Pendidikan agama Islam merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan moral anak sejak usia dini. Salah satu bentuk pendidikan agama yang esensial adalah pengenalan gerakan salat. Anak usia 5–6 tahun berada pada tahap perkembangan motorik dan imitasi yang optimal, sehingga membutuhkan strategi pembelajaran yang konkret dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengenalkan gerakan salat melalui metode demonstrasi dan menganalisis tingkat efektivitas metode tersebut pada anak usia dini di RA Al-Ikhlas Setiabudi, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi penunjang berupa RPP dan catatan pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari dua orang guru kelompok B dan satu kepala sekolah yang juga berperan sebagai pengajar dalam kegiatan pengenalan salat. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi pembelajaran langsung dengan metode demonstrasi yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru memperagakan gerakan salat secara berulang, memberikan bimbingan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak termotivasi. Meskipun sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam menirukan beberapa gerakan seperti takbiratul ihram dan tahiyyat akhir, namun secara umum metode ini efektif karena anak dapat meniru langsung gerakan yang dicontohkan.