Hani, Umi Mahmudah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KETERIKATAN KARYAWAN MELALUI MEDIASI THRIVING DAN FLOURISHING Hani, Umi Mahmudah; Rostiana; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan dapat bekerja dengan baik di perusahaan apabila mempunyai keterikatan yang tinggi, oleh karena itu perlu dikaji faktor-faktor yang berperan terhadap pembentukan keterikatan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap keterikatan karyawan melalui mediasi thriving dan flourishing. Budaya organisasi merujuk suatu sistem pengertian bersama oleh anggota organisasi dan membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya. Keterikatan kerja merupakan keterlibatan, kepuasan dan antusiasme individu dengan pekerjaannya. Thriving adalah perasaan mengalami perkembangan dan kemajuan dalam mengembangkan diri. Flourishing adalah kombinasi antara pengalaman hidup yang berjalan baik, perasaan positif serta mampu berfungsi optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimen dengan jumlah sampel 238 orang, yang pengambilannya ditentukan dengan teknik convenience sampling. Keterikatan karyawan diukur menggunakan Gallup   question 12 survey (Q12 survey), budaya organisasi diukur menggunakan skala budaya organisasi, 36 butir, thriving diukur menggunakan Brief Inventory of Thriving (BIT) sebanyak 10 butir; dan flourishing diukur menggunakan The Flourishing Scale Diener sebanyak 8 butir. Hasil uji hipotesis menunjukkan budaya organisasi memberikan efek langsung kepada keterikatan karyawan, thriving berperan sebagai mediator, namun flourishing tidak terbukti berperan sebagai mediator antara budaya organisasi dengan keterikatan karyawan. Implikasi penelitian ini memperlihatkan karyawan terikat dengan organisasi karena adanya tata nilai dan kebersamaan terutama untuk mengembangkan diri. Namun, kedekatan dan tanggung jawab karyawan tersebut belum membangun perasaan positif karyawan pada organisasinya. Saran penulis untuk penelitian selanjutnya adalah agar dapat meneliti budaya organisasi dan keterikatan karyawan dengan melibatkan level manajerial sehingga didapat hasil yang lebih lengkap dan maksimal.