Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi dan Permasalahan Pemanfaatan Dana Insentif Daerah pada Tiga Kota Terbaik Penghargaan Pembangunan Daerah Pambudi, Andi Setyo; Nurvia, Silvitia Nindia
Bappenas Working Papers Vol 6 No 3 (2023): November 2023
Publisher : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47266/bwp.v6i3.223

Abstract

Dalam desentralisasi fiskal, interaksi pemerintah kota terhadap kebutuhan nasional seringkali mendapat perhatian dalam konteks evaluasi. Interaksi tersebut salah satunya terkait pemanfaatan Dana Insentif Daerah (DID). Anggaran DID juga diberikan kepada pemerintah kota yang telah membuat prestasi luar biasa dalam berbagai bidang, salah satunya adalah perencanaan pembangunan. Melalui Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2020, ada 3 kota yang mendapatkan DID dari kategori ini, yaitu Kota Semarang, Kota Yogyakarta dan Kota Padang. Kebijakan distribusi (penyaluran) Dana Insentif Daerah 2021 akan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi on-going DID pada tingkat kota bertujuan untuk menggambarkan capaian/realisasi serta memotret permasalahan perencanaan dan implementasi DID tahun 2021 oleh 3 kota terbaik PPD tahun 2020. Evaluasi on-going akan ditindaklanjuti dengan pemberian rekomendasi/saran perbaikan kepada pemerintah pusat dari sisi pemerintah daerah sebagai eksekutor dana tersebut di lapangan. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang memanfaatkan kuesioner dan diskusi terbatas sebagai verifikasi. Analisis dalam evaluasi menghasilkan rekomendasi menarik untuk dipertimbangkan di masa depan terkait DID, dimana salah satunya terkait pentingnya pengalokasiaan anggaran DID sejak awal tahun anggaran, termasuk regulasinya. Informasi pemberian DID diharapkan bersamaan dengan tahapan penyusunan anggaran di daerah agar DID dapat lebih tepat sasaran, selain juga sosialisasi informasi pagu indikatif dan juknis DID untuk dapat lebih awal dari yang ada saat ini. Hal lain yang juga menjadi sorotan daerah adalah pada aspek pelaksanaan, khususnya perlunya menginformasikan perolehan kinerja kepada daerah, sehingga daerah dapat mengoptimalkan kinerjanya untuk mendapatkan DID sesuai bidang yang ada.
Pengaruh Kemiskinan Terhadap Prevalensi Stunting di Kota Cirebon Kharisma, Bayu; Anwar, Arfian; Puspitarini, Arinda Wahyu; Amalia, Fira; Jumsaddin, Jumsaddin; Yosephine, Michel Kezia; Hendriani, Sarah Tresia; Nurvia, Silvitia Nindia
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kemiskinan dalam prevalensi penurunan stunting dan mengetahui pengaruh kemiskinan terhadap penurunan prevalensi stunting di Kota Cirebon. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tahunan dengan periode waktu 2013 hingga 2023 yang bersumber dari Data Pengukuran Rutin Elektronik pencatatan dan pelaporan gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Kota Cirebon dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi literatur. Penelitian ini menggunakan mixed method yaitu analisis regresi, Analisis SWOT dan Problem Tree Analysis. Bhasil temuan menunjukkan adanya hubungan positif antara tingkat kemiskinan dengan prevalensi stunting. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa dalam menghadapi permasalahan masalah stunting di Kota Cirebon ada beberapa strategi yang harus ditemukan dan dilaksanakan dalam mengatasi di Kota Cirebon yaitu kebijakan dan program perbaikan kesehatan dan penurunan stunting serta program-program bantuan sosial, melakukan penyuluhan dan edukasi melalui perkumpulan masyarakat, menambah jumlah fasiltas kesehatan serta sdm kesehatan, dengan adanya kerja sama pemerintah, LSM dan kelompok masyarakat yang dapat dikembangkan, pembentukan tim percepatan penurunan stunting serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan cara penanganan stunting dan cara penanganan dan menambah pengetahuan informasi kesehatan melalui penggunaan teknologi informasi yang popular dilingkungan masyarakat