Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pentingnya Survei Analisa Kebutuhan Pelatihan (Training Need Assessment -TNA) Terkait Gizi untuk Peserta MSIB di SEAMEO RECFON Kamalia, Hijriah; Elvandari, Millyantri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12604

Abstract

Students in the age range of 19-29 years are an early adult group that is vulnerable to various factors such as uncontrolled food intake, lifestyle changes, high environmental pressure, lack of physical activity, and high levels of stress due to the pressure of college education. The purpose of this study is to identify the importance of nutrition-related training needs for MSIB students at SEAMEO RECFON. The method used involves comparing and reviewing the content and conclusions of each theory contained in the articles. These articles are obtained from books related to the implementation method of Training Needs Assessment (TNA). Providing nutrition training and education to young adults, namely students, is expected to increase awareness of the importance of knowing nutritional status in their lives, so as to minimize less productive students who will have an impact on performance when studying and working.
The Relationship Between Maternal Knowledge, Exclusive Breastfeeding History, and Infectious Diseases with the Incidence of Underweight in Telukjambe Village Devina, Adinda Rahma; Elvandari, Millyantri; Sefrina, Linda Riski
PROMOTOR Vol. 8 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i6.1730

Abstract

Based on SSGI 2022 data, the prevalence of underweight children in Indonesia has increased from the previous year, which amounted to 17.1%. Underweight is a condition where body weight (BB/U) is not in accordance with age. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, exclusive breastfeeding history, and infectious diseases on the incidence of underweight toddlers in Telukjambe village. The type of research used is quantitative research with descriptive methods of cross sectional design. The results of bivariate analysis obtained a p-value> 0.05, which can be interpreted that there is no relationship between maternal knowledge, exclusive breastfeeding history, and infectious diseases with the incidence of malnutrition in Telukjambe village.
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang : Birth Weight, Ownership of National Health Insurance, Smoking Habits of Parents, with Stunting Toddlers at the Anggadita Health Center Fairuza, Nur Laili; Elvandari, Millyantri; Kurniasari, Ratih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3687

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut juga bentuk gangguan pertumbuhan linear yang terjadi pada anak-anak, diantaranya mempunyai masalah gizi kronis akibat morbiditas, penyakit infeksi dan masalah lingkungan. Berat lahir merupakan berat badan bayi baru lahir pada saat kelahiran yang ditimbang pada saat satu jam setelah lahir. Anak yang terkena stunting sejak usia dini hingga usia 5 tahun akan sulit diperbaiki sehingga akan berlanjut hingga dewasa. Selain itu, faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhan anak salah satunya paparan polusi yang berasal dari asap rokok. Paparan asap rokok menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita karena nikotin dari paparan asap rokok mengganggu penyerapan mineral dan vitamin, selain itu rokok juga dapat mengurangi belanja keluarga khususnya belanja pangan. Selain itu kesehatan anak maupun ibu merupakan indikator penting untuk melihat derajat kesehatan. Untuk mendukung hal tersebut, di dalam Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional tertulis, setiap masyarakat berhak atas jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar yang layak. Akses pelayanan kesehatan yang mudah akan memudahkan ibu untuk mengontrol tumbuh kembang anak secara rutin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, diantaranya yaitu Berat Lahir Bayi, kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 66 responden penelitian adalah balita stunting dengan rentang usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan pada Maret-April 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk menguji hubungan antara variabel terikat yaitu stunting dengan variabel bebas yaitu kepemilikan JKN, Kebiasaa merokok dan BBLR. Hasil: Penelitian menemukan hubungan Kepemilikan JKN dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,049<0,05, ) dan terdapat hubungan antara variabel kebiasaan merokok dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,012<0,05). Tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,591>0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemilikan JKN pada anak dapat mempengaruhi kejadian stunting. Selain itu, kebiasaan merokok pada anggota rumah tangga terutama ayah dapat mempengaruhi kejadian stunting. Namun, tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
THE ASSOCIATION OF EATING HABITS AND CONSUMPTION OF FOOD FROM OUTSIDE THE HOSPITAL WITH FOOD WASTE OF CLASS III INPATIENTS AT HOSPITAL X IN KARAWANG REGION Fiqma, Diana; Elvandari, Millyantri; Andriani, Eka
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.20948

Abstract

The Minimum Hospital Service Standards state that the remaining food that is not eaten by patients is <20%, which is an indicator of the success of nutrition services in every hospital in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between eating habits and consumption of food from outside the hospital with the remaining food of inpatients at Karawang Regional Hospital. This research design uses observational type and with cross sectional research. Samples were selected using purposive sampling method with a total of 109 respondents. Data collection was carried out by measuring the rest of the patient's meal and using a questionnaire. The results of this study showed that most patients were >45 years old, 58.7% female, and dominated by the last education of SPM patients 43.1%. Based on the category of frequency of eating habits that are high or frequent 57.8%, as many as 72.5% of patients consume food from outside the hospital, and 63.3% of patients have a lot of food waste or >20%. There was a significant relationship between eating habits and food waste (p=0.019). There is a significant relationship between consumption of food from outside the hospital and food waste (p=0.008).