBody in changingthe status ofPrivateHigherEducationInstitutions (PTS), especiallyregardingthevalidityandlegalityofdocumentsissuedbythe organ representingtheOrganizingBody. Althoughtheregulationshave set outtherequirementsandproceduresthroughvariousregulationssuch as Law Number 12 of 2012 andDecreeoftheDirector General ofHigherEducationNumber 63/E/KPT/2020, practices in thefieldshow a discrepancybetweenthe formal structure (de jure) andtheactualstructure (de facto) in legal entitiessuch as Foundations, Associations, andOrganizations, whichcancause legal andadministrativeproblems in theratificationofchangesto PTS bytherelevantauthorities. DecreeoftheDirector General ofHigherEducationNumber 63/E/KPT/2020 providesstrictlimitationsregardingtheauthorityoftheofficial organ oftheOrganizingBody in changingtheinstitutionalstructureof PTS, but in practicethereisstill a discrepancybetweenthe formal legal structureandimplementation in thefield, especially in theformofAssociationsorOrganizations. Thisdiscrepancy has thepotentialtocause legal problemsbecausetheadministrativeactionstakencanbeconsidered ultra viresorwithout a valid legal basis. Basedon Lawrence M. Friedman's legal systemtheory, thissituationreflectsthelessthan optimal synergybetween legal structure, legal substance, and legal culture in thegovernanceofprivatehighereducation in Indonesia. Keyword:Letter of Director General, Private Higher Education Institutions (PTS), Foundations and Associations Abstrak: Kompleksitaspengaturan dan pelaksanaankewenangan Badan Penyelenggaradalamperubahan status Perguruan Tinggi Swasta (PTS), khususnyaterkaitvaliditas dan legalitasdokumen yang dikeluarkan oleh organ yang mewakili Badan Penyelenggara. Meskipunperaturantelahmenetapkansyarat dan prosedurmelaluiberbagairegulasisepertiUndang-UndangNomor 12 Tahun 2012 dan Keputusan DirjenDiktiNomor 63/E/KPT/2020, praktik di lapanganmenunjukkanadanyaketidaksesuaianantarastruktur formal (de jure) dan strukturaktual (de facto) pada badan hukumseperti Yayasan, Perkumpulan, dan Persyarikatan, yang dapatmenimbulkanpersoalanhukum dan administratifdalampengesahanperubahan PTS oleh otoritasterkait. Keputusan DirekturJenderal Pendidikan Tinggi Nomor 63/E/KPT/2020 memberikanbatasantegasmengenaikewenangan organ resmi Badan Penyelenggaradalamperubahankelembagaan PTS, namundalampraktiknyamasihterdapatketidaksesuaianantarastrukturhukum formal dan pelaksanaan di lapangan, khususnya pada bentukPerkumpulanatauPersyarikatan. Ketidaksesuaianiniberpotensimenimbulkanpersoalanhukumkarenatindakanadministratif yang dilakukandapatdianggap ultra vires atautanpadasarhukum yang sah. Berdasarkanteorisistemhukum Lawrence M. Friedman, situasiinimencerminkankurangoptimalnyasinergiantarastrukturhukum, substansihukum, dan budayahukumdalam tata kelolapendidikantinggiswasta di Indonesia. Kata kunci: Surat Kepdirjen, Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Yayasan dan Perkumpulan