Lubis, Nurasiah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi diri sebagai hamba dalam aktivitas suluk tarekat naqsyabandiyah Lubis, Nurasiah; Naldo, Jufri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424714

Abstract

Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat yang paling berpengaruh di dunia Islam, dikenal luas karena pendekatannya yang mendalam dalam mengajarkan spiritualitas dan moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi diri sebagai hamba dalam kegiatan suluk tarekat naqsyabandiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 6 murid dari syekh H. Muhammad Ali Guntur Siregar di desa Tanjung Medan, Kec. Kemapung Rakyat. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Para siswa terlibat dalam berbagai praktik spiritual, termasuk dzikir (mengingat Allah) secara teratur, melakukan salat tambahan seperti tahajud dan dhuha, dan berpartisipasi dalam latihan spiritual seperti khalwat (mengurung diri untuk bermeditasi). Praktik-praktik ini ditujukan untuk meningkatkan hubungan dan disiplin spiritual mereka. Namun, para siswa menghadapi beberapa tantangan, termasuk persepsi masyarakat yang memandang para praktisi tarekat sebagai penyendiri atau kurang bersosialisasi. Hal ini menumbuhkan rasa spiritualitas yang lebih dalam, meningkatkan nilai-nilai moral mereka, dan mendorong gaya hidup yang disiplin. Maka dapat disimpulkan bahwa keterlibatan para siswa dalam berbagai kegiatan spiritual seperti suluk tarekat naqsyabandiyah tidak hanya memperdalam hubungan mereka dengan Allah tetapi juga secara positif memengaruhi nilai-nilai moral dan interaksi sehari-hari mereka.
Implementasi diri sebagai hamba dalam aktivitas suluk tarekat naqsyabandiyah Lubis, Nurasiah; Naldo, Jufri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424714

Abstract

Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat yang paling berpengaruh di dunia Islam, dikenal luas karena pendekatannya yang mendalam dalam mengajarkan spiritualitas dan moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi diri sebagai hamba dalam kegiatan suluk tarekat naqsyabandiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 6 murid dari syekh H. Muhammad Ali Guntur Siregar di desa Tanjung Medan, Kec. Kemapung Rakyat. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Para siswa terlibat dalam berbagai praktik spiritual, termasuk dzikir (mengingat Allah) secara teratur, melakukan salat tambahan seperti tahajud dan dhuha, dan berpartisipasi dalam latihan spiritual seperti khalwat (mengurung diri untuk bermeditasi). Praktik-praktik ini ditujukan untuk meningkatkan hubungan dan disiplin spiritual mereka. Namun, para siswa menghadapi beberapa tantangan, termasuk persepsi masyarakat yang memandang para praktisi tarekat sebagai penyendiri atau kurang bersosialisasi. Hal ini menumbuhkan rasa spiritualitas yang lebih dalam, meningkatkan nilai-nilai moral mereka, dan mendorong gaya hidup yang disiplin. Maka dapat disimpulkan bahwa keterlibatan para siswa dalam berbagai kegiatan spiritual seperti suluk tarekat naqsyabandiyah tidak hanya memperdalam hubungan mereka dengan Allah tetapi juga secara positif memengaruhi nilai-nilai moral dan interaksi sehari-hari mereka.
Pernikahan Dini dalam Pandangan Hukum Islam dan Dampaknya dalam Berbagai Aspek Lubis, Nurasiah; Adenan, Adenan; Nurdila, Siti; Izat, Qomarul; Audrian, Dimas; Fauzi, Rama Risky; Martua, Luthfi Ilham
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan sebuah upacara sakral untuk menyatukan ikatan perkawinan antara wanita dan pria secara sah di mata agama maupun hukum. Upacara pernikahan dilakukan dengan resepsi berbagai ragam ciri khas, sesuai dengan agama, adat istiadat, serta suku budaya masing-masing. Namun kebanyakan pasangan muda cepat-cepat melangsungkan pernikahan, hal itu disebut dengan pernikahan dini. Tulisan ini menggunakan metode kajian kepustakaan (Library Reasearch) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Tulisan ini menemukan bahwa pernikahan dini adalah kedua belah pihak atau salah satu orang masih berusia dibawah 18 tahun. Dalam pandangan Islam pernikahan dini mempunyai norma hukum bahwa pernikahan bisa berubah tergantung kondisi orang yang menikah, dan pernikahan dini tidak dilarang di dalam Islam asalkan kedua belah pihak telah baligh dan telah mampu menjalankan kewajiban sebagai pasangan baik itu kewajiban jasmani dan rohani serta mampu menjalankan pernikahan sebagai ibadah. Sehingga dari tulisan ini menegaskan bahwa pernikahan dini yang diperbolehkan harus mengutamakan pertimbangan yang penting yaitu pada aspek sebagai perlindungan pada agama, harta, jiwa, keturunan dan akal. Selain itu juga dampak negatif dan positif yang akan dialami pasangan pernikahan yang memutuskan untuk menikah pada usia dini meskipun menikah dini dalam pandangan hukum Islam memperbolehkan tersebut.