Claim Missing Document
Check
Articles

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Nursikin, Mukh
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.838 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arah yang jelas dan tepat bagi masyarakat tentang kebijakan pendidikan dan implementasinya dengan menggunakan teori pendidikan, yang diinspirasi oleh filsafat pendidikan, dengan pendekatan naturalistik. Narasumber diambil secara snowball dan purposive. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, indepth interview, wawancara dan dokumentasi, kemudian dideskripsikan, reduksi, seleksi, dan dianalisa. Dalam proses pendidikan, aliran filsafat progresivisme konstruktivisme dan humanisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif dan komprehensif dalam mengembangkan pengetahuan dan potensi yang dimilikinya, tanpa menunggu arahan dan petunjuk dari guru atau siswa lainnya. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan; 1) filsafat progresivisme menghendaki kurikulum yang bersifat luwes dan terbuka, dapat dirubah dan dibentuk, sesuai dengan perkembangan zaman dan Iptek; 2) filasafat konstruktifisme menghendaki praktik pembelajaran yang konstruktif, berpusat pada peserta didik, mementingkan kecakapan hidup, membentuk kemampuan riil yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup secara nyata, melalui berbagai penilaian yang otentik dengan memanfaatkan proses dan hasil; 3) filsafat humanisme, menghendaki pelayanan peserta didik untuk menemukan makna dalam belajar sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, dengan mengakomodasi kebutuhan pengembangan kemampuan, minat, bakat dan kebutuhan khusus peserta didik, serta mendorong untuk berprestasi dan mencapai keberhasilan, dengan memberikan penghargaan atas capaian prestasi tersebut, baik berupa ungkapan verbal maupun non-verbal. The purpose of this research is to provide clear and appropriate directions for public about education policies and its implementation by using educational theory inspired by the role of educational philosophy. This research used naturalistic approach. Informants are determined with snowball and purposive technique. Data were collected through observation, indepth interview, interviews and documentation, then described, reduction, selection and analyzed. In educational  process progressivism, contructivsm and humanism philosophy wanted tha the students were able to use their abilities constructively and comprehensive in developing their  own knowledge and potensial without guidance from the teacher or other students. In curriculum development of education, progressivism  requires  flexible and open curriculum can be changed and formed in accordance with the changing time and the development of science and technology. Curriculum development in  contructivism phylosophy oriented in competence that aplicated contructivic lesson, students center, life skill, real ability, that can be seen through cognitive, psicomotor and affective in real life by using various outhentic assesments in process and result. In humanism, curriculum development stressed in students service for discovering the understanding of learning  due to their growth and developing with their ability, talent and the special need of the students, encourage them improve their achievement by giving reward for their achievement in verbal or  non-verbal expression. Kata kunci: progresivisme, konstruktivisme, humanisme
Terminology of Indonesia Islamic Education in plurality discourse ., Suwardi; Nursikin, Mukh
ATTARBIYAH Vol 28 (2018): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.193 KB) | DOI: 10.18326/tarbiyah.v28i0.17-40

Abstract

This  study aims to explore the attitudes of the academic community of the Faculty of Tarbiyah and Science Teachers (FTIK) of the State Islamic Institute (IAIN) Salatiga against the use of Islamic education terminology in Indonesia, so as to know the views of  respondents about Islam is single or plural. This research  uses quantitative descriptive research type. The population of this study are students of the third semester and the fifth semester at FTIK IAIN Salatiga as many as 1763 respondents. Researcher took 355 samples of respondents with cluster random sampling technique. Data collection use questionnaire method. Data were analyzed with descriptive  statistics. The data that has been collected then followed the stages of description, reduction, selection, discussion, analysis and conclusions. This research concluded that the majority of the academic community of IAIN Salatiga were disagree  with the terminology of Islamic education of Indonesia. They are more amenable to use the term Islamic education in Indonesia. This shows that the academic community of the FTIK IAIN Salatiga views that Islam as single rather than plural. The study also found  that  respondents who have more  understanding about the conception of Islamic education who reject the terminology of Islamic education in Indonesia are greater than those who have less understanding of the conception of Islamic education. Therefore, it is suspected that there is a negative correlation between the level of understanding of the concept of Islamic education with plurality attitude.
Integrasi Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran dari Segi Perspektif Ki Hajar Dewantara dan John Dewey Yektiana, Neneng; Nursikin, Mukh
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.448 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i4.560

