Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ESTETIKA DALAM WACANA “TUAN GURU DENGAN MASA DEPAN YANG PANJANG” KARYA DAHLAN ISKAN Endang Wahyuningsi
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 2 No 1 (2019): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika bahasa dalam wacana “Tuan Guru dengan Masa depan yang Panjang” karya Dahlan Iskan. Jenis penelitian ini adalah penelitian wacana khususnya gaya bahasa dengan metode deskriptif dan content analysis. Adapun Objek penelitian ini adalah artikel yang ditulis oleh Dahlan Iskan yang dimuat di jpnn.com pada Senin, 22 Februari 2016. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa dalam wacana “Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang”Karya Dahlan Iskan mengandung nilai estetika yang terwujud dalam gaya bahasa berupa majas. Kemudian, secara konten analisis tergambarlah bahwa sebuah wacana memiliki makna lebih dari sekedar makna harfiah.
Intertekstual Novel Ma Yan Karya Sanie B. Kuncoro dan Novel Selembar Itu Berarti Karya Suryaman Ampriono Kajian Sastra Bandingan Endang Wahyuningsi; Rico Aprisa; Putri Wahyuli
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1761

Abstract

The problem discussed in this study is the comparison of the Mayan character in the novel Ma Yan by Sanie B. Kuncoro and the character Putri in the novel Selembar Itu Berarti by Suryaman Ampriono in the way the figures maintain education in the midst of the poverty line and the economic crush from the social aspect. The way the characters maintain education in the midst of the poverty line and economic hardship is compared through the social aspects of each character. This type of research is literaty research using the hermeneutic method. The data collection technique used is the data card technique which is carried out through reading the novel carefully, understanding the content of the novel, and recording data evidence in the novel. The research data that has been collected is then analyzed by identifying data on how the characters maintain education in the middle of the poverty line from the social aspect to Mayan and Putri figures, data classification and data interpretation. From the results of the study found a comparison of how the characters maintain education in the middle of the poverty line which is seen from the social aspect. Sosial aspect in maintaining education in the form of economic conditions, moral values, and social relations.
Penerapan Pendekatan Whole Language dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Viora, Dwi; Wahyuningsi, Endang; Surya, Yenni Fitra; Marta, Rusdial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan “penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar”. Jenis penelitian ini adalah penelitian konseptual. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa terpadu atau tidak dapat dipisah-pisahkan; (2) ada delapan komponen dalam pendekatan whole language, yaitu reading aloud, sustained silent reading, shared reading, journal writing, guided reading, guided writing, independent reading, dan independent writing; (3) ada tiga tahapan dalam penerapan pendekatan whole language, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian; (4) setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan tak terkecuali Pendekatan whole language. Namun, kekurangan ini tentunya bisa diatasi ketika guru sudah bisa memahami komponena atau pun cara menerapkan pendekatan whole language.
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3- 4 Tahun dalam Kajian Psikolinguistik Viora, Dwi; Wahyuningsi, Endang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran frasa; (2) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran kalimat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan tuturan A yang berusia 3,9 tahun sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini merupakan keseluruhan tuturan anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga teknik, yaitu simak, catat dan cakap. Hal ini dilakukan baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuan subjek penelitian. Analisis data tersebut dilakukan melalui tiga tahap yaitu, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 3-4 tahun telah menggunakan ujaran mulai dari satu kata, dua kata, tiga kata bahkan ada yang sampai empat kata yang hampir membentuk sebuah kalimat. (2) Pada usia empat tahun, pelafalan kata anak sudah dapat menghasilkan fonem-fonem yang lebih banyak. Kata-kata yang dihasilkan sudah beragam, diantaranya menggantikan fonem. Dalam hal ini pembendaharaan kata yang dikuasai anak sangat berbeda-beda dan bervariasi.
Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Wahyuningsi, Endang
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v3i2.3102

Abstract

Pendekatan diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang harus diperbaiki salah satunya adalah pendekatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat memperbaiki pembelajaran adalah pendekatan komunikatif. Pendekatan komunikatif merupakan suatu pendekatan yang menitikberatkan pada kemampuan komunikatif siswa, baik di lingkungan formal maupun nonformal. Ciri-ciri pendekatan komunikatif ditinjau dari segi siswa, peran guru, perangkat pembelajaran, dan tujuan pembelajaran. Karakteristik pendekatan komunikatif ditinjau dari segi siswa, proses pembelajaran, dan tujuan pembelajaran. Tujuan utama dari pendekatan komunikatif adalah menjadikan siswa mampu atau memiliki kompetensi komunikatif. Penerapan pendekatan komunikatif sepenuhnya dilakukan oleh siswa (student centre) sedangkan guru hanya sebagai fasilitator