Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Keterlambatan Berbicara pada Anak Berusia 6 Tahun Amanda, Ramdhina Puteri; Aulia, Rika
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i2.47

Abstract

Pemerolehan dan perkembangan bahasa pada anak dapat dilatih sejak anak masih bayi hingga memasuki usia balita. Peran orang tua sangat penting dalam pemerolehan serta perkembangan bahasa pada anak, terlebih lagi untuk mencegah gangguan berbahasa pada anak. Tujuan atau sasaran dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemerolehan dan perkembangan bahasa pada seorang anak berusia enam tahun yang mengalami gangguan keterlambatan berbicara. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui peran orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar terhadap pemerolehan dan perkembangan bahasa yang terjadi pada anak tersebut. Metode deskriptif kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, beberapa teknik yang digunakan di antaranya adalah studi pustaka, pengamatan, dan wawancara. Sumber primer dalam penelitian ini adalah anak berusia enam tahun yang mengalami keterlambatan berbicara, sementara sumber sekundernya adalah e-book, buku, dan jurnal atau artikel yang berhubungan dengan masalah keterlambatan berbicara. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa orang tua, keluarga serta lingkungan sangat berpengaruh dalam pemerolehan dan perkembangan berbahasa pada anak. Faktor genetik juga dapat berpengaruh dalam gangguan berbicara yang terjadi pada anak.
Perubahan Ruang Kota: Tipologi dan Morfologi Kota Jakarta Pusat di Era Modern Studi Kasus Kawasan Sudirman-Thamrin Aulia, Rika; Yaaz, Kahla Haifa; Sabila, Sabrina; Pradini, Purnama Sakhrial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Jakarta Pusat khususnya kawasan Sudirman-Thamrin telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak masa VOC hingga masa sekarang. Kota ini telah menjadi pusat administrasi pemerintahan dan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi dan morfologi kota Jakarta Pusat, Kawasan Sudirman-Thamrin dalam period ultramodern dengan menggunakan teori perancangan kota menurut Roger Trancik. Teori perancangan kota Roger Trancik, yang mencakup konsep figure- ground, linkage, dan place theory, menawarkan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisis hubungan antara ruang publik dan privat, konektivitas antar bagian kota, dan penciptaan tempat yang bermakna bagi penghuninya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi dan morfologi kawasan Sudirman-Thamrin sangat dipengaruhi oleh sejarah perkembangan kota, struktur sosial-ekonomi, dan tekanan modernisasi.
PENINGKATAN KAPASITAS KADAR POSYANDU DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI KOTA CIMAHI Fahrurozi, Muhammad; Chairunnisa, Fatiha; Nuraeni, Fitri; Sulyaswati, Susi; Fadilla, Raihan Intan; Ramandha, Alya; Maryam, Fitri; Aulia, Rika; Damayanti, Iftitah Sekar; Sugianto, Diva; Afriyanti, Suci; Kahar, Kahar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jpmki.v4i2.3064

Abstract

Indonesia is among the countries with a high prevalence of stunting. National data indicate that efforts to reduce stunting require cross-sectoral attention, including at the primary service level such as Posyandu. The Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) reported that the stunting prevalence in Cimahi City is 16.4%, with a target to reduce the stunting rate to below 14% by 2024. Stunting is a major public health issue of national concern. This activity aims to enhance the capacity of Posyandu cadres in Cimahi City to support the national efforts in reducing stunting rates. The implementation method includes socialization activities, Self-Awareness Surveys (SMD), Community Consultations at the RW Level (MMRW), implementation, and evaluation. Information dissemination and training are delivered through effective media such as PowerPoint presentations, leaflets, X-banners, and videos. The results of the activity, assessed through pre-tests and post-tests, show an increase in the knowledge of Posyandu cadres, with the average score rising from 60/100 to 80/100, and some cadres even achieving the maximum score. This indicates that the provided materials were well received and understood. The conclusion of this empowerment activity is that there has been an increase in the knowledge capacity of Posyandu cadres regarding their roles and functions in stunting prevention.
Mengembangkan Decision Making siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Permainan Rangku Alu dengan Model Kooperatif TGT Aulia, Rika; Firdiansyah, Bahtiar
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16244

Abstract

The low level of decision-making ability among Madrasah Ibtidaiyah students indicates the need for a learning approach that provides decision-making experiences which do not only emphasize physical aspects, but also develop the ability to think quickly and accurately. One relevant alternative is the use of the traditional game Rangku Alu combined with the cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT). This study aims to describe the implementation of the Rangku Alu game based on the TGT cooperative model in physical education learning, identify the supporting and inhibiting factors of its implementation, and analyze its contribution to the development of decision-making abilities of students at MI NU Nurul Haq. The research employed field research using a qualitative approach through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, and data validity was ensured through source and technique triangulation. The results show that the Rangku Alu game was implemented in a structured manner, supported by students’ enthusiasm, active teacher involvement, and school facilities. Students demonstrated improvement in decision-making abilities as indicated by several indicators: (1) the ability to imitate others’ movements (imitation), (2) performing movements accurately and precisely (precision), and (3) executing high-quality movements reflexively (naturalization). The traditional Rangku Alu game contributes to the development of motor skills and students’ psychomotor aspects, and serves as an appropriate medium for developing decision-making, cooperation, and communication skills. The implementation of traditional games in physical education provides enjoyable and meaningful learning experiences while supporting the objectives of physical education learning.