Abstract

Proses pendidikan merupakan serangkaian yang tidak terlepas dari proses penciptaan manusia. Tujuan pendidikan mengalami pergeseran tidak hanya untuk mencerdaskan bangsa, namun dengan adanya perkembangan zaman tujuan pendidikan mengalami sedikit perubahan dengan lebih memfokuskan dalam menghasilkan peserta didik yang pragmatis dan matrealis. Dengan adanya fenomena tersebut terjadi kemerosotan moralitas bangsa. Dalam hal ini peran pendidikan nilai dirasa sangan diperlukan untuk mengembalikan tujuan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pendidikan nilai adalah suatu sistem berupa penamaan nilai karakter terhadap peserta didik yang meliputi kemaudan atau kesadaran, dan tindakan dalam mengimplementasikan nilai, budi pekerti, karakter serta akhlak ke dalam diri peserta didik. Dari segi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara konsep pendidikan nilai sudah tertuang dalam Tri Pusat Pendidikan. Sedangkan dalam aliran filsafat progresivisme yang dipelopori oleh John Deway konsep pendidikan sejalan dengan konsep pertumbuhan manusia.
Pendidikan Enterpreneurship Dalam Mengembangkan Ekonomi Pondok Pesantren Ushuluddin Ngadirejo Salaman Fauzi*, Rachmad; Nursikin, Mukh
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24880

Abstract

Kajian ini tujuannya untuk mengetahui latar belakang pondok pesantren dan pendidikan enterprenurship untuk mengembangkan perekonomian pondok pesantren ushuluddin. Dalam dunia pondok pesantren ada banyak hal yang bisa digali dari keilmuan agama maupun keilmuan umum. Kajian ini berusaha untuk memberikan sumbangsih di bidang pendidikan dengan mengkaji pendidikan enterprenurship dipondok pesantren. Pendidikan enterpreneurship diharapkan memberikan dampak positif bagi pondok pesanantren dari segi ekonomi dan masyarakat yang ada disekitar. Harapannya, kajian ini mampu memberikan nilai plus santri yang sedang memperdalam agama serta juga mempunyai soft skill yang dimiliki untuk keberlangsungan hidup baik pondok pesantren maupun diri sendiri sehingga menciptakan enterprenurship yang sehat dan amanah. Kajian ini merupakan kajian lapangan jenisnya yaitu kualitatif dengan pendekatan sejarah. Sumber kajian ini yaitu wawancara pengasuh pondok pesantren dan santri yang bergelut di bidang enterpreneurship serta pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perubahan pondok pesantren yang tadinya hanya ada pendidikan agam sekarang berkembang dan ada pendidikan enterprenurship tujuan untuk mengembangkan perekonomian pondok pesantren ushuluddin.
Peran Takmir Masjid Suciati Dalam Menguatkan Karakter Remaja Masjid Melalui Pendidikan Agama Islam Assyifa Putri*, Salsabila; Nursikin, Mukh
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran takmir masjid dalam menguatkan karakter remaja melalui pendidikan islam. Dunia Pendidikan islam memang banyak yang perlu pengkajian ulang untuk diaplikasikan ke dalam lingkungan masyrakat khusunya pada penguatan karakter. Kajian ini seoptimal mungkin di bidang pendidikn dengan mengkaji peran takmir masjid untuk menguatkan karakter remaja masjid. Penguatan karakter ini diharapkan memberikan dampak positif bagi remaja masjid yang mempunyai karakter kuat lewat pendidikan agama islam dan juga dari masyarakat sekitar masjid. Harapannya, kajian ini memberikan nilai plus dalam pendidikan agama islam sehingga bisa berbagi ilmu dengan masyarakat. Kajian ini menggunakan penelitia kualitatif karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi yang alamiah dengan peneliti sebaagai instrument kunci dan pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis datanya lebih bersifat induktif dan hasil penelitiannya lebih menekankan makna daripada generaisasi yang bersifat penelitian lapangan. Hasil dari kajian ini yaitu peran takmir masjid melalui DKM(dewan kemakmuran masjid) dalam menguatkan karakter remaja masjid melalui kajian ssetiap minggu dengan materi fiqih, tauhid, sholawat agar remja masjid mempunyai karakter yang berlandaskan agama.
Implementasi Pendidikan Nilai di SMP Islam Plus At Tohari Tuntang Kabupaten Semarang Kusuma Putra*, Alif Jilham; Nursikin, Mukh
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24747

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan implementasi pendidikan nilai peserta didik serta mendiskripsikan dampak dari implementasi pendidikan nilai tersebut di SMP Islam Plus At Tohari Tuntang, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian berjenis kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara melalui kehadiran peneliti di lapangan, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti, yakni dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Implementasi Pendidikan nilai di SMP Islam Plus At Tohari melalui pembiasaan kedisiplinan, keteladanan, serta kegiatan yang telah terjadwal seperti: sholat sunah dhuha dan sholat wajib berjamaah, gerakan membaca buku di kelas setiap senin setelah upacara, wajib pramuka setiap jum’at, kegiatan tutor sebaya, dan membaca asma’ul husna serta surat pendek setiap sebelum memulai pembelajaran. 2. Dampak dari implementasi nilai pada peserta didik di SMP Islam Plus At Tohari Tuntang yaitu: ketaatan peserta didik dalam menjalankan setiap program kegiatan sekolah, membentuk karakter mulia peserta didik yang diiringi pengetahuan agama maupun umum.
The Rector's Transformational Leadership Style at Nahdhatul Ulama College: Kepemimpinan Tranformasional Rektor Di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Wakit , Saipul; Dacholfany, Muhammad Ihsan; Wahab, Abdul; Muhja, Zainal Abidin; Suharyat, Yayat; Nursikin, Mukh; Supriatna, Dasep
Halaqa: Islamic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/halaqa.v6i2.1618

Abstract

To maintain the existence and sustainability of higher education institutions requires a leader, namely a chancellor who is able to seize opportunities and read situations that are challenges far ahead, so that a chancellor has an important and strategic role in managing the institution. in the context of leadership that aims at the direction of rapid progress and change is transformational. So that the leadership style is very relevant to be used as a basis and studied scientifically. Practically in this article, it will be explained about the transformational leadership of the rector in the Nahdlatul Ulama tertiary institution which substantially examines how the rector provides exemplary, motivational, intellectual stimulation and consideration with subordinates in the higher education environment. The research method uses a qualitative approach with a case study model at Nahdlatul Ulama University. As for data collection techniques using observation, documentation and interviews. As for the data analysis using the preposition technique between the findings and the theory used. The results of the research explain that the transformational leadership of the rector in private tertiary institutions includes 1) exemplary which is manifested through uswah hasanah, morals, work and work ethic, 2) motivation is carried out in two ways, namely orally and in writing, while the mechanism is carried out through formal and non-formal forums. formal, 3) stimulation carried out by the chancellor by giving itibar or inspirational stories to work well and sincerely to advance the Institution, while 4) consideration is carried out through humane relations with all elements within the Institution by prioritizing kinship and mutual care, compassion and care.
Pengaruh Kesadaran Beribadah terhadap Sikap Tasamuh Santri PPTI Al Falah Salatiga Ashar, Hanafi; Nursikin, Mukh
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2023): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v9i1.3395

Abstract

Indonesia, according to the records of the Indonesian Legal Aid Foundation, in 2020 there have been many cases of intolerance based on society. Therefore solutions are needed to minimize these problems. Tarbiyatul Islam Al Falah Islamic Boarding School Salatiga is one of the boarding schools that is known by the community through social media as a boarding school that has a high level of tolerance. From this, the authors conducted a study entitled The Influence of Worship Awareness on the Attitude of Tasamuh Santri PPTI Al-Falah Salatiga. The author wants to know as an educational institution that is closely related to religion, whether in terms of awareness of worship it has an influence on the attitude of tasamuh or tolerance. Based on the research results that have been produced by the author, the condition of awareness of worship of PPTI Al Falah students is classified as in good condition with 54% being in the high category and 46% being in very high condition. If described in terms of gender, male students and female students both have good awareness of worship and the two are balanced, as evidenced by the 53% rate in the high category for male students and 55% for female students, the remaining 47% and 45% are in very high condition. The condition of the tasamuh attitude of PPTI Al Falah students is also in the good category with 71% in the high category and 29% in very high conditions, for male students 60% in the high category and 40% in the very high category while female students 80% in the high category and 20% in the very high category. Awareness of worship has a significant influence on the tasamuh attitude of PPTI Al Falah Salatiga students with a significance number of 2.55389E-06. Awareness of worship also has a positive effect as evidenced by the research figure of 0.694273636 which means that when the x variable increases, the y variable will also increase. It can be said that if the awareness of worship increases, the attitude of tasamuh will increase. Abstrak Indonesia menurut catatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia pada tahun 2020 terjadi banyak kasus intoleransi yang bererdar pada masyarakat. Maka dari itu solusi-solusi dibutuhkan untuk meminimalisir masalah tersebut. Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga adalah salah satu pesantren yang dikenal masayrakat melalui media sosial sebagai pesantren yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Dari hal tersebut penulis melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Kesadaran Beribadah terhadap Sikap Tasamuh Santri PPTI Al-Falah Salatiga. Penulis ingin mengetahui sebagai lembaga Pendidikan yang erat dengan agama apakah dalam segi kesadaran ibadahnya memberikan pengaruh terhadap sikap tasamuh atau toleransinya. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dihasilkan oleh penulis adalah Kondisi kesadaran beribadah santri-santri PPTI Al Falah tergolong pada kondisi yang baik dengan angka 54 % berada pada kategori yang tinggi dan 46 % berada pada kondisi sangat tinggi. Jika diuraikan segi jenis kelamin antara santri putra dan santri putri juga sama-sama memiliki kesadaran beribadah yang baik dan antara keduanya berimbang dibuktikan dengan angka 53% pada kategori yang tinggi pada santri putra dan 55% untuk santri putri sisanya 47% dan 45% berada pada kondisi sangat tinggi. Kondisi sikap tasamuh santri-santri PPTI Al Falah juga pada kategori baik dengan 71% pada kategori tinggi dan 29% pada kondisi sangat tinggi, pada santri putra 60% pada kategori tinggi dan 40% pada kategori sangat tinggi sedangkan santri putri 80% pada kategori tinggi dan 20% pada kategori sangat tinggi. Kesadaran beribadah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap tasamuh santri PPTI Al Falah Salatiga dengan angka signifikansi 2.55389E-06. Kesadran beribadah juga berpengaruh secara positif dibuktikan dengan angka penelitian sebesar 0.694273636 yang berarti ketika variable x meningkat maka variabel y juga akan meingkat. Dapat dikatakan bahwa jika kesadaran beribadah meningkat maka sikap tasamuhnya akan meningkat.
Student Perceptions of the Implementation of Ecampus in Islamic Religious Education Departments in Higher Education Sutrisna, Sutrisna; Nursikin, Mukh; Pratama, Yoga Anjas; Zuraida, Zuraida; Irawan, Dodi
Al-Hijr: Journal of Adulearn World Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/alhijr.v3i3.695

Abstract

The internet and all technological devices are currently an inseparable part of education and teaching, for this reason higher education institutions have a high enthusiasm for developing the use of technology in learning activities. The aim of this research was to increase knowledge for students and lecturers in the proper and correct use of Ecampus. The research method used is quantitative using interview and survey techniques. The results of this research show that student understanding increases when students' perceptions of the implementation of Ecampus in the Islamic religious education department in higher education are implemented. The conclusion of this research explains that Ecampus is very useful for students and lecturers in the learning process, especially in learning Islamic religious education in universities so that students can achievegcreativeAndproduce students who excel in using Ecampus. Therefore, in this research, the researcher only conducted research on student perceptions of the implementation of Ecampus in the Islamic religious education department in universities. The researcher hopes that future researchers can conduct research on student perceptions of the implementation of Ecampus in universities in the departmentWhichother.
Formation of Student Character in Islamic Religious Education Learning in High Schools During the Corona Virus Pandemic Nursikin, Mukh; Sutrisna, Sutrisna; Nazmi, Ranti; Elliot, McCarty; Kathryn, Morse
Al-Hijr: Journal of Adulearn World Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/alhijr.v3i3.699

Abstract

Character is an important aspect that needs to be instilled in students in forming morals. Especially for students who have entered the upper secondary level of education. However, the corona virus pandemic makes it difficult for educators to apply distance learning, especially in cultivating student character according to Islamic religious education learning. This is because the previously face-to-face learning system has changed to online. This is what causes educators to make more efforts to instill good character in students. Therefore, the research is aimed at finding out in order to analyze what educators need to do in realizing the formation of student character during the corona virus pandemic using an online learning system. The research method uses quantitative methods (observation, interviews, distribution of questionnaires) to make it easier to collect the intended respondents. The results of this research were analyzed according to the objects obtained from the educator respondents to cultivate student character using an online system. The studies that are formed in cultivating character are cleanliness, discipline, responsibility according to the learning values of Islamic religious education. In this research, there are a few limitations felt by educators, namely regarding the lack of media and supporting applications to fulfill the cultivation of students' character by learning Islamic religious education. So it is hoped that future researchers will be able to provide media development as a means of supporting learning and making it easier for educators to shape students' character through Islamic religious education.
Co-Authors Abdul Wahab Afif, Rokhmad Ahmad, Khatib Ramli Ainun Jariyah Al Amin, Muhammad Yasin Amin, Moh Nasrul Anis Maghfiroh, Anis Anitasari, Erni Apriliira, peny Arrosyid’, Muhammad Harun Ashar, Hanafi Asri Nurdiana, Asri Assyifa Putri*, Salsabila Azhar, Muhammad Zul Azizah, Khoridatul Dermawan, Yudi Agung Elliot, McCarty Faisal Afda’u Faiyah, Isti Fajar Syarif Farhan Mujib, Muhammad Fatikah, Kaliana Fauzi*, Rachmad Hanung Triyoko, Hanung Indah Febriyani, Nur Irawan, Dodi Irfani, Ahmad Junedi Junedi, Junedi Karwadi Kathryn, Morse Kurniawan, Riza Aditya Kusuma Putra*, Alif Jilham Laili, Zuhrotul Laksono, Kabul Luthfi, Sohif Maftahal M. Ihsan Dacholfany Ma'arif, Alwi Ilqam Ma'shum, Firdaus Asrori Maftukhah, Maftukhah Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo Mandala, Gerry Maro, Ajeng Virga Sawitri Maslikhah , Maslikhah Ma’arif, Alwi Ilqam Mighfar, Shokhibul Millatana, Aufiy Mirani, Aisha Muhammad Afif Muhammad Aji Nugroho Muhammad Iksan, Muhammad Muhammad Nashihin Muhja, Zainal Abidin Mujib, Muhammad Farhan Mulyadi, Kenang Agus Narko Narko, Narko Nisak, Durotun Ni’mah, Choirun Nur Azizah NUR KHOLIFAH Nurhardini, Rahma Pratama, Aufar Rifqi Prayitno, Nur Hasbullah Rahmawati, Amalina Rizqi Ranti nazmi Rofi’ah, Nur Rohmatillah, Nely Rohmiyanti, Ika Ayu SABILLA, DHETA ARI Supriatna, Dasep Suryaningtyas, Ariany Katrin Suryono Suryono Sutrisna Sutrisna Suwardi . Tayeb, Azmil Thowaf, Shofirul Utami, Mita Wakit, Saipul Wasito Wasito Yayat Suharyat Yektiana, Neneng Yoga Anjas Pratama Zakiah, Siti Solichatun Zuraida Zuraida