Dermawan, Yudi Agung
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan Islam Wasathiyah di Nusantara Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13536

Abstract

Kajian ini membahas tentang pengertian Islam wasathiyah secara etimologi dan terminologi serta tantangan Islam wasathiyah yang ada di Nusantara. Kajian ini merupakan penelitian library research (penelitian kepustakaan), yaitu sebuah penelitian yang dilaksanakan dengan cara pengumpulan data dan informasi melalui bantuan yang terdapat di perpustakaan seperti artikel, buku referensi, catatan, hasil penelitian terdahulu dan berbagai macam jurnal yang berhubungan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Dengan jenis penelitian kualitatif penulis berupaya mengurai tantangan Islam wasathiyah di Nusantara. Penelitian ini menjelaskan bahwa Islam wasathiyah secara terminologi adalah sebuah risalah yang dibawa nabi Muhammad SAW., yang bersumber dari wahyu Allah SWT. untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta guna menjalin hubungan kepada sang pencipta, sesama manusia dan alam semesta tanpa berada disalah satu kubu yang ekstrem ifrath dan muqashir, tetapi tetap berada di posisi tengah-tengah. Tantangan Islam wasathiyah di Nusantara menjadi sangat berat karena masih terdapat individu, organisasi atau pendakwah yang mengamalkan pemahaman ekstrem dan liberal dari tokoh-tokoh terdahulu, disisi lain maraknya dakwah di media sosial yang mengklaim tren hijrah mengincar generasi muda bangsa Indonesia, karena generasi milenial ini lebih memilih menimba ilmu agama dengan melalui internet yang dinilai mudah dan praktis tanpa adanya penyaringan informasi yang dapat menimbulkan gerakan yang radikal dan intoleran.
Pendidikan Nilai di Pesantren: Menanamkan Kebaikan dan Moralitas Santri Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya keteladanan mengenai pendidikan nilai sanngat bergantung terhadap keteladanan pendidik dan lingkungan sekitar. Akan tetapi sering ditemukan adanya kesenjangan antara apa yang telah diajarkan dengan perilaku nyata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library reseach. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mencari dari berbagai referensi mulai dari buku, jurnal imiah, disertasi, dan laporan penelitian yang penah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pendidikan dan nilai adalah dua poin penting dalam kehidupan seseorang, keduanya saling berkaitan dan berkontribusi untuk mewujudkan individu yang berkarakter dan berkualitas. Memahami pendidikan nilai yang digenggam menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berkualitas. Pendidikan menyediakan individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, sedangkan nilai menjadi arah moral yang membimbing seseorang untuk berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengintregasikan keduanya, seseorang dapat mencapai potensi yang optimal dan berkontribusi baik bagi masyarakat. (2) Pendidikan nilai yang ada di pesantren adalah sebuah elemen penting untuk menciptakan generasi muda santri yang beriman, berwawasan kebangsaan, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai luhur yang telah diajarkan di pesantren diharapkan bisa menjadi arah bagi para santri dalam menjadi insan yang bermanfaat bagi negara dan bangsa.
Tinjauan Komparatif Kurikulum Pendidikan antara Pemikiran Al-Ghazali dan Naquib al-Attas Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan kurikulum pendidikan antara pemikiran dua tokoh besar Islam, Al-Ghazali dan Naquib al-Attas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua tokoh tersebut memandang konsep pendidikan, khususnya terkait kurikulum yang ideal untuk menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara ilmu duniawi dan ilmu agama dalam pembentukan karakter, sedangkan al-Attas menggarisbawahi konsep insan kamil atau manusia sempurna melakui pendidikan yang komprehensif. Kedua pemikir berfokus pada pentingnya reevansi antara tujuan pendidikan dengan kehidupan nyata serta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas.