Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH [THE CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE 8 MATHEMATICS STUDENTS USING THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL] Simatupang, Taruli; Appulembang, Oce
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 6, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.4726

Abstract

Based on PISA research, Indonesian students' mathematical abilities are still below average with one of the assessment indicators being critical thinking skills. This was also found by the authors at the observed schools. The average percentage of students' critical thinking skills in grade 8 is 36% or at less intervals. Meanwhile, the problem-based learning model (PBM) is seen as effective in helping students' critical thinking skills. Thus, the purpose of this study is to describe the critical thinking skills of grade 8 students using the problem-based learning model. The research method used is descriptive qualitative. The conclusion of this paper shows that students' critical thinking skills using the PBM model have an average percentage of 65% for the three indicators. The characteristics of PBM by providing contextual problems can train students' critical thinking power. The stages in PBM make students actively involved in learning by asking various questions as well as in group discussions in designing problem solving. In Christian education, students' critical thinking skills are trained to be able to understand God's truth. Through this, students are expected to live responsibly. Suggestions that can be given are to train students' critical thinking skills in schools through appropriate learning models or approaches. In the implementation of PBM, it is better to pay attention to the estimated time in each stage.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan penelitian PISA, kemampuan matematika siswa Indonesia masih di bawah rata-rata dengan salah satu indikator penilaiannya ialah kemampuan berpikir kritis. Hal ini juga ditemukan oleh penulis di sekolah yang diobservasi. Persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII ialah 36% atau pada interval kurang. Sementara itu, model pembelajaran berbasis masalah (PBM) ditinjau efektif dalam membantu kemampuan berpikir kritis siswa. Sehingga, tujuan penelitian ini ialah untuk memaparkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII melalui model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kesimpulan penulisan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa melalui model PBM memiliki persentase rata-rata untuk ketiga indikatornya sebesar 65%. Karakteristik PBM dengan pemberian masalah kontekstual dapat melatih daya pikir kritis siswa. Tahapan dalam PBM membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan mengajukan berbagai pertanyaan juga dalam diskusi kelompok dalam merancang penyelesaian masalah. Dalam pendidikan Kristen, kemampuan berpikir kritis siswa dilatih untuk dapat memahami kebenaran Allah. Melalui hal tersebut, siswa diharapkan hidup bertanggung jawab. Saran yang dapat diberikan adalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah melalui model atau pendekatan pembelajaran yang sesuai. Dalam pelaksanaan PBM, sebaiknya memperhatikan estimasi waktu dalam setiap tahapannya.
PENGUATAN KOMPETENSI DAN SPIRITUAL PENDIDIK PAUD YAYASAN KAIROS TANAH PAPUA SORONG, PAPUA BARAT DAYA Indriana Purba, Rosma; Bunda, Dince; Praja Kusumah, Indra; Appulembang, Oce; Sari, Ganda
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3446

Abstract

Teachers are not merely transmitters of knowledge but also serve as character builders and spiritual mentors. This community service program was designed to equip early childhood educators from the Kairos Foundation in Sorong, Southwest Papua, with a comprehensive understanding of the competencies required of educators, the characteristics of learners from a Christian worldview, and the challenges faced by educators in the 21st century. These challenges were explored through the lens of 21st-century skills and with reference to the Regulation of the Indonesian Minister of Education and Culture No. 137 of 2014. Through a reflective and contextual approach involving discussions and assignments, the online training—attended by sixteen teachers—resulted in improved educator understanding, as evidenced by their ability to clearly and critically explain the four key aspects covered. This training not only enhanced the participants’ conceptual understanding but also affirmed their identity and strategic role as educators in shaping a generation that is intellectually capable and deeply rooted in Christian values. Ultimately, the training serves as a practical guide for meaningful and transformative teaching.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH [THE CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE 8 MATHEMATICS STUDENTS USING THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL] Simatupang, Taruli; Appulembang, Oce
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.4726

Abstract

Based on PISA research, Indonesian students' mathematical abilities are still below average with one of the assessment indicators being critical thinking skills. This was also found by the authors at the observed schools. The average percentage of students' critical thinking skills in grade 8 is 36% or at less intervals. Meanwhile, the problem-based learning model (PBM) is seen as effective in helping students' critical thinking skills. Thus, the purpose of this study is to describe the critical thinking skills of grade 8 students using the problem-based learning model. The research method used is descriptive qualitative. The conclusion of this paper shows that students' critical thinking skills using the PBM model have an average percentage of 65% for the three indicators. The characteristics of PBM by providing contextual problems can train students' critical thinking power. The stages in PBM make students actively involved in learning by asking various questions as well as in group discussions in designing problem solving. In Christian education, students' critical thinking skills are trained to be able to understand God's truth. Through this, students are expected to live responsibly. Suggestions that can be given are to train students' critical thinking skills in schools through appropriate learning models or approaches. In the implementation of PBM, it is better to pay attention to the estimated time in each stage.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan penelitian PISA, kemampuan matematika siswa Indonesia masih di bawah rata-rata dengan salah satu indikator penilaiannya ialah kemampuan berpikir kritis. Hal ini juga ditemukan oleh penulis di sekolah yang diobservasi. Persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII ialah 36% atau pada interval kurang. Sementara itu, model pembelajaran berbasis masalah (PBM) ditinjau efektif dalam membantu kemampuan berpikir kritis siswa. Sehingga, tujuan penelitian ini ialah untuk memaparkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII melalui model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kesimpulan penulisan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa melalui model PBM memiliki persentase rata-rata untuk ketiga indikatornya sebesar 65%. Karakteristik PBM dengan pemberian masalah kontekstual dapat melatih daya pikir kritis siswa. Tahapan dalam PBM membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan mengajukan berbagai pertanyaan juga dalam diskusi kelompok dalam merancang penyelesaian masalah. Dalam pendidikan Kristen, kemampuan berpikir kritis siswa dilatih untuk dapat memahami kebenaran Allah. Melalui hal tersebut, siswa diharapkan hidup bertanggung jawab. Saran yang dapat diberikan adalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah melalui model atau pendekatan pembelajaran yang sesuai. Dalam pelaksanaan PBM, sebaiknya memperhatikan estimasi waktu dalam setiap tahapannya.
PELATIHAN DARING PENGUATAN KOMPETENSI DAN SPIRITUAL PENDIDIK: KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN YAYASAN KAIROS TANAH PAPUA Purba, Rosma Indriana; Bunda, Dince; Praja Kusumah, Indra; Appulembang, Oce; Sari, Ganda
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.9851

Abstract

Dalam konteks pendidikan Kristen, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan pembimbing rohani. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk membekali para pendidik Kristen dengan pemahaman menyeluruh tentang kompetensi yang dibutuhkan, serta karakteristik peserta didik berdasarkan wawasan Kristen Alkitabiah. Pelatihan ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh pendidik di abad ke-21, dengan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 Tahun 2014 serta kerangka keterampilan abad 21. Melalui pendekatan reflektif dan kontekstual dengan diskusi dan penugasan, pelatihan daring yang diikuti enambelas peserta ini mendorong para guru untuk menyadari peran strategis membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar kuat dalam nilai-nilai Kristiani di Sorong, Papua. Pelatihan ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk pengajaran yang bermakna dan transformatif.