Pencitraan berhubungan dengan citraan/indera yang digunakan oleh manusia berupa penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pencecapan, dan gerakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pencitraan dalam kumpulan puisi karya Waluya dalam pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu metode kualitatif deskripsi teknik analisis isi. Fokus dalam penelitian ini yaitu pencitraan dalam kumpulan puisi karya Waluya, sedangkan subfokus penelitian yakni citra penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, peraba, dan gerak. Hasil penelitian ini menunjukkan citraan yang terdapat pada kumpulan puisi karya Waluya citraan paling dominan digunakan penyair yaitu citraan penglihatan sebanyak 13 kutipan, kemudian diikuti oleh citraan pendengaran sebanyak 7 kutipan, selanjutnya diikuti citraan penciuman sebanyak 5 kutipan, citraan gerak sebanyak 4 kutipan, citraan pencecapan dan perabaan sebanyak 3 kutipan. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah, guru bisa secara variatif menggunakan puisi-puisi karya Waluya sebagai media pembelajaran. Kemudian guru dapat melatih peserta didik dalam membuat karya sastra dengan menggunakan citraan terutama puisi. Selanjutnya, guru juga dapat melatih dan mengembangkan kreativitas peserta didik dengan puisi-puisi ini melalui puisi yang dinyanyikan atau musikalisasi puisi